oleh

Berita Kalau Kristiana Muki Sedang Sakit Itu Tidak Benar

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Kristiana Muki Calon Bupati Timor Tengah Utara (TTU) dan Yosef Tanu Calon Wakil Bupati TTU dari Paket KITA SEHATI nomor urut 1 melakukan kampanye bersama di Kelurahan Kefamenanu Tengah, RT 014, RW 010, Simpang Polres TTU, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (10/11/2020) pukul 18.00 Wita. Kampanye ini dihadiri ratusan mama para gadis muda.

Dalam kampanye ini, Yosef Tanu sang Calon Wakil Bupati diberi kesempatan pertama oleh pemandu acara Reno Sila untuk memaparkan visi misi dan program kerja yang bakal dikerjakan lima tahun ke depan jika terpilih bersama Kristiana Muki menjadi Bupati dan Wakil Bupati TTU.

Yosef Tanu memaparkan program kerja yang menjadi fokus Paket KITA SEHATI dan menyentuh langsung kebutuhan hajat hidup masyarakat yang ada di Kota Kefamenanu.

“Fokus kita untuk masyarakat Kota Kefamenanu adalah penataan Kota Kefamenanu sehingga menjadi lebih baik, indah, dan asri. Selain itu, kita akan bangun tugu selamat datang di pintu masuk Kota Kefa. Lalu untuk membuat Kota Kefa jadi lebih hidup, kita akan membuat pasar malam di sekeliling Kantor Bupati. Di situ semua masyarakat bisa menjajakan kuliner dan aktivitas akan menjadi lebih hidup sebab anak muda akan berkumpul dan membuat atraksi seperti pentas seni, main futsal, dan lain sebagainya. Ini juga menjadi rangsangan untuk pemilik UKM semakin berkreativitas,” jelas Mantan Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten TTU ini.

Sedangkan Kristiana Muki saat berkampanye, mengatakan bahwa, “sebagai Wakil Rakyat Dapil 2 Nusa Tenggara Timur itu dulu, selanjutnya saya mau katakan permohonan maaf kepada bapak, mama bahwa belum banyak yang saya buat tetapi karena hasil survei dan keinginn partai maka saya diminta untuk harus kembali. Kalau memilih masuk dalam berpolitik maka tentunya juga kita memiliki pimpinan partai. Ketika pimpinan partai menginkan untuk kita harus kembali maka kita suka atau tidak suka,mau atau tidak mau harus kembali,” imbuh Kristiana

Diuraikannya sama halnya ketika menginginkan masuk dalam satu sistem dalam hal ini menjadi ASN. Ketika menjadi ASN dan masuk menjadi  ASN maka tentunya kita memiliki pimpinan yang ada di sana. Di sana bupati dan wakil bupati lalu kita juga ada punya pimpinan OPD yang lain sehingga suka atau tidak suka mau ditempatkan dimana mau tidak mau harus jalan untuk amankan perintah itu,  sama halnya juga ketika masuk dalam ber partai politik maka ini adalah tentunya suatu hal yang berat.

“Untuk itu saya mau sampaikan kepada bapak dan mama, kakak adik di dalam kota ini bahwa kondisi kita yang ada di kota ini mayoritas dari berbagai unsur dan dari berbagi etnis. Kita heterogen, maka dari situ saya juga mengalami kesulitan untuk menyampaikan apa kepada bapak mama. Tetapi ini adalah perintah jadi mau tidak mau suka tidak suka harus tunduk, taat dan jalan. Ketika saya sudah diminta 3 kali posisi saya berada di persimpangan jalan mau kembali atau tidak, atas dasar itu partai tentu menginkan mengirim orang harus menang dan mau saya katakan saya kembali tentunya saya harus bisa berusaha harus memenangkan pilkada ini 9 desember 2020,” jelasnya.

Pada kesempatan ini Kristiana Muki yang biasa disapa Irna juga menyampaikan bahwa, selama ini yang paling banyak dibully adalah dirinya.

“Yosef tanu itu kurang dibully. Mengapa? Sejak awal saja orang sudah mengatakan bahwa ow itu bangun politik dinasti. Saya mau mengatakan kepada kita semua bahwa Kabupaten Timor Tengah Utara itu ada aturannya kalau memungkinkan dari segi banyaknya orang dan wilayah pemetaannya juga sudah jelas maka tentunya ada satu kabupaten. Tetapi kalau kita melihat dari kerajaan maka kita melihat tentunya juga pasti akan berbeda. Kalau sistem kerajaan maka pasti akan menganut sistem dinasti tetapi kalau masuk dalam kontestasi pilkada seperti ini dia tidak kenal dinasti entah itu suaminya mau pimpinan partai, entah anaknya itu pimpinan partai atau besan yang jadi pimpinan partai, tetapi kalau diminta untuk harus kembali yang menjadi penentu itu adalah konstituen,” tohoknya.

