oleh

Bersama Paket KITA SEHATI Kabupaten TTU Bakal Jaya

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Calon Bupati Timor Tengah Utara Kristiana Muki dan Calon Wakil Bupati TTU Yosef Tanu dari Paket KITA SEHATI nomor urut 1 melakukan kampanye terbatas pada Jumat (13/11/2020) di Desa Buk, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Calon Bupati TTU Kristiana Muki dan Calon Wakil Bupati TTU Yosef Tanu dalam kesempatan melakukan kampanye terbatas disambut dengan sangat meriah oleh masyarakat Desa Buk pada pukul 11.30 Wita. Kedua Idola Pilkada TTU ini kemudian dikalungkan sepasang selendang bermotif Bikomi sebagai tanda terima masyarakat. Kemudian oleh tetua adat Paket KITA SEHATI didoakan pada leluhur dan Tuhan dalam tuturan takanab yang dibawakan dalam bahasa Dawan.

Masyarakat selanjutnya mengiring Kristiana Muki dan Yosef Tanu menuju ke dalam tenda kemenangan dengan tarian oleh mama-mama. Sementara itu, lagu-lagu Nasu Soarez dan Jimmy Lete menjadi pengatur irama hentakan kaki dan liuk pinggul mama-mama. Kristiana Muki dan Yosef Tanu ikut-ikutan menari sambil sesekali memeluk orang tua yang menjabat tangannya. Suasana hari makin panas tetapi semangat masyarakat kian bernyala lantaran dikunjungi oleh idolanya.

Ervira Naro selaku master of ceremony (MC) mempersilakan Kristiana Muki dan Yosef Tanu untuk menyerahkan kabi nok tua kepada tetua adat sebagai tanda hormat dan sekaligus undangan untuk menghadiri pesta Pilkada TTU. Kemudian tetua adat juga menyerahkan kabi nok tua kepada Kristiana Muki dan Yosef Tanu sebagai tanda terima akan kehadiran keduanya di tengah masyarakat Kelurahan Kefamenanu Utara.

Anggota DPRD TTU Oktovianus Sasi dalam orasi politiknya menyebut pemimpin yang berkualitas adalah orang yang meyakinkan masyarakat terhadap pilihannya bukan membicarakan keburukan orang lain.

“Kalau mau jadi pemimpin, datang bertemu masyarakat harus berbicara soal visi dan misi. Jangan datang dan berbicara soal keburukan orang lain. Itu tanda-tanda orang stress, orang frustasi, dan orang yang mulai gelisah karena mulai merasakan kekalahan. Dan kalau orang berbicara soal pembangunan TTU yang gagal, itu hanya tipuan belaka untuk memutarbalikkan fakta. Bapak Ray Fernandez sudah berbuat banyak untuk TTU. Kita lihat saja program PKP, program Berarti dan banyak lagi yang lainnya yang dikerjakan oleh Bapak Ray Fernandez. Lalu berkaitan dengan Tenaga Kontrak Daerah, jangan percaya orang yang datang dan berjanji akan menaikkan gaji Teko menjadi 1.950.000 rupiah itu penipuan. Bagaimana mau menaikkan gaji kalau gaji 1.250.000 saja dia tolak. Oleh sebab itu, mari kita satukan pilihan karena sudah saatnya Timor Tengah Utara memiliki pemimpin perempuan. Mama-mama harus bersatu memenangkan Mama Kristiana Muki di Pilkada TTU tanggal 9 Desember mendatang,” tegas Oktovianus Sasi.

Calon Wakil Bupati TTU Yosef Tanu dalam memaparkan visi dan misi Paket KITA SEHATI menjelaskan berbagai macam program yang bakal dikerjakan kelak bila terpilih nanti.

“Kita akan melibatkan lembaga adat untuk penyelesaian masalah-masalah sosial. Contohnya masalah batas tanah kalau sudah ada sopi dan sirih pinang yang dibawa ke hadapan tetua adat maka tidak ada yang akan melanggarnya. Karena orang Timor sangat menghargai adat sehingga lembaga adat adalah modal sosial untuk penyelesaian masalah yang terjadi di tengah masyarakat. Dan berkaitan dengan pendidikan akan kita tingkatkan mutunya dengan memasang WiFi untuk setiap sekolah yang sudah terjangkau jaringan internet. Masa pandemi Covid-19 memaksa kita untuk melakukan pemasangan WiFi di setiap sekolah karena anak-anak harus belajar secara daring. Dan juga untuk guru-guru komite yang jam mengajarnya mencapai 16-20 jam akan kita angkat menjadi kontrak daerah. Dan juga kita akan mengaktifkan kembali PAUD di setiap desa. Kalau menyangkut infrastruktur, kita masih kekurangan 400 an kilometer jalan raya yang belum diaspal sehingga kita yakin bahwa dalam lima tahun kepemimpinan akan kita selesaikan,” urai Cawabup TTU Yosef Tanu.

Kristiana Muki juga dalam orasi politiknya mengajak masyarakat untuk berpolitik santun dengan tidak menggunakan akun palsu untuk menyerang privasi orang lain secara membabi buta. Ia juga menyesalkan sikap oknum yang bersembunyi di balik akun palsu dan memaki dirinya.

“Dalam setiap kampanye selalu saya imbau soal akun-akun palsu untuk memperhatikan etika dalam bermedia sosial. Tetapi rupanya mereka tidak mau supaya kita ingatkan mereka. Maunya itu Polisi langsung turun tangan dan urus mereka baru tobat. Saya sangat kecewa dengan tingkah oknum-oknum yang suka maki-maki di Facebook. Pengalaman kemarin ada akun palsu yang tulis di Facebook dan memplesetkan nama Kristiana Muki dengan makian yang kurang ajar. Akun itu sudah kita laporkan ke polisi sehingga ditindaklanjuti. Nama akun itu Cornelia Haekase. Keluarga sudah datang minta maaf ke saya tapi saya minta mereka kembali ke rumah karena saya berurusan dengan pelakunya. Saya sudah terlanjur laporkan dan nanti kita urus saja di polisi sehingga memberikan efek jera kepada oknum yang kurang baik akhlaknya. Kita boleh berpolitik tetapi harus santun. Saya minta kepada orang tua sekalian untuk mengajarkan anak-anak kita supaya kalau tidak suka dengan paket lain, jangan serang privasi orang lewat akun-akun palsu. Sebab kalau dilaporkan ke polisi kan urusannya lebih fatal dibandingkan kita main mulut di media sosial. Jadi mari kita ajarkan anak-anak tentang politik yang santun,” tandas Kristiana Muki.

Sementara itu, Yoseph Abi selaku tua adat ketika ditemui Media SULUH DESA seusai rapat kampanye terbatas menyebut Paket KITA SEHATI adalah kolaborasi sempurna dalam politik.

“Jujur saja, saya melihat Ibu Kristiana Muki dan Pak Yosef Tanu merupakan kolaborasi sempurna. Rumah tangga itu dibangun oleh laki-laki dan perempuan. Mereka berdua  adalah perpaduan sempurna antara politisi dan birokrat murni. Ingat, dalam sebuah rumah tangga, anggarannya disusun oleh perempuan dan laki-laki. Dengan demikian, anak-anak dan seluruh anggota keluarga dapat hidup sejahtera. Dan kali ini jika bupatinya perempuan, maka saya yakin kita bukan hanya menciptakan sejarah tetapi kita bakal menemukan pola kepemimpinan yang jauh lebih bermutu dan adil. Saya melihat ini dari sisi pengalaman, bahwa perempuan itu sangat adil dan bijaksana dalam mengatur rumah tangga. Oleh sebab itu, jika Kristiana Muki dikolaborasikan dengan sosok seperti Pak Yosef yang pekerja keras maka, Kabupaten TTU bakal menemui masa jayanya pada kepemimpinan Ibu Kristiana dan Pak Yosef. Jadi, saya menganalisa bahwa masyarakat TTU bakal memilih Paket KITA SEHATI karena sosok pemimpin yang sungguh diinginkan ada dalam beliau berdua, Ibu Kristiana dan Pak Yosef,” pungkas Yosep Abi sambil tersenyum ramah. (Seko/Seko)

DomaiNesia

Komentar

News Feed