oleh

Peringati Hari Pahlawan, Aneka Komunitas di Kefa Gelar Pentas Seni

-Berita, Daerah-412 views

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Pada hari Selasa (10/11/2020) kemarin di seluruh pelosok negeri ini memperingati Hari Pahlawan ke 75. Peringatan Hari Pahlawan kali ini tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya sebab pandemi Covid-19. Namun hal ini tidak menyurutkan niat setiap anak bangsa untuk memaknai Hari Pahlawan tersebut. Banyak di antaranya melakukan kegiatan untuk memperingati Hari Pahlawan ini. Ada yang menyalakan lilin, membagikan masker, membersihkan lingkungan, berbagi kasih dengan yang kurang mampu, ada pula komunitas-komunitas yang melakukan pentas seni, dan lain sebagainya.

Salah satunya adalah ‘Aneka Komunitas dalam Aneka Kreasi’ yang diinisiasi oleh Vicky Simonis. Vicky Simonis bersama aneka komunitas melakukan kegiatan pentas seni memperingati Hari Pahlawan tahun 2020 dan dilaksanakan di Lapangan Kota Kefamenanu, di depan Rumah Jabatan Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (10/11/2020) pukul 17.00 Wita.

Pemilik UKM Feotnai Ma’tani ini berinisiatif melakukan kegiatan tersebut lantaran ingin menghidupkan daya kreativitas anak muda di Kefamenanu dan ingin memberdayakan ekonomi para pemilik Usaha Kecil Menengah.

Saat dijumpai Media SULUH DESA di sela-sela fashion show, ia mengaku bahwa rencana kegiatan ini sebenarnya sudah ia rencanakan jauh sebelumya, waktu sebelum Hari Sumpah Pemuda tetapi karena terhalang beberapa hal maka baru terwujud pada Hari Pahlawan ini.

“Motivasi saya melakukan kegiatan ini karena saya melihat bahwa anak-anak TTU ini punya kemampuan, hanya mereka tidak diberi kesempatan. Peluang untuk mereka berekspresi itu sangat kurang, lalu saya dengan keterbatasan saya jujur untuk melakukan kegiatan ini kami betul-betul tidak punya dana. Kami hanya punya semangat, punya niat untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Bebarapa waktu lalu sebelum kegiatan ini saya coba berkomunikasi dengan Adik Bitan salah satu Pemimpin Sanggar Sandalwood, saya coba telepon dia dan dia merespon sama saya,” ungkap wanita cantik ini.

Vicky menambahkan, “kami sangat senang kami punya kemampuan tapi peluang untuk kami berekspresi itu sangat kecil, sangat kurang. Setelah itu mereka juga menghubungi beberapa komunitas dan mereka sangat antusias dengan kegiatan ini. Sedangkan biaya untuk kegiatan ini yaitu dari masing-masing komunitas dan sedikit bantuan dana dari Bank NTT.”

Terkait dengan tema kegiatan ini, Vicky menjelaskan bahwa mereka mengambil tema nasional yang menjadi tema Hari Pahlawan tahun ini yaitu Pahlawanku Sepanjang Masa.

“Kami ingin memaknai dan melanjutkan perjuangan para pahlawan,” ujarnya sambil tersenyum.

Wanita yang mengenakan busana motif Biboki ini menandaskan kalau yang hadir dalam kegiatan pentas seni tersebut ada 10 komunitas.

Komunitas-komunitas itu adalah Feotnai Ma’tani, Sanggar Sandalwood, ABG Dancer Crew, Sahabat Kreatif Biinmaffo, Komunitas PAKU, Ikatan Musik Biinmaffo (IMB), Kefa Vidgram –Band TMHB (Tunas Harapan Bangsa), Sanggar Violin, Rumah BUMN Telkom, New Generation Band, dan beberapa peserta lainnya yang tampil per orang.

Pada kesempatan itu, Vicky berpesan untuk anak-anak muda TTU.

“Teruslah berkarya, teruslah berekspresi. Kita menunjukkan kalau kita mampu. Jangan mengharapkan tunggu kita punya dana baru kita buat. Yang penting kita punya niat, semangat, motivasi yang kuat saya rasa kita bisa dan kita mampu. Mari kita terus berkarya,” ajak Vicky.

Ibu dari tiga anak ini menuturkan jika ia sengaja melakukan kegiatan ini supaya pemerintah dan pemerhati kaum muda melihat bahwa ternyata pemuda-pemudi TTU ini sangat luar biasa.

“Mereka punya kemampuan, punya talenta tetapi mereka kurang diberi ruang, tujuan saya  seperti itu,” imbuhnya.

Terkait dengan kegiatan pentas seni yang dilakukan di tengah pandemi Covid-19, Vicky berkata bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Kami menyiapkan tempat-tempat cuci tangan. Bahkan sebelum kegiatan dimulai beberapa kawan kami membagikan masker ke pengunjung dan peserta lainnya,” jawabnya.

Lalu saat ditanya mengenai makna Hari Pahlawan bagi dirinya sendiri, wanita berdarah campuran Sumba, Manado, dan Maumere ini mengatakan, “diriku pahlawanku artinya menjadi pahlawan untuk diri saya, baru saya bisa membantu orang lain. Artinya begini, ketika saya merasa saya sudah mampu, saya berhasil, dan kemudian keberhasilan saya dipantulkan kepada orang lain, saya menjadi inspirasi bagi orang lain.”

Istri dari Abang Adi Tahu ini juga mengungkapkan alasannya memilih Taman Kota Kefamenanu untuk kegiatan ini karena merasa cocok.

“Kebetulan sudah ada semacam panggung. Ini di pusat keramaian jadi kita tidak perlu lagi menyediakan tenda dan sebagainya. Kondisi penonton yang banyak yang sangat kami harapkan agar ada perhatian dari pemerintah, pemerhati kaum muda untuk bersama-sama kami menyelenggarakan kegiatan ini. Ini kegiatan bukan hanya dilakukan setahun sekali. Saya dan teman-teman akan melakukan sesering mungkin sehingga anak-anak kita di TTU terus berkreasi. Jangan sampai mereka melewatkan masa muda mereka dengan tidak melakukan apa-apa,” tandas Vicky sambil melambaikan tangannya kepada seseorang yang menyapanya.

Rinto Rangga salah penonton yang hadir bersama kekasihnya Archangela dalam obrolan dengan Media SULUH DESA, mengapresiasi kegiatan pentas seni yang diselenggarakan itu.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini. Dengan kegiatan seperti ini anak-anak muda dapat termotivasi untuk berkompetisi dalam dunia seni. Dan lebih tepatnya bahwa daripada anak-anak muda itu hanya sibuk jaga orang punya jodoh, lebih baik ikut menonton kegiatan-kegiatan bermanfaat seperti ini,” tutup Rintho Rangga sambil melirik lalu memeluk kekasihnya. (fwl/fwl)

Komentar

News Feed