“Yang jadi penentu itu masyarakat, bukan orang per orangan. Yang punya keperpihakan jauh lebih besar dalam konteks ini dia adalah pimpinan partai sehingga orang sering mengaitkan Kristiana Muki dan Raymundus Fernandez. Memang ini beban terbesar dari keluarga besar Bapak Ray Fernandez karena orang akan mengaitkan antar Kristiana dan Ray Fernandez. Sudah kurang lebih tiga kali saya dipanggil, juga Bapak Viktor Laiskodat datang di Kefa  menyampaikan hal yang sama. Saya mengatakan, kalau boleh orang lain, jangan saya karena saya juga belum berbuat untuk masyarakat yang ada di Nusa Tenggara Timur, (Timor, Rote, Sabu dan Sumba). Saya belum melakukan apa-apa terlebih khusus di Kabupaten TTU yang adalah basis utama menghantarkan saya 47.173 suara. Tentunya ini suara yang luar biasa. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya mau sampaikan kalau memilih untuk senang saya amannya di Jakarta saya tidak perlu datang Kefa. Mengapa? menjadi calon bupati jaman sekarang sangat tidak enak di mata masyarakat. Hari ini kucing tidak beranak pun dia salahkan pemerintah, kenapa kucing itu tidak kawin dan beranak. Hari ini tidak hujan dia salahkan pemerintah, itu salahkan proyek makanya pemerintah adat sana adat sini makanya tidak hujan. Hari ini orang lain punya kesalahan juga yang diomong adalah pemerintah. Makanya saya mau katakan bahwa menjadi pempimpin itu tidak enak sama sekali lebih baik baik saya menjadi wakil rakyat. Omongnya banyak mau kena tidak kena tetapi jelas.Volume pekerjaanya sedikit tetapi kalau mau dilihat dari segi finansial menjadi luar biasa. Kalau kembali menjadi pemimpin di TTU volume pekerjaannnya besar tapi gajinya sangat sedikit. Kita hanya enak saja, orang katakan oh itu bupati su datang atau oh itu ibu bupati su datang hanya itu saja. Tetapi sesungguhnya di dalam itu terlalu banyak persoalan. Untuk itu saya rela meninggalkan senayan untuk kembali ke TTU. Kalau keinginan Kristiana Muki, saya tidak mau mengapa? Karena melihat dari volume pekerjaan tadi. Kalau menjadi wakil rakyat gaji besar, 1 bulan 63 juta rupiah kalau gaji bupati 1 bulan 5 juta rupiah lebih. Pilih saja mau cari yang besar atau cari yang kecil. Volume pekerjaan menjadi wakil rakyat sangat kecil, setiap sidang kita omong saja setelah itu sudah selesai. Dan saya ditempatkan di ruang Komisi II yang ruang lingkupnya sederhana hanya urus pemerintahan, urus masyarakat dan juga urus pertanahan. Sehingga volume pekerjaan sangat sedikit. Saat duduk sidang saat marah-marah menteri, menteri juga tidak kurang hati dengan kita. Daripada kita pulang ke TTU, kita marah satu warga dia muat di media sosial. Oleh karena itu memilih aman, saya lebih aman di Jakarta. Sehingga orang bilang Kristiana Muki itu rakus, saya mau katakan itu tidak benar,” tandasnya.

