oleh

Isteri Cabup Malaka Terharu, Deklarasi SIS SN-KT Membludak Jelang Pilkada

MALAKA, suluhdesa.com – drg. Maria Martina Nahak, isteri Calon Bupati Malaka Dr. Simon Nahak, S.H., M.H, yang berpasangan dengan Louise Lucky Taolin, S.Sos atau akrab disapa dengan Kim Taolin, mengungkapnya perasaan harunya ketika hadir di tengah-tengah SIS SN-KT yang membludak di setiap desa. Hal ini diungkapkannya ketika hadiri Deklarasi SIS SN-KT di Desa Lakekun dan Lakekun Barat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada hari Rabu (11/11/2020).

Ia menceritakan bahwa sebelum dirinya hadir saat ini, dirinya sudah menonton video dan berita mengenai perkembangan SIS di Malaka. Hal ini ia katakan karena sebelumnya ia berada di Bali dan baru datang karena ijin cuti baru diterima awal bulan November ini. Oleh karena itu dirinya meminta maaf kepada semua masyarakat Malaka.

“Saya sudah lihat perkembagan para SIS jauh sebelum saya datang, dan saya terharu sekali ketika melihat semua itu, karena pergerakan SIS SN-KT yang sangat luar biasa. Bahkan cerita yang saya dengar para SIS dengan suka rela mempersiapkan segala sesuatu demi kepentingan banyak orang. Ini pergerakan yang sangat luar biasa untuk perubahan Malaka. Dan saya mau bilang kalau di seluruh Indonesia bahkan dunia, tidak ada perkumpulan para ibu-ibu semacam ini untuk berpolitik, hanya di Malaka yang ada namanya SIS SN-KT dan ini sangat luar biasa, pergerakan perempuan untuk melawan penguasa,” ungkap Dokter Maria yang juga sebagai Dosen di Bali ini.

Kordinator SIS SN-KT Desa Lakekun Wilhelmina Hoar dalam kesempatan itu menyampaikan merasa bahagia tercampur haru, karena baru kali ini seorang istri dari calon bupati mengunjugi mereka, tidak sama seperti sebelumnya bahwa mereka tidak mengalami hal semacam ini.

Oleh karena itu dirinya meminta agar ketika Simon Nahak dan Kim Taolin terpilih pada 9 Desember ini, memperhatikan kaum perempuan dan mengaktifkan peran perempuan melalui gerakan-gerakan pemberdayaan.

Wilhelmina juga membeberkan bahwa selama ini kamu perempuan tidak dihargai, dikucilkan bahkan tak dihiraukan.

“Kami perempuan tidak di hargai, kami dikucilkan, kami tidak dihiraukan, anggap kami ini tidak berlaku bagi bangsa, yakni kabupaten Malaka dan khususnya Desa Lakekun,” kata Wilhelmina.

Sementara itu, Perwakilan Koordinator SIS SN-KT Desa Lakekun Barat, Frida Kolo mengatakan kehadiran sosok isteri calon bupati di tengah-tengah mereka ini sebagai wujud nyata untuk mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan, karena selama ini dianggap harkat dan martabat perempuan di taruh dibawah ‘telapak kaki’.

Dirinya juga mengatakan, janji-janji yang disampaikan yang lalu hanya sia-sia saja dan janji omong kosong.

“Kehadiran sosok istri seorang calon bupati di tengah-tengah kami menggugah hati para ibu-ibu untuk merasakan hak yang sama dalam berpolitik,” ujarnya.

“Sebagai seorang ibu harus yakin dan percaya, kita semua punya hak yang sama dengan kaum laki-laki dalam berpolitik,” tambahnya. (fecos/fecos)

Komentar

News Feed