oleh

Kasus Pengeroyokan Wartawan di Malaka, PWOIN NTT Sudah Surati Polri

MALAKA, suluhdesa.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (Provinsi NTT) telah menyurati Kepolisian Republik Indonesia, Jumat (30/10/2020) dan meminta Kepolisian Daerah NTT (Polda NTT) untuk mengambil alih kasus pengeroyokan terhadap Wartawan Media Siber Gardamalaka.com, Yohanes Seran Bria alias Bojes.

Ketua DPW PWOIN NTT, Johanes Yoseph Henuk, melalui rilis persnya Selasa (03/11/2020) mengatakan, sudah bersurat ke Polres Malaka, Polda NTT, dan Mabes Polri.

Selain itu, kata Jhon Henuk, surat PWOIN juga ditujukan kepada beberapa pihak seperti Komnas HAM, Ombudsman, Dewan Pers, Komisi III DPR RI, Pimpinan DPR RI, DPP Partai Golkar, DPD I Partai Golkar, dan DPP PWOIN.

“Kita pastikan surat dari PWOIN sudah didistribusikan dan bahkan sudah diterima pihak-pihak tertuju,” kata dia.

Dalam surat tersebut, Ketua DPW PWOIN NTT dengan tegas menyerukan agar Polri melalui Polres Malaka secepatnya menahan ketiga tersangka, yaitu Raymundus Seran Klau (Anggota DPRD Malaka dari Fraksi Partai Golkar), Sergius Fransiskus Klau (Ketua PAC