Ketua DPD Golkar NTT Dukung Proses Hukum Tersangka Pengeroyokan Wartawan di Malaka

oleh -881 views
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena

MALAKA, suluhdesa.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mendukung aparat penegak hukum terkait Kasus Pengeroyokan Wartawan Malaka yang menjerat 3 orang tersangka yakni 2 orang Kader Golkar dan 1 orang Simpatisan Partai Golkar.

Hal ini disampaikan Melki Laka Lena di Betun, Minggu (08/11/2020).

Melki Laka Lena mengatakan, proses hukum yang sudah berjalan, keluarga besar Partai Golkar mendukung, agar yang terduga ataupun disangkakan untuk mengikuti proses hukum yang sudah berjalan dengan baik.

Baca Juga:  Organisasi Pers Menilai Pemerintah Campur Tangan Lagi soal Pers

Ketua DPD Partai Golkar NTT yang juga anggota DPR RI serta Wakil Ketua Komisi IX ini menjelaskan bahwa riak-riak semacam ini pasti terjadi dan ada proses hukum yang sudah berjalan tentu juga kita hormati. Tapi mudah-mudahan tetap ada upaya untuk mencari solusi damai untuk duduk bersama.

“Kami berharap agar nanti polisi bisa memfasilitasi semua pihak yang berseteru ini bisa duduk bersama, menyepakati secara baik dan damai persoalan ini dan tidak mengulangi lagi di kemudian hari,” pinta Melki.

Baca Juga:  Bawaslu akan Surati Bupati Malaka untuk Cuti Selama Kampanye Pilkada

Karena menurutnya, dinamika semacam ini dalam demokrasi tidak bisa dihindari, sehingga dirinya mengajak untuk mendorong agar makin kondusif, walaupun agak panas saat ini.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa, kasus pengeroyokan terhadap Wartawan Gardamalaka.com, atas nama Yohanes Seran Bria alias Bojes, sudah dilimpahkan ke Dirkrimum Polda NTT.

Terpisah, korban pengeroyokan, Bojes, ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya berharap dan mendukung Polda NTT agar segera menahan para tersangka.

Sebab, dirinya sangat kawatir dan merasa tidak nyaman ketika hendak menjalankan profesinya sebagai seorang jurnalis.

Baca Juga:  Partai Hanura Siap Menangkan Paket SBS-WT di Malaka

“Saya tidak nyaman, karena saya merasa dibuntuti ketika saya keluar rumah,” katanya.

“Secara pribadi, saya dukung aparat penegak hukum dan berharap agar bekerja secara profesional, sehingga para tersangka segera ditahan, agar tidak menjadi ancaman, bukan hanya saya saja, mungkin terhadap orang lain juga. Karena di depan aparat polisi dan di muka umum saja mereka tunjukan tindakan premanisme mereka,” pungkas Bojes. (tym/tim)