oleh

Debat Publik Pilkada Malaka, Cawabup Wendelinus Taolin Hanya Diam

MALAKA, suluhdesa.com – Debat Publik Pilkada Malaka yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malaka di Aula Susteran SSps Betun, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (04/11/2020) menampilkan Calon Wakil Bupati Malaka Wendelinus Taolin yang mendampingi Calon Bupati Malaka Stef Bria Seran tak bersuara sedikit pun dan hanya diam. Banyak masyarakat yang kecewa dengan kejadian ini. Mereka berkomentar bahwa kejadian itu merupakan preseden buruk yang ditunjukkan oleh Stef Bria Seran. Banyak di antara masyarakat juga yang mengulang kembali pernyataan Stef Bria Seran bahwa wakil bupati tidak punya kuasa.

Beberapa masyarakat Malaka yang tak ingin namanya dimediakan mengatakan kepada wartawan usai menonton Debat Publik Pilkada Malaka 2020 bahwa, “jelas terlihat ketika debat tadi, Calon Wakil Bupati Malaka Wendelinus Taolin tidak diberikan kesempatan sama sekali sampai selesai debat.”

“Masa sang calon wakil tidak diberi kesempatan juga, berarti betul sudah ini, yang Pak Stef Bria Seran omong (bicara) saat deklarasi beberapa waktu lalu. Pak Stef bilang wakil tidak ada kuasa,” katanya.

Pantauan media, selama debat publik yang berjalan kurang lebih 2 jam itu calon wakil bupati dari Pasangan Calon Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, M.P.H tidak sedetik pun bersuara. Sedangkan Calon Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin, S.Sos atau yang akrab disapa Kim Taolin, dari pasangan Calon Bupati Dr. Simon Nahak, S.H., M.H dengan nomor urut 1, diberikan kesempatan oleh Calon Bupati Simon Nahak untuk berbicara dan menyampaikan visi misi Paket SN-KT serta menjawab pertanyaan dari paslon nomor urut 2 walaupun kehabisan waktu saat bicara saat itu.

“Ini memberikan jawaban kepada masyarakat, terutama masyarakat daerah pemilihan (dapil) 3, bahwa Calon Wakil Bupati Wandelinus Taolin tidak punya kuasa,” jawab beberapa masyarakat dari dapil 3 kepada wartawan setelah menonton debat publik.

Untuk diketahui, para awak media, baik cetak maupun online hanya memantau situasi debat di luar pagar Aula Susteran SSps Betun sebab tidak diizinkan masuk oleh KPU Malaka. (msd/tim)

Komentar

News Feed