Anggota Koramil Lewoleba Aniaya Warga dan Ancam Tembak

oleh -4.693 views
Direktur LBH SIKAP Lembata Jufrians Lamablawa, S.H., M.H

LEWOLEBA, suluhdesa.com – Apapun tindakan alat negara atas nama negara, wajib hukumnya berlandaskan hukum, jika tidak maka itu namanya tindakan premanisme, melanggar hukum, dan terhadap tindakan tersebut wajib dipertanggungjawabkan di depan hukum tanpa kecuali. Semua orang baik itu warga sipil, aparat penegak hukum ataupun oknum militer sekalipun, setara di hadapan hukum, dalam hukum disebut dengan equality before the law.

Tindakan premanisme dan membabi buta itu diduga dilakukan oleh oknum Anggota Koramil 1624/03 Lewoleba bernama Tentara Muktar, Tentara Yakobus, Tentara Joko, Serda Hamka, Serda Veno, Serda Geril, Serda Riko, Serda Renaldi, pada Minggu malam (08/11/2020). Kronologinya adalah sebagai berikut, dengan menggunakan pakaian dinas lengkap militer TNI, lalu menganiaya warga masyarakat sipil bernama Donatus Lamabelawa (22) dan Nasrudin Syarif (40) di pinggiran jalan Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Setelah dianiaya dipinggir jalan, dibawa secara paksa layaknya diculik ke Kantor Koramil Lewoleba lalu dikeroyok ramai-ramai di Kantor Koramil.

Kepada Media SULUH DESA, hari Selasa (10/11/2020), Direktur LBH SIKAP Lembata Jufrians Lamablawa, S.H., M.H., mengatakan bahwa, pengeroyokan yang Anggota Koramil 1624/03 Lewoleba merupakan perilaku preman.

Baca Juga:  Kepala Seksi Teritorial Korem 143/HO Laksanakan Evaluasi di Kodim 1413/Buton

“Mana ada Undang-Undang mengatur oknum tentara sewenang wenang menganiaya warga masyarakat sipil di markasnya. Ini kan perilaku oknum Koramil Lewoleba yang mencederai institusi Angkatan Darat khususnya, TNI pada umumnya dan tindakan semacam ini memalukan sebetulnya,” tohoknya.

Ia juga menambahkan, “pertanyaan kita, apakah Kantor Koramil itu kantor tentara atau kini berubah menjadi markasnya para preman yang bersembunyi di balik institusi negara? Karena setahu kami dan seluruh rakyat Indonesia tahu, yang namanya tentara itu melindungi segenap tumpah darah, bukan seperti yang dilakukan para oknum-oknum anggota Koramil Lewoleba yang baru saja ‘menetas’ ini. Kalau perilaku para oknum ini melanggar ketentuan yang berlaku, ya kami minta dengan hormat kepada Pak Kasad Jenderal Andika Perkasa, Pangdam Udayana, Danrem Wira Sakti dan Dandin Flotim-Lembata untuk menindak tegas tindakan premanisme yang diduga dilakukan oleh oknum Anggota Koramil Lewoleba itu, dan melalui kesempatan ini kami minta kepada Pak Kasad Jenderal Andika Perkasa, Pak Pangdam Udayana, Pak Danrem Wira Sakti dan Pak Dandim Flotim-Lembata untuk dalam waktu 3 kali 24 jam segera mencopot Danramil Lewoleba ini karena dianggap tidak mampu mendampingi dan memberikan pembinaan yang baik kepada para anggotanya yang baru saja selesai dari lembaga pendidikan.”

Baca Juga:  Bersama Babinsa, Warga Kelurahan Jrebeng Bersihkan Pohon Tumbang

Ia melanjutkan, ketika mendengar kliennya dijemput secara paksa dan sewenang-wenang tersebut, keluarga lalu menyusul ke Koramil.

“Karena melihat klien kami dianiaya secara bergantian di Koramil, keluarga lalu menyampaikan, jangan dipukul begitu pak, kalau adik kami bersalah ya dihukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku, bukan dengan cara-cara represif begini. Mendengar keberatan yang dilontarkan pihak keluarga atas perilaku oknum Anggota Koramil demikian, salah seorang oknum Anggota Koramil Lewoleba yang bertugas malam itu Minggu (08/11/2020), mengancam keluarga klien kami dengan kata-kata, kalau kalian macam-macam kami tembak. Mendengar ancaman tembak tersebut, kluarga klien kami menanggapi dengan kata-kata silakan tembak pak, kami tidak takut dengan tembakan kalau kami benar. Kami juga keluarga besar Angkatan Darat, kakek kami Mantan Danramil di sini, lagian senjata itu dibeli dengan keringat rakyat. Karena ditanggapi demikian keluarga korban tersebut juga ikut dianiaya secara membabi buta oleh oknum Anggota Koramil Lewoleba malam itu. Kalau begini caranya apa yang kita mau harapkan dari oknum-oknum tentara semacam ini,” tandas Jufrians.

Baca Juga:  Dandim 1604/Kupang; TMMD Sarana Penambah Kedekatan TNI dan Rakyat

Disinggung tentang kondisi kliennya yang dikeroyok secara membabi buta oleh oknum Anggota Koramil Lewoleba tersebut, Pengacara Muda ini mengatakan, “klien kami sedang dirawat di RSUD Lewoleba, karena telinganya keluar darah terus, dan mengeluh sakit pada dada dan kepalanya.”

Ia mengakui akan membuat pengaduan resmi kepada pihak Polisi Militer di Kupang untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Agar menjadi pelajaran buat semua, bahwa tidak ada yang kebal hukum di negara hukum yang kita sebut NKRI harga mati ini. Tentara yang didambakan rakyat adalah tentara yg melindungi dan mengayomi seluruh tumpah darah, bukan tentara yang menganiaya rakyatnya sendiri. Sebaiknya dievaluasi dan ditindak tegas sebelum menimbulkan keresahan di masyarakat yang lebih luas dan mencederai Institusi TNI AD. Kalau pelanggarannya berat, dipecat saja dari keanggotaan TNI AD. Masih banyak anak negeri ini yang ingin jadi tentara yang benar dan baik,” tutupnya. (msd/fwl)