oleh

Frans Salem Ajak Seluruh Masyarakat NTT Like Virtual Choir

KUPANG, suluhdesa.com – Karena pandemi Covid-19 yang hingga hari ini belum ada tanda-tanda berakhir maka Pesparani Nasional ke 2 ditunda ke tahun 2021. Hal ini disampaikan Ketua umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) NTT, Frans Salem didampingi Karo Humas Setda NTT, Jelamu Ardu Marius dan anggota LP3KD NTT, Sinun Petrus Manuk, Apolinaris Tukan, Elly Djoka, Cornel Kiik dan Gusty Brewon kepada awak media di Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Rabu (04/11/2020)

Menurut Frans, untuk tetap memotivasi umat dan mendorong semangat umat sehingga dapat terus bernyanyi memuliakan Tuhan, maka LP3K Nasional menginisiasi sebuah kegiatan yang disebut LP3K Nasional Virtual Choir Festival atau festival paduan suara secara virtual yang diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia.

“Dalam perjalanannya  hanya ada 27 Provinsi yang bisa siap karena ternyata festival ini cukup berat juga karena masing-masing orang merekam dirinya saat bernyanyi, kemudian diedit dan digabung menjadi satu sehingga pekerjaannya lumayan besar. Tapi kita bersyukur, untuk NTT tetap memegang semangat yang telah disampaikan, baik oleh Bapak Gubernur maupun Bapak Uskup. Bahwa persoalan kita bukan untuk tampilnya tapi pembinaan untuk bernyanyi,” jelasnya.

Dijelaskannya semula pesertanya dari Kota Kupang untuk menyanyi kemudian direkam. Tapi dalam perjalanannya, LP3KD NTT memilih untuk mengambil dari 7 Keuskupan, dimana satu Keuskupan mewakili satu Kabupaten/Kota.

“Di Keuskupan Agung Kupang diwakili oleh Kota Kupang, Keuskupan Atambua diwakili oleh Kabupaten TTU, Keuskupan Wetebula diwakili oleh Kabupaten Sumba Barat Daya, Keuskupan Larantuka diwakili oleh Kabupaten Flores Timur, Keuskupan Maumere diwakili oleh Kabupaten Lembata karena kondisi di Kabupaten Sikka dan Keuskupan Ende diwakili Kabupaten Nagekeo dan Keuskupan Ruteng diwakili oleh Kabupaten Manggarai Barat,” urainya.

Ditambahkan pula, pihaknya telah mengirim 2 lagu yakni lagu rohani dan lagu daerah. Kemudian sesuai petunjuk panitia nasional, ada sambutan Uskup dengan  pengantar lagu rohani dan sambutan Gubernur NTT dengan  pengantar  lagu daerah Soka Seleng.

“Kita sudah mengirim ke nasional dan sudah ditayangkan sejak tanggal 29 Oktober lalu. Penilaiannya itu ada aspek teknis karena ada Dewan Juri tapi ada satu penilaian berdasarkan likes terbanyak. Jadi kami mengajak dukungan seluruh masyarakat NTT dimana saja berada untuk memberikan like atau jempol pada tayangan YouTube lagu daerah Soka Seleng dan lagu rohani Mari Masuk Rumah Tuhan, sehingga nanti kontingen NTT bisa memenangkan virtual choir,” ungkap Frans Salem.

Kondisi hari ini, NTT sedang berada di posisi ke tiga. Posisi pertama yakni  Provinsi Jawa Tengah dengan 4900 yang sudah like, Provinsi Kalimantan Timur dengan 2900 yang like dan Provinsi NTT di urutan ketiga dengan 2700 yang like.

Frans Salem meminta dukungan seluruh masyarakat NTT dimana saja berada untuk memberikan like atau jempol pada tayangan YouTube lagu daerah Soka Seleng  dan lagu rohani Mari Masuk Rumah Tuhan. Dua lagu LP3KD di YouTube. (vrg/trh)

Komentar

News Feed