oleh

Polda NTT Ambil Alih Kasus Pengeroyokan Wartawan di Malaka

MALAKA, suluhdesa.com – Kasus Pengeroyokan Wartawan Gardamalaka.com atas nama Yohanes Seran Bria alias Bojes dan juga Pimpinan Redaksi Gardamalaka.com yang terjadi di Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 15 Oktober 2020 lalu, yang mana sudah tetapkan tiga orang tersangka atas nama Raimundus Seran Klau (Anggota DPRD Malaka Fraksi Golkar) Sergius Fransiskus Klau Alias Anarki (Ketua PAC Malaka Barat Partai Golkar) dan Yohanes Seran alias Mugen (Anggota Angkatan Muda Partai Golkat atau AMPG Malaka) oleh Polres Malaka, sudah dilimpahkan ke Polda NTT.

Sejak ditetapkan tiga orang tersangka tersebut oleh Polres Malaka melalui Reskrim, tidak ada keinginan dari Polres Malaka untuk menahan 3 orang tersangka tersebut dengan berdalil Penyidik punya pertimbangan-pertimbangan, sedangkan semua bukti sudah lengkap, sehingga Polda NTT mengambil alih kasus tersebut dan dianggap Polres Malaka tidak mampu menangani kasus ini.

Kuasa Hukum Melkianus Contarius Seran, S.H, saat ditemui awak media pada hari Jumat (06/11/2020) mengatakan, pelimpahan kasus pengeroyokan terhadap wartawan dari Polres Malaka ke Polda NTT menjadi petunjuk kuat bahwa ternyata Polres Malaka tidak mampu menegakkan hukum dan keadilan di Malaka.

Kuasa hukum yang akrab disapa Melki dan lebih familiar disapa Guntur ini memastikan bahwa pelimpahan kasus ini ke Polda NTT, tidak akan mengubah status tersangka sebab bukti video dan saksi sudah sangat jelas.

“Dengan pelimpahan ini, saya pastikan tidak akan mengubah status 3 orang tersangka dalam kasus yang sedang diproses dan kajian kami sudah cukup bukti berdasarkan saksi, fakta dan bukti digital berupa rekaman video original dan sudah di lakukan kroscek atau perbandingan dengan vidio yg sedang viral ternyata sama persis dan dari vidio itu terungkap fakta hukum,” kata Guntur.

“Dan dari fakta hukum tersebut dapat diketahui siapa pelakunya dan melakukan apa, itu terlihat jelas di rekaman vidio itu,” tambahnya.

“Dari bukti tersebut, kata Guntur, sudah cukup bukti untuk dilakukan penahanan terhadap 3 tersangka Mundus, Anarki dan Mugen karena mereka secara bersama-sama menggunakan tenaga bersama melakukan kekerasan terhadap klien kami Bojes Seran yang saat itu sedang menjalankan tugas profesi sebagai wartawan,” lanjutnya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya meminta dengan tegas kepada Kapolda NTT agar segera menangkap dan menahan 3 orang tersangka tersebut, karena 3 orang tersangka tersebut sangat berpotensi mengulangi tindak pidana, menghilangkan barang bukti dan berpotensi menghambat proses hukum kasus yang sedang berjalan.

Selain itu pula kasus ini menjadi atensi publik, sehingga dirinya berharap dalam kasus ini tidak boleh tebang pilih.

“Mestinya hukum harus netral dan hukum harus ditegakkan secara adil sekalipun langit akan runtuh,” tegas Guntur.

Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno, S.H, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp sejak tanggal 04 November 2020, menanyakan alasan mendasar Polres Malaka terkait pelimpahan kasus pengeroyokan wartawan, belum mendapat jawaban hingga berita ini diturunkan. (tim/yui)

Komentar

News Feed