oleh

Kristiana Muki; Gaji DPR RI Lebih Besar dari Gaji Bupati TTU

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Calon Bupati Timor Tengah Utara dari Paket KITA SEHATI nomor urut1, Kristiana Muki, melakukan kampanye terbatas di Kecamatan Biboki Moenleu pada Selasa (03/11/2020). Kristiana Muki mendatangi empat titik lokasi kampanye antara lain dua titik di Desa Oepuah dan dua lainnya di Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kristiana Muki Calon Bupati Timor Tengah Utara (TTU) disambut oleh rombongan masyarakat Desa Oepuah dengan takanab di cabang masuk wilayah Ketbone pada pukul 10.30 Wita. Masyarakat tampak sangat antusias menyambut kehadiran sang idola Pilkada TTU tahun 2020. Antusiasme masyarakat ditampilkan dalam barisan panjang konvoi sepeda motor yang mengarak sang Ratu Pilkada TTU sampai ke tenda kampanye terbatas. Di depan tenda kampanye terbatas, Kristiana Muki disambut oleh mama-mama dengan pengalungan selendang. Kemudian, Kristiana Muki mencuci tangan dan megukur suhu tubuh dengan thermo gun.

Di dalam tenda kampanye, Kristiana Muki menyerahkan kabi nok tua kepada amnaistin sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat. Kabi nok tua ini juga sebagai cara untuk mengundang masyarakat turut hadir dalam pesta Pilkada TTU tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Sementara itu, di titik kedua Desa Oepuah Utara, Kristiana Muki disambut oleh masyarakat setempat pada pukul 12.30 Wita dan di titik ketiga Desa Oepuah, Calon Bupati TTU ini disambut pada pukul 15.30 Wita. Terakhir di titik keempat Desa Oepuah Utara, rombongan disambut pada pukul 17.20 Wita.

Kristiana Muki dalam menyampaikan orasi politiknya mengundang masyarakat setempat untuk berpolitik santun tanpa membuat kericuhan.

“Kalau cinta Kristiana Muki dan Yosef Tanu dan cinta Paket KITA SEHATI, mari kita berpolitik secara baik tanpa membuat kericuhan. Ingat ini hanya untuk lima tahun sehingga kita jangan sampai saling membenci karena politik. Mari kita saling menghargai dan menghormati sebagai saudara. Sehingga tidak ada kericuhan karena politik dan berimbas pada hubungan persaudaraan kita. Saya minta kepada bapak mama sekalian supaya memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak. Supaya tidak menjadi biang untuk masalah yang terjadi seperti yang kemarin di Maubesi. Ada oknum yang memasang paku di jalan untuk mencelakai orang lain yang datang berkampanye di situ. Kita jangan mabok sopi lalu pergi pasang paku atau teriak-teriak nomor paket lain di hadapan paket yang sementara kampanye di wilayah kita. Kita harus ajarkan anak-anak dengan baik, karena anak-anak adalah cerminan orang tua. Mari kita berpolitik santun dengan menjadi polisi untuk pribadi masing-masing,” ujar Kristiana Muki mengingatkan masyarakat.

Mengklarifikasi isu-isu miring yang berkembang di tengah masyarakat yang disebar lewat media sosial, Kristiana Muki membandingkan gaji DPR RI dengan gaji seorang bupati.

“Saya dan Pak Ray Fernandez dihujat habis-habisan dengan istilah politik dinasti. Ada juga yang bilang kami terlalu rakus akan uang. Ada juga yang bilang kalau Pak Ray sudah mau berhenti sehingga pasang saya supaya kemudian jadi Bupati TTU dan menyelamatkan Pak Ray dari sejumlah korupsi yang dibuat olehnya. Tetapi kalau mau omong rakus, saya sendiri tidak ingin pulang ke TTU hanya untuk dapat gaji 5 juta rupiah lebih karena gaji DPR RI jauh lebih besar dibandingkan gaji Bupati TTU ini. Gaji DPR RI itu 63 juta rupiah lebih sehingga kalau mau omong rakus, saya pikir tidak tepat. Saya dicalonkan atas dasar permintaan Partai Nasdem yang melihat saya sebagai kader yang mampu. Sehingga dalam perjalanan waktu, saya merefleksikannya bahwa sudah saatnya untuk perempuan memimpin TTU dan saya juga bisa lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di TTU,” tegas Kristiana Muki.

Calon Bupati TTU Kristiana Muki dalam memaparkan visi dan misi Paket KITA SEHATI menyebut beberapa program yang dipertimbangkan dapat mendongkrak ekonomi masyarakat.

“Kita akan mendorong anak-anak muda di Pantura untuk masuk dan magang bersama dengan orang yang punya kapal sendiri sehingga bisa mendapatkan pelatihan di situ. Sehingga kemudian mereka bisa mendapat pekerjaan dengan bermodalkan pelatihan yang sudah diperoleh. Selanjutnya, Pemerintah juga sediakan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk teman-teman yang putus sekolah supaya bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah.  Kita berikan pelatihan untuk penjahit dan asisten rumah tangga. Sehingga kemudian pemerintah bakal membantu menyediakan dana modal untuk mereka sehingga bisa membuka usaha atau mereka yang bekerja sebagai asisten rumah tangga bisa dibekali dengan pengetahuan yang baik,” pungkas Kristiana Muki disambut tepukan tangan meriah masyarakat. (Seko/Seko)

Komentar

News Feed