Wagub NTT Pantau Kesiapan 3 Pulau di Manggarai Barat

oleh -179 views
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Adrianus Nae Soi, saat melaksanakan kunjungan di tiga destinasi unggulan yang ada di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu Pulau Padar, Pulau Komodo, dan Pulau Rinca pada Selasa (03/11/2020).

LABUAN BAJO, suluhdesa.com – Semua sarana pariwisata harus benar-benar memenuhi standar protokol keselamatan dan keamanan. Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Adrianus Nae Soi, saat melaksanakan kunjungan di tiga destinasi unggulan yang ada di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu Pulau Padar, Pulau Komodo, dan Pulau Rinca, pada Selasa (03/11/2020).

Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti pelaksanaan Rapat Koordinasi Simulasi Keamanan dan Keselamatan Destinasi Pariwisata yang dilaksanakan pada Senin (02/11/2020), bertempat di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat. Kunjungan tersebut juga untuk melihat secara langsung beberapa titik yang akan menjadi pusat kegiatan Simulasi Protokol Keamanan dan Keselamatan Destinasi Pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat, pada tanggal 12 November 2020 mendatang.

Saat kunjungan tersebut Wagub Nae Soi menegaskan tentang kesiapan berbagai fasilitas pendukung seperti ketersediaan rambu-rambu, mercusuar dan jalur evakuasi harus segera dirampungkan sebelum tanggal 10 November 2020.

Baca Juga:  NTT Tambah 1 Positif Covid-19, Secepatnya Operasionalkan Laboratorium PCR

“Semua rambu harus secepatnya siap, dan rambu-rambu tersebut harus disajikan atau ditulis dalam berbagai bahasa internasional, yaitu : Bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, Jepang, Jerman, Rusia, Spanyol, Prancis dan Arab. Dan ini menjadi tanggung jawab bersama BNPB, BASARNAS, BMKG, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur serta Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat,” tegas Mantan Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM RI.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur pada hari ini juga melakukan kunjungan langsung ke Lokasi Proyek Pengembangan Jalan Raya di sepanjang ruas Jalan Gorontalo menuju Kampung Nggoer, Dusun Laik, Desa Golo Mori, yang terletak pada Bagian Selatan Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Kawasan yang akan dikembangkan tersebut berjarak 30 kilometer dari arah Labuan Bajo. Saat kunjungannya, Wagub Nae Soi menemukan 15 kilometer dari ruas jalan tersebut masih dalam keadaan rusak parah.

Baca Juga:  Gubernur NTT; Harus Bangkitkan Orang Bodoh Masuk Surga

“Ruas jalan yang rusak ini, termasuk keseluruhan jalan yang akan dilintasi oleh para tamu termasuk para kepala negara sebagai peserta KTT G. 20, harus segera diperbaiki dan diperlebar, dalam rangka mendukung Pengembangan Kawasan Tana Mori sebagai Kawasan Unggulan Pusat Pariwisata Baru di Labuan Bajo, menjadi Kawasan Super Premium,” pinta Mantan Anggota Fraksi Golkar DPR RI tersebut.

“Di Pusat Kawasan Ekonomi Baru tersebut rencananya akan dibangun beberapa hotel berbintang sebagai akomodasiyang representatif bagi para tamu terhomat dari berbagai negara,” ujar Wagub Josef Nae Soi.

Selanjutnya ia menegaskan kepada Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 3 Nusa Tenggara Timur (Mabar, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada Gako), Yanuar Dwi Putera, untuk segera memulai pelaksanaan proyek pengembangan ruas jalan tersebut sebagai penunjang suksesnya agenda kegiatan bertaraf internasional pada tahun 2023, sekaligus dengan hadirnya kawasan tersebut akan memberi dampak ekonomis bagi masyarakat lokal.

Baca Juga:  Waspada, Provinsi NTT Penyumbang Penyakit Malaria Terbesar di Indonesia

“Saya ingatkan, waktu yang tersisa hanya tinggal setahun lebih efektif untuk proses penyelesaiannya menjelang pertemuan tingkat dunia 2023 nanti. Oleh sebab itu Kawasan Tana Mori ini harus secepatnya  diubah “didandani” sebagai “Bali II” di Indonesia,” tegas Wagub Nae Soi.

Ia juga menandaskan, Provinsi Nusa Tenggara Timur selama ini sudah sangat  mendapat perhatian dan dukungan yang luar biasa dari Pemerintah Pusat untuk merealisasikan Labuan Bajo sebagai salah satu Destinasi Super Premium di Indonesia.

“Untuk itu seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur harus meresponsnya dengan kerja keras,” imbuh Pria Asal Ngada tersebut.

Saat kunjungan sore tadi, Josef Adreanus Nae Soi didampingi oleh Kadis Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Isyak Nuka, dan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Thomas Bangke beserta rombongan dari Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 3 Nusa Tenggara Timur. (Hms/msd)