Tersangka Berkeliaran, Wartawan di Malaka Korban Pengeroyokan Dibuntuti Terus

oleh -153 views
Stop kekerasan terhadap Jurnalis

MALAKA, suluhdesa.com – Yohanes Seran Bria atau Bojes, Wartawan Gardamalaka.com yang menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh Raimundus Seran Klau (Anggota DPRD Malaka Fraksi Golkar) Sergius Fransiskus Klau Alias Anarki (Ketua PAC Malaka Barat Partai Golkar) dan Yohanes Seran alias Mugen (Anggota Angkatan Muda Partai Golkat atau AMPG Malaka), mengaku kalau dirinya tidak nyaman dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang Jurnalis, karena dirinya selalu dibuntuti oleh orang tak dikenal ketika dirinya hendak melakukan tugas peliputan di lapangan.

Pengakuan ini disampaikan oleh korban kekerasan di muka umum atas nama saudara Yohanes Seran Bria alias Bojes (Wartawan Gardamalaka.com) yang dilakukan oleh 3 orang pelaku yakni Raimundus Seran Klau (Anggota DPRD Malaka Fraksi Golkar) Sergius Fransiskus Klau Alias Anarki (Ketua PAC Malaka Barat Partai Golkar) dan Yohanes Seran alias Mugen (Anggota Angkatan Muda Partai Golkat atau AMPG Malaka) yang saat ini sudah ditetapkan tersangka oleh penyidik Polres Malaka melalui SP2HP namun belum juga ditahan dan diproses hukum oleh Polres Malaka.

“Saya merasa takut, karena beberapa hari terakhir ini saya dibuntuti terus oleh orang tak dikenal, jadi sekarang saya mau keluar untuk liput juga selalu was-was,” ucap Bojes kepada Media SULUH DESA Rabu (04/11/2020).

Baca Juga:  Warga Desa Lakekun Barat Terima BLT, Kades Minta Jangan Beli Sopi

Bojes juga sangat menyayangkan tindakan Polres Malaka dalam hal ini Reskrim Polres Malaka yang tidak menahan para tersangka kekerasan terhadap dirinya.

“Ini sudah jelas orang-orang ini tunjukkan aksi preman di hadapan umum, namun pihak Polres Malaka membiarkan mereka berkeliaran. Padahal waktu kejadian di TKP, ada juga Kabag OPS yang menyaksikan langsung. Sayangnya, saat itu seolah mereka (Polisi) lagi menonton film secara live,” tohok Bojes.

Baca Juga:  Usai Ditegur Bupati Malaka, CDM Betun Kerjakan Penampung Limbah

Bojes juga menambahkan bahwa terkait kasus ini, segala bukti otentik sudah diserahkan berupa video asli kejadian dan saksi juga sudah memenuhi syarat diperiksa.

“Tapi, kenapa sampai detik ini penyidik Polres Malaka belum tahan tersangka?. saya curiga Polres Malaka sudah masuk angin,” kata Bojes penuh kesal.

Terpisah, salah satu Kuasa Hukum Bojes, Yulianus Bria Nahak, S.H., M.H, saat dihubungi lewat telpon mengatakan, dirinya sangat kecewa dengan tindakan Polres Malaka dalam hal ini penyidik Polres Malaka yang lamban dan seolah takut menahan tersangka.

“Kita menduga ada ketakutan dari pihak Polres Malaka untuk menahan para tersangka. Dan semoga dugaan kita ini salah. Kita juga patut menduga ada apa di balik kasus ini? Jangan sampai terjadi persekongkolan dan perselingkuhan antara Polres Malaka dan para tersangka. Ini sebatas dugaan kami,” sergah Yulianus.

Baca Juga:  Simon Nahak Tepis Isu Miring Antara Dirinya dan Kim Taolin Calon  Wakilnya

“Karena di antara ketiga tersangka ini, selain Anggota dan Simpatisan Partai Golkar, salah satu tersangka juga adalah seorang Anggota Dewan,” tegasnya.

Untuk diketahui ketiga tersangka tersebut adalah Raimundus Seran Klau (Anggota DPRD Malaka Fraksi Golkar), Sergius Fransiskus Klau Alias Anarki (Ketua PAC Malaka Barat Partai Golkar) dan Yohanes Seran alias Mugen (Anggota Angkatan Muda Partai Golkat atau AMPG Malaka).

Saat ini, sesuai Surat Pemberitahuan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterima oleh Bojes dari Penyidik polres Malaka, bahwa kasus ini sudah dilimpahkan ke Penyidik Dirkrimum Polda NTT. (rth/tim)