Ketua KPU Malaka Polisikan Oknum yang Ancam dan Serang Dirinya

oleh -2.972 views
Anggota PPS yang berada dalam mobil dinas KPU. Foto di Reskrim Polres Malaka.

MALAKA, suluhdesa.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malaka, Makarius Bere Nahak, S.Fil mempolisikan oknum yang diduga pendukung Pasangan Calon (Paslon) Bupati Malaka Stefanus Bria Seran dan Calon Wakil Bupati Malaka Wendelinus Taolin atas nama SAB dan AK, karena mengancam dan menyerang mobil dinas miliknya saat memonitoring kampanye di wilayah Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (13/11/2020) lalu.

Ketua KPU, Makarius ketika dihubungi wartawan, menceritakan kronologis kejadian bahwa, saat itu dirinya bersama PPS melakukan monitoring kampanye Paslon nomor urut 1 SN-KT (Simon Nahak dan Kim Taolin).

“Saya bersama Anggota PPS (Panitia Pemungutan Suara) melakukan monitoring kampanye Paslon nomor urut 1 di Dusun Weoe C, Desa Weoe (titik pertama). Setelah itu kami melanjutkan perjalanan monitoring di titik kedua Dusun Uluk Lubuk. Dalam perjalanan itu, tiba di perempatan jalan Dusun Weoe A Barat, saya mendapat ancaman dari SAB. Dia itu mengancam begini, Ketua KPU, mati kau, mati kau saya foto,” ucap Makarius menirukan perkataan pelaku SAB.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Pemda Malaka Laporkan Alfred Baun ke Polisi Atas Pencemaran Nama Baik

Kemudian, tambah Makarius, “saya merespon dengan menurun kaca untuk difoto oleh SAB. Setelah itu saya melanjutkan perjalanan, tiba-tiba SAB memukul bodi mobil sebanyak 1 kali dan AK melakukan 1 kali tendangan di body mobil sebelah kanan. Saya merespon dengan melanjutkan saja perjalan untuk memonitoring kampanye di titik kampanye kedua.”

Makarius juga menjelaskan bahwa, saat itu dirinya memonitoring kampanye bersama PPS, bukan konvoi. Dirinya juga heran, mengapa kejadian ini jadi viral, padahal sebelumnya juga dirinya memonitoring kampanye di Desa Wederok dengan mobil plat merah milik KPU, namun tidak dipermasalahkan walaupun sempat viral juga.

“Padahal waktu kampanye Paslon nomor urut 2 (SBS-WT) di Desa Wederok beberapa waktu lalu saya bersama PPS monitoring juga dan sempat viral karena pakai mobil plat merah milik KPU (fasilitas negara), tapi tidak ada permasalahan. Mengapa kejadian di Weoe ini menjadi sorotan, yang mana jelas bahwa saya dan PPS sebagai penyelenggara menjalankan tugas monitoring,” tegas Makarius.

Baca Juga:  Penyerahan SK CPNS, Bupati Malaka; Kerja Loyal dan Tanggung Jawab

Makarius menegaskan bahwa dirinya bukan berkonvoi saat itu bersama rombongan dan bukan memuat massa Paslon SN-KT, tapi itu adalah petugas penyelenggara PPS.

“Namanya di jalan raya, kita jalan tidak mungkin harus berurutan nomor 1 nomor 2 dan seterusnya.Yang namanya di jalan raya ada saling lewat dan melewati, itu kan jalan umum. Intinya saya tidak ikut konvoi dan saya bersama penyelenggara (PPS) bukan orang lain,” tandasnya.

Setelah kejadian itu, Makarius melaporkan kejadian terkait ancaman dan penyerangan terhadap kendaraan dinas (fasilitas negara) yang dikendarainya ke Satreskrim Polres Malaka pada tanggal 13 November 2020 malam, yang dilakukan oleh oknum SAB dan AK.

Baca Juga:  Warga Bisesmus Memilih Simon Nahak dan Kim Taolin Sebagai Pemimpin Malaka

Saat ke Reskrim diirinya bersama para petugas PPS yang pada waktu kejadian bersama dirinya menumpang mobil dinas milik KPU untuk menjadi saksi.

Oknum yang dilaporkan berinisial SAB dan AK ini diduga pendukung dari Paslon SBS-WT, karena saat kejadian itu mereka menggunakan atribut partai pendukung dari paslon tersebut.

Ketua KPU berharap agar kasus yang dilaporkannya, diproses aparat penegak hukum sesuai aturan yang berlaku, karena dirinya telah diancam.

“Yah saya diancam, mati kau, mati kau,” kata Marius mengulangi kata-kata pelaku SAB.

Saat ditanyai apakah dirinya mengenal orang-orang yang telah menyerang fasilitas negara dan mengancam dirinya, Makarius menjawab, dirinya kenal dan orang-orang itu dari pendukung paslon tertentu.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Malaka, IPTU Yusuf, S.H, ketika dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp terkait laporan Ketua KPU Malaka, menjaawab bahwa proses hukum sementara berjalan. (fecos/fecos)