Kristiana Muki menambahkan, “sejak tahun 1958 TTU ada, baru pertama kali keluarga besar Partai Nasdem memberikan ruang untk perempuan maju menjadi calon bupati. Ini baru pertama kali dan ini sejarah pertama kali. Untuk mewujudkan sejarah itu maka, saya mau mengajak mama-mama khususnya kaum perempuan. Mari kita satukan pilihan kita menghantar satu perempuan ini menuju TTU 1. Kita  perlu mengukir sejarah sehingga lain kali muncul Kristiana-Kristiana lain yang akan mengikuti. Kalau satu orang saja sudah muncul saya yakin ada banyak yang muncul seperti pengurus di RT yang jadi kepala desa, juga berbondong-bondong kesana kaum ibu menjadi Pengurus BPD. Saat ini saja saya lihat yang tes saja banyak perempuan. Saat saya kampanye ada yang mengatakan, mama saya juga mau ikut tes BPD jadi saya bilang mama fight saja saya yakin mama bisa, saya yakin itu. ternyata mereka juga bisa. Kalau mereka juga bisa mengapa kita tidak? Sehingga saya mau katakan kepada bapak, mama, kaka, adik semua, tentunya inilah adalah peluang dan tantangan kita ke depan. Bapak mama, peluang sudah kita ambil. Saya harap kita bekerja sama untuk TTU ke depan 5 tahun mendatang sehingga kali ini perempuan diberi ruang makanya tentu kami juga datang untuk bergandengan tangan mengajak bapak, mama, kakak, adik semua sekiranya kita menjadi tim sukses kecil di dalam keluarga kita dengan mengamankan suami, dengan mengamankan isteri, dan juga mengamankan saya punya anak-anak. Mengapa? Karena anak-anak lebih cepat lari kesana ke mari. Kalau fondasi dalam keluarga kuat, bapak dan mama sudah menentukan pilihan dengan tepat, saya yakin dan percaya anak-anak tidak akan keluar dari situ. Kalau perempuan diberi ruang maka saat ini perempuan yang jadi pemimpin dan saya yakin Paket KITA SEHATI nomor satu yang akan jadi pemenang. Karena nomor 1 ini kampanye dari desa ke desa, kami tidak ambil dari satu desa terus ambil dari stu kecamatan kumpul itu satu desa. Tetapi kami datangi satu persatu.”

Pada kesempatan itu, istri dari Bupati TTU Ray Fernandez ini mengklarifikasi isu miring di media sosial yang beberapa hari terkahir ini sangat masif menyebarkan berita yang tidak benar bahwa dirinya lagi sakit berat sampai rambut gugur dan kepalanya menjadi botak.

“Satu dua hari ini dong pung hantam Kristiana Muki tidak ada dua. Saya bilang lu semakin hantam, saya semakin jalan mulus. Setelah saya kampanye di wini saya pulang malamnya orang ramai di media sosial bahwa Kristiana Muki dirujuk ke Jakarta mau cuci darah lalu ketika kemarin habis debat juga hal yang sama diberitakan oleh oknum tidak bertanggung jawab bahwa Ibu Kristiana sudah dirujuk lagi ke RS Siloam Kupang karena kondisi beliau lagi sakit. Saya mau mengatakan bahwa, saya itu tiap hari kampanye, istrahat saja hanya hari Minggu, sementara hari-hari yang lain kami pasti jalan. Saya mau katakan dari dulu ukuran baju Kristiana dari dulu hanya ukuran L dia tidak mungkin naik ke ukuran XL atau XXL. Jadi kalau selama ini dia hanya lihat bahwa pake ukuran L yah memang L sehingga kalau disampaikan sakit sampaikan pada dia kalau dia itu Tuhan Allah tentu dia punya kewenangan untuk beri itu. Saya mau katakan Tuhan tidak akan memberi lebih dari batas kemampuan kita. Kalau Dia memberikan penyakit, itu adalah ujian. Apakah dia akan mampu keluar dari situ atau tidak? Saya mau sampaikan bahwa saya bersama Adik Yosef Tanu sehat-sehat. Ada lagi yang mengatakan kalau Kristiana Muki ikat kepala karena rambut sudah botak semua. Dari dulu kristiana begitu saja orang bilang pulang dari Jakarta pasti bersolek. Saya sama saja ke Jakarta pulanh kembali ke TTU tidak bersolek. Berbeda dengan yang lain. Lebih baik dengan apa yang ada saja. Hidup harus disesuaikan dengan kemampuan suami. Kalau suami hanya mampu satu juta jangan minta lebih. Karena kalau mahal, tidak ada guna. Lebih baik uang yang lebih kita bantu orang yang membutuhkan dan menjadi berkah juga. Itu prinsip yang saya anut selama ini. Kalau mau jalan kemana-mana saya pasti tidak susah apapun. Yang ada pada Kristiana Muki yah seperti ini saja, tidak akan pernah berubah sampai kapanpun. Tidak ada perbedaan yang dulu dan sekarang. Sehingga saya klarifikasi itu semua sesungguhnya itu tidak benar. Untuk itu bapak mama, kalau cinta Kristiana Muki, maka saya minta stop menyebarkan berita fitnah. Tebarlah pesona yang baik sehingga itu menjadi cerminan untuk banyak orang. 3 paket ini adalah anak-anak TTU. Mari jaga martabat kita ke depan supaya kita menjadi bernilai di hadapan banyak orang,” tutupnya. (vrg/fwl)

Komentar

News Feed