Pemkab TTU Ambil Langkah Serius Atasi Stunting

oleh -281 views
Kegiatan Rapat Koordinasi Fasilitasi Pembentukan Kader Pembangunan Manusia Tingkat Kabupaten TTU Tahun 2020, Senin (09/11/2020) di Aula Hotel Viktory 2 Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengambil langkah serius dalam penanganan stunting di wilayahnya, karena itu butuh peran semua sektor.

Hal ini disampaikan Asisten Tata Praja Kabupaten Timor Tengah Utara Drs. Yoseph Kuabib pada pembukaan Kegiatan Rapat Koordinasi Fasilitasi Pembentukan Kader Pembangunan Manusia Tingkat Kabupaten TTU Tahun 2020, Senin (09/11/2020) di Aula Hotel Viktory 2 Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam Sambutan Bupati TTU Ray Fernandez yang disampaikan Asisten Tata Praja Kabupaten TTU itu disampaikan bahwa, salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan penanganan stunting di Kabupaten TTU.

“Prioritas penanggulangan stunting perlu adanya upaya terpadu yang dilakukan secara lintas sektoral,” papar Yoseph.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU Thomas Laka juga mengatakan peran semua sektor dan seluruh masyarakat dalam penangan stunting menjadi hal yang utama.

Baca Juga:  28 Murid TK Kemala Bhayangkari 03 TTU Gelar Study Tour

“Tidak bisa hanya kami dari Dinas Kesehatan  yang menangani stunting tetapi peran semua OPD dan para kepala desa yang secara rutin bahu membahu untuk menekan stunting di Kabupaten TTU. Stunting dilihat secara tim. Aksi konvergensi lintas sektor mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan. Apalagi beberapa waktu lalu dengan kehadiran Nutrition International dan Save the Children untuk melihat program terpadu di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten TTU,” urainya.

Sementara itu Kepala Bidang Kemasyarakatan Dinas PMD Kabupaten TTU, Yustina Muti S.KM menjelaskan bahwa, desa memegang peranan penting untuk mengatasi stunting.Untuk itu, kepala desa harus tahu dan peduli untuk menggunakan anggaran dana desa dalam meminimalisir stunting di setiap desa.

KPM dibentuk agar percepatan penurunan stunting di desa lebih efektif. Untuk anggota KPM tidak harus dari posyandu. Pembentukan KPM bertujuan untuk mengelola dana desa untuk kegiatan penanganan stunting. KPM tidak harus dari pihak Posyandu saja namun boleh dari profesi lain.

Baca Juga:  Satgas Pamtas RI-RDTL Hadiri Acara Adat di Desa Naikake

“Ini merupakan isu nasional dimana menjadi strategi nasional yang dipimpin oleh Sekretariat Wakil Presiden, sehingga aka nada evaluasi sejauh mana strategi kabupaten dalam mencegah dan menurunkan angka stunting. Karena stunting merupakan tanggung jawab semua lini sampai ke desa karena sasaran kita adalah anak-anak kita. Jadi mari bersama bergandengan tangan menciptakan generasi yang sehat, serdas dan kreatif. Kasus stunting ini adalah akibat gizi kronis dan infeksi berulang terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan,” terang Yustina.

Hal yang perlu diperhatikan yaitu remaja putri yang akan menjadi calon ibu yang akan melahirkan, pasangan usia subur, dan juga ibu hamil sehingga perlu adanya edukasi, di desa harus ada posyandu, puskesmas tempat bagi anak dan remaja putri untuk konseling berbagai masalah anak. Pembentukan KPM (Kader Pembangunan Manusia) dan juga posyandu remaja dan penerapan sanitasi terpadu berbasis masyarakat.

Baca Juga:  Satgas Pamtas RI-RDTL, Bangun Tanggul Untuk Masyarakat Perbatasan

Tindak lanjut dari rapat koordinasi tersebut, Yustina mengimbau seluruh kepala desa agar dapat menggunakan anggaran dana desa untuk pencegahan stunting baik kegiatan spesifik maupun kegiatan sensitiv dalam penanggulangan stunting. Selanjutnya melaksanakan koordinasi secara intensif dengan dinas terkait kemudian melaporkan melalui dinas PMD Kabupaten TTU.

“Seluruh sumber daya yang ada, kemudian semua pihak terkait agar serius menangani stunting termasuk desa, posyandu, puskesmas secara berkelanjutan dengan didasari data yang valid dan lokasi prioritas yang telah ditetapkan,” beber Yustina.

Hadir dalam kegiatan tersebut, para kepala desa dari Kabupaten TTU, Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Dinas PMD Kabupaten TTU, dan Bapelitbangda, serta para tamu undangan lainnya. (vrg/vrg)