oleh

Di Benpasi Paket KITA SEHATI Adalah Tuan Rumah, Jangan Lawan!

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Calon Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Kristiana Muki dan Calon Wakil Bupati TTU Yosef Tanu dari Paket KITA SEHATI nomor urut 1 melakukan kampanye terbatas pada Sabtu (07/11/2020) di Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebelumnya ratusan pemuda Benpasi dengan kendaraan roda dua menjemput Kristiana Muki dan Yosef Tanu serta melakukan konvoi dari titik pertama di rumah tua milik Kristiana Muki di Pemancar depan SMPN 1 Kefamenanu (Samping Posko KITA SEHATI), lalu rutenya menuju SDLB melewati Gang Ansana 2, kemudian mengambil jalur belakang Benpasi Jalan Sonoel sampai di perempatan Dam Karet belok kanan ke perempatan Kantor BKKBN menuju lokasi kampanye.

Calon Bupati TTU Kristiana Muki dan Calon Wakil Bupati TTU Yosef Tanu disambut oleh masyarakat Kelurahan Benpasi di dekat samping SDK Leob pada pukul 18.00 Wita. Kristiana Muki dan Yosef Tanu dihantar ke tenda kemenangan dengan tarian dan pekikan kemenangan yang membahana.

Di depan tenda kemenangan, masyarakat menyambut kehadiran Kristiana Muki dan Yosef Tanu dengan tuturan takanab yang diserukan oleh tetua adat. Lalu mama-mama yang berdiri di samping tetua adat segera maju mengalungkan selendang kepada sang Cabup dan Cawabup TTU yang diusung oleh Partai Nasdem.

Selanjutnya, masyarakat mengiringi Kristiana Muki dan Yosef Tanu masuk ke tenda kemenangan dengan tarian dan pekikan kemenangan, palate. Sambil tetua adat mengucapkan selamat datang kepada kedua idola Pilkada TTU dari Paket KITA SEHATI nomor urut 1, kembang api ditembakkan ke langit dan bunyinya menggelegar.

Reno Silla selaku master of ceremony mempersilakan Kristiana Muki dan Yosef Tanu untuk menyerahkan kabi nok tua kepada tetua adat sebagai tanda terima ala atoin meto. Penyerahan kabi nok tua juga dimaksudkan untuk mengundang masyarakat setempat hadir dalam pesta Pilkada tanggal 9 Desember 2020.

Anggota DPRD TTU Oktovianus Sasi dalam orasi politiknya menyebut Kristiana Muki dan Yosef Tanu adalah pasangan serasi yang siap dan mampu memimpin Kabupaten Timot Tengah Utara untuk lima tahun ke depan.

“Banyak yang mendaftar untuk kalau boleh bisa menjadi Calon Bupati TTU. Tetapi Partai Nasdem memiliki cara tersendiri untuk mencalonkan kader-kadernya. Partai Nasdem melakukan survei untuk menemukan calon yang paling diterima di tengah masyarakat. Pada saat itulah ditemukan bahwa masyarakat sangat menerima Kristiana Muki sebagai calon yang paling pantas. Oleh sebab itu maka Kristiana Muki diusung sebagai calon dari Partai Nasdem. Namun beliau tidak menerima untuk dicalonkan. Awalnya ia menolak putusan yang menjadikannya Calon Bupati TTU. Alasan yang paling mendasar adalah bahwa beliau baru dikirim masyarakat TTU ke Senayan untuk menjadi DPR RI. Setelah melalui tahap demi tahap akhirnya beliau menerima untuk menjadi Calon Bupati TTU. Kemudian Kristiana Muki memilih Pak Yosef Tanu sebagai wakilnya. Keduanya merupakan pribadi yang sangat luar biasa dalam pendidikan maupun pengalaman. Keduanya juga merupakan pasangan yang serasi dan siap untuk memimpin TTU untuk lima tahun ke depan. Oleh sebab itu, sesuai hasil survei dan hasil poling, Paket KITA SEHATI sudah pasti menang,” ujar Oktovianus Sasi.

Selanjutnya, Oktovianus Sasi juga meyebut akun-akun palsu yang sering meneriakkan politik dinasti itu sebagai pembohong. Hal ini ditegaskannya dengan dasar bahwa Kristiana Muki mengikuti tahapan-tahapan Calon Bupati TTU sesuai mekanisme yang ditentukan.

“Hal ini kemudian dipelintir oleh segelintir orang dengan akun-akun palsu bahwa ini merupakan politik dinasti seolah-olah Pak Ray Fernandez langsung menunjuk Ibu Kristiana Muki untuk menjadi Bupati TTU. Jangan percaya. Akun-akun palsu itu adalah pembohong. Hal itu tidak bisa dikatakan politik dinasti karena Ibu Kristiana Muki juga melakukan tahapan yang ditentukan dalam kontestasi Pilkada TTU. Jadi saya mengajak kita semua mama-mama untuk menjadi tim pemenangan untuk perempuan pertama yang maju sebagai Calon Bupati TTU,” terang Oktovianus Sasi.

Saat berkampanye, Calon Wakil Bupati Yosef Tanu menegaskan dirinya dan Kristiana Muki besar di wilayah Kelurahan Benpasi. Yosef Tanu tinggal di wilayah Kelurahan Benpasi sejak SMA sedangkan Kristiana Muki sejak SD sudah tinggal di Benpasi dan baru pindah ke rumah sekarang di Km5 Jurusan Atambua pada tahun 2008.

“Saya dengan Mama Kristiana besar di wilayah Kelurahan Benpasi. Dan bahkan sampai menikah pun kami masih di Wilayah Kelurahan Benpasi. Sehingga kami sangat kenal semua orang tua yang ada di sini. Tentunya bapak dan mama di sini juga akan pilih Paket KITA SEHATI karena kalau mau hitung-hitung kami ini sudah menjadi bagian dari keluarga besar di Benpasi. Saya sejak SMA sudah tinggal di Wilayah Benpasi dan Mama Kristiana juga sudah tinggal sejak SD di sini. Mama Kristiana baru pindah ke Km 5 pada tahun 2008. Maka dari itu,  kami tidak ragu untuk datang ke Benpasi karena selain jadi tuan rumah, kami juga yakin bahwa Paket KITA SEHATI bakal menang di Benpasi,” tandas Yosef Tanu disambut sorak dan tepuk tangan masyarakat.

Selanjutnya, Yosef Tanu mengajak masyarakat untuk memilih Paket KITA SEHATI. Ia juga menyebut akun-akun palsu yang mendukung salah satu paket itu juga merupakan masyarakat TTU yang tinggal di luar TTU sehingga tidak mungkin menggunakan hak pilihnya.

“Saya mau sampaikan jujur bahwa saya dan mama Kristiana Muki dipilih oleh Partai Nasdem melalui survei. Kami tidak pikul map untuk datang sampaikan lamaran ke Partai Nasdem. Oleh sebab itu kami tidak kasih keluar uang satu rupiah pun untuk mendaftar. Lalu kemudian ada akun-akun palsu yang sering teriak-teriak di Facebook itu kalau mau diteliti baik-baik, mereka itu tinggal di luar TTU. Kalau tinggal di luar TTU dan menjadi pendukung salah satu paket berarti mereka tidak mungkin menggunakan hak pilihnya. Jadi kalau kita mau analisa lebih jauh mereka itu secara tidak langsung sudah keropos dalam. Atau mungkin lebih jauh kita akan bilang itu sudah popok dalam. Jadi jangan ragu untuk pilih Paket KITA SEHATI karena kita sudah menang. Saya juga mau bilang jangan sekali-kali meremehkan perempuan. Karena perempuan sangat berperan penting dalam pekerjaan bapak-bapak, namun dalam pekerjaan mama-mama sering bapak tidak ikut kerja karena dianggap sebagai pekerjaan perempuan. Misalnya memasak dan cuci piring dianggap sebagai pekerjaan perempuan. Tetapi kerja di kebun, mama juga ikut kerja,” ujar Yosef Tanu.

Sementara itu, Kristiana Muki dalam orasi politiknya mengatakan, “ini perempuan yang Calon Bupati TTU tetapi banyak laki-laki takut dan gelisah. Kalau mau jadi pemimpin baru dada tidak kuat lebih baik mundur. Kalau jadi laki-laki dan penakut sebaiknya pakai rok saja dan kami perempuan yang pakai celana. Sehingga saya juga mau bilang kalau laki-laki yang macam-macam dengan saya, maka saya bersama dengan mama-mama pendukung Paket KITA SEHATI akan tangkap dia baru kemudian hai mfutu (kami ikat dia, red.) supaya dia tahu bahwa perempuan juga kuat.”

Dalam pemaparan visi dan misi Paket Kita SEHATI, Kristiana Muki menjelaskan berbagai macam program yang bakal dikerjakan lima tahun ke depan apabila terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati TTU. Program-program tersebut meliputi pertanian, peternakan, pendidikan, kesehatan, perikanan, infrastruktur, dan pariwisata. Ada juga program yang dilanjutkan dari Bupati dan Wakil Bupati saat ini seperti perumahan (program Berarti) dan program Padat Karya Pangan (PKP).

Reno Silla memberikan kesempatan berorasi kepada Ketua DPW Partai Nasdem Raymundus Sau Fernandez yang baru muncul sesaat sebelum Calon Bupati TTU Kristiana Muki menyampaikan visi dan misinya.

“Saya dan Ibu Kristiana memulai hidup dari Benpasi. Kami punya segala suka dan duka tentunya bapak dan mama tahu. Oleh sebab itu setibanya dari Jakarta saya langsung ikut ke Benpasi untuk menyapa bapak dan mama semua. Saya mengajak bapak dan mama sekalian untuk memilih pemimpin dengan hati gembira. Kita jangan pakai akun palsu untuk menyerang orang lain. Selama sepuluh tahun saya memimpin, tentunya banyak perubahan yang ada. Saya juga mau bilang banyak orang hidup bersama saya dari Benpasi sampai sofa sudah hitam semua. Juga lampu hanya pasang dua dan makan kangkung sama-sama. Mereka melupakan semua perjuangan saya untuk mereka dan memaki saya di media sosial. Saya mau bilang mereka itu dulu saya yang ajar sehingga kemudian mereka pakai untuk politik saat ini. Tenang saja saya yang ajar sehingga saya tahu kuncinya. Kita punya strategi tersendiri lagi. Lalu dalam politik kita harus punya basis karena kalau tidak punya berarti kita hanya melayang saja,” tutup suami dari Kristiana Muki yang juga Bupati TTU ini. (Seko/Seko)

DomaiNesia

Komentar

News Feed