Program Kemitraan Komisi IX dan BKKBN untuk Pengendalian KB dan Stunting

oleh -94 views
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena

MALAKA, suluhdesa.com – Anggota DPR RI Fraksi Golkar Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan bahwa acara BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) hari Minggu (08/11/2020) merupakan bagian dari program kemitraan antara Komisi IX DPR RI dan BKKBN Pusat yang diselenggarakan di daerah dan dibantu dengan BKKBN provinsi.

Kegiatan sosialisasi advokasi dan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) program KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga) bersama mitra kerja ini diselenggarakan di Aula Susteran SSpS Betun, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena juga mengatakan, kegiatan ini untuk mendorong peran BKKBN dalam pengendalian penduduk yakni keluarga berencana (KB) juga penanganan stunting.

Baca Juga:  Kader Posyandu Desa Kakaniuk Sosialisasi Manfaat Tanam Kelor

“Acara ini adalah bagian dari kita untuk mendorong bagaimana peran BKKBN  dalam pengendalian penduduk dan perencanaan keluarga ini, termasuk juga penaganan stunting di negeri ini yang sekarang diberikan kewenangan besar kepada BKKBN bisa kita sampaikan ke bawah dan kemudian mendorong partisipasi dan keterlibatan kelompok masyarakat anak muda, kelompok kader KB para penyuluh KB maupun berbagai komunitas masyarakat untuk lebih memberikan perhatian bagi perencanaan keluarga yang berkualitas,” kata Melki Laka Lena.

Sehingga, lanjut Melki, “kita mendorong agar anak-anak muda ketika membangun keluarga nantinya, mereka bisa mempersiapkan diri dengan baik ketika nanti mereka mempunyai keturunan, anak-anak mereka juga bisa bertumbuh kembang dengan sehat dan anak-anak yang produktif dan memberikan peran besar bagi daerah maupun Indonesia.”

Baca Juga:  KPU Malaka Deklarasi Kampanye Damai Bersama Para Cabup dan Cawabup

Terkait stunting di Kabupaten Malaka, Melki mengatakan bahwa dukungan DPR RI yakni berupa dukungan politik anggaran kepada seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, salah satunya Kabupaten Malaka, agar nantinya dari dana pusat yang diberikan dalam bentuk pemberian makanan tambahan yang rutin dikirim ke setiap daerah.

Selain makanan tambahan bagi ibu-ibu hamil dan anak-anak balita yang rutin dikirim ke setiap daerah, ada juga anggaran yang diberikan khusus kepada Pemerintah Daerah Malaka untuk nanti bagaimana memaksimalkan makanan lokal yang memilki nilai gizi bagus untuk dipakai bagi penanganan stunting.

Baca Juga:  Polres Malaka Diharapkan Dapat Memberikan Perlindungan yang Prima Kepada Masyarakat

“Jadi selain bantuan makanan tambahan yang dikirim seperti saya sampaikan itu, tapi juga ada anggaran yang bersifat uang cash yang diberikan ke Pemda untuk membeli pangan lokal yang memiliki nilai gizi baik,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, selain unsur dinas terkait dan Politisi Golkar, ada juga masyarakat dari berbagai kecamatan yang diantaranya terdiri dari Kader KB, mahasiswa dan pemuda-pemudi. (fecos/fecos)