Peringati HKN di Desa Oepuah Utara, Bupati TTU: Fokus Atasi DBD dan Stunting

oleh -114 views
Hari Kesehatan Nasional Tahun 2020

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 56 Tahun 2020 yang diperingati setiap tanggal 12 November di Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (14/11/2020).

Hadir pada peringatan Hari Kesehatan Nasional, Pimpinan dan Anggota DPRD Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara, Asisten Administrasi Setda Kabupaten TTU, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat, Camat  Biboki Moenleu dan jajarannya, para Kepala Puskesmas se Kabupaten TTU, para Kepala Desa,Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat Desa Oepuah, dan para tamu undangan lainnya.

Dalam Sambutan Menteri Kesehatan RI Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan  Agus Putranto, Sp.Rad (K) yang dibacakan BupatiTimor Tengah Utara, Raymunduz Sau Fernandez mengatakan, Hari Kesehatan Nasional ke 56 Tahun 2020 ini merupakan momentum untuk bersyukur di era pandemi dan mengingatkan semua anak bangsa akan pentingnya kesehatan.

Tema HKN tentang Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat merupakan upaya bagaimana membangun masyarakat yang produktif dan aman Covid-19 di era adaptasi kebiasaan baru melalui sub tema Jaga Diri, Keluarga dan Masyarakat. Selamatkan Bangsa dari pandemik Covid-19.

Menkes Terawan mengimbau seluruh masyarakat dan tenaga kesehatan agar selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah paparan Covid-19. Sekuat apapun upaya pemerintah tidak akan cukup apabila tidak didukung masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Seluruh jajaran kesehatan yang melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangkaian peringatan HKN tahun ini merupakan wujud dan tekad bersama masyarakat Indonesia untuk sehat,” tandas Menkes Terawan.

Lebih lanjut, Jenderal itu berterima kasih dan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada segenap jajaran kesehatan lintas sektor di pusat, dan daerah, serta seluruh lapisan masyarakat yang telah bahu-membahu berjuang tanpa mengenal lelah di semua lini dalam melaksanakan pembangunan kesehatan sebagai sebuah perjuangan bersama untuk menyelamatkan bangsa dari pandemik Covid-19 dan mewujudkan Indonesia semakin sehat.

Baca Juga:  Tangani Covid-19, Potong Perjalanan Dinas Enam Bulan ke Depan

Di lingkup Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara, momentum HKN diwarnai dengan penyerahan piagam penghargaan dan sertifikat kepada:

  1. Penyerahan Sertifikat Akreditasi Puskesmas kepada 15 Puskesmas yang diwakili oleh 3 Puskesmas yaitu: Puskesmas Noemuti akreditasi utama, Puskesmas Oelolok akreditasi madya dan Puskesmas Oemau akreditasi dasar.
  2. Penyerahan Sertifikat kepada pengelola HIV/AIDS dan TB terbaik tingkat Puskesmas Tahun 2020, atas nama Fransina Erni Tse, Amd. Keb dari Puskesmas Sasi, Rohani, SKM dari Puskesmas Nunpene, Selfasius Muti, S.Si,TLM dari Puskesmas Tamis.
  3. Penyerahan piagam penghargaan Puskesmas Berprestasi tahun 2020 yakni: Puskesmas Maubesi, Puskesmas Bitefa, Puskesmas Sasi, Puskesmas Noemuti, Puskesmas Mamsena.
  4. Penyerahan piagam penghargaan kepada penyelenggara HKN ke-56 yaitu: Camat Biboki Moenleu, Kepala Puskesmas Kaubele, Kepala Desa Oepuah Utara, Tokoh Masyarakat, Donatur Goris Taolin, Romo Deken Mena, SMA Pantura, Sanggar Leonardo da Vinci Nino.

Sementara itu, Bupati Timor Tengah Utara, Raymunduz Sau Fernandez dalam sambutan Peringatan HKN mengatakan, “setiap tahun kita memperingati HKN, kita perlu evaluasi  apa yang telah kita lakukaan , kita perlu mengetahui berapa energi yang telah dikeluarkan untuk setiap tahun perangi hal yang sama, penyakit yang sama.”

“Untuk tahun ini Covid -19 yang kita perangi. Tetapi tahun-tahun sebelumnya kita perangi gizi buruk, stunting, kematian ibu melahirkan, kekurangan yodium, penyebaran HIV/AIDS, malaria. Mengapa angka ini setiap tahun bukan menurun tetapi cenderung naik? Masih ada yang salah dilakukan pemerintah dan rakyat. Momentum Hari Kesehatatan Nasional kali ini, kita jadikan titik refleksi tugas dan tanggung jawab kita. Bukan hanya sekadar menghabiskan anggaran APBD, tidak sekadar membuat laporan bahwa semua kegiatan selesai tetapi tujuan adalah buat orang sadar hidup dengan sehat. Kalau masyarakat telah memahami hidup sehat, baik di lingkungan, diri, maka ini variabel-variabel yang harus kita perhatikan mulai dari pemerintah desa, petugas kecamatan, petugas kesehatan puskesmas, pustu, polindes  sampai dinas kesehatan. Ini tanggung jawab kita bersama. Evaluasi harus dilakukan berjenjang. Pemerintah desa harus mengetahui dusun dan RT mana yang hidupnya jorok, tidak mau bersih, hidup bersama ternak di dalam satu rumah. Kita harus punya target untuk selesaikan bukan biarkan orang hidup bersama terus menerus dengan ternak. Kalau ini tidak pernah dipikirkan untuk diselesaikan maka tujuan hidup sehat jauh dari harapan kita,” katanya.

Baca Juga:  Cegah Corona, Kampung Bestari Mangunharjo Terapkan Kawasan Physical Distancing

Dijelaskannya, tugas pemerintah desa, kecamatan dan pemerintah kabupaten melalui OPD harus mengarahkan perhatian hal yang sama. Kalau bicara sehat tapi kekurangan air dan akses jalan yang tidak memadai semua percuma.

“Oleh karena itu omong sehat tetapi tidak punya air, percuma. Omong sehat tetapi tidak ada akses jalan itu juga percuma. Ini tidak hanya tanggung jawab jajaran kesehatan tetapi tanggung jawab kita semua. Kita berkewajiban menjaga lingkungan kita bersih. Sehat dan bersih adalah kebutuhan setiap manusia  bukan karena tugas pemerintah,” urainya.

Ditambahkan juga, yang perlu diperangi saat ini adalah demam berdarah, karena demam berdarah lebih berbahaya dari Covid-19. Demam berdarah untuk tahun ini dua orang yang meninggal,1 orang  masih di rawat di rumah sakit. Yang terkena demam berdarah di Kabupaten Timor Tengah Utara 141 orang.

Baca Juga:  Antisipasi Covid-19 di NTT, Karo Humas: Pemeriksaan Klinis Demi Kebaikan Bersama

“Mengapa ini semua terjadi? Orang harus memahami, yang menularkan demam berdarah adalah nyamuk. Berarti lingkungannya harus bersih dan tugas pemerintah adalah fogging. Jangan tunggu orang sakit dulu baru diurus. Memasuki musim hujan, dinas kesehatan akan melakukan fogging dan saya akan cek di setiap puskesmas,” tandasnya.

Target Pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Utara adalah demam berdarah dengue (DBD), HIV/AIDS, kematian ibu dan anak, TB paru, kekurangan yodium, dan upaya penanganan stunting yang menjadi isu nasional, serta harus ditangani secara bersama-sama.

“Tahun ini ada 141 orang demam berdarah dengue (DBD). Kita harapkan  tahun depan harus nol. Kita akan fokus ke depan dengan upaya-upaya penanggulangan dan penanganan stunting yakni upaya penurunan angka kematian ibu dan anak. Kita harus punya data, agar sasaran kita tercapai karena semua penyakit makin hari makin meningkat. Ini menjadi perhatian utama kita,” jelasnya.

Untuk mengatasi masalah ini, kata ia, perlu kerja sama semua pihak termasuk elemen masyarakat untuk ambil bagian dalam penanganan Kesehatan.

“Diharapkan momentum Hari Kesehatan Nasional ini membangkitkan semangat kita untuk memulai memperbaiki hal-hal yang kurang selama ini dan kita berkeyakinan bahwa TTU hari ke hari makin baik, tidak hanya dalam aspek politik, tetapi semakin baik di bidang kesehatan, bidang pangan, gizi. Supaya kita mampu bersaing dengan kabupaten-kabupaten lain. Jika bersama, kita pasti bisa. Kita satukan keyakinan kita bahwa hanya melalui kita, akan berubah Kabupaten TTU ini,” tutup Bupati dua periode ini. (Vrg/Vrg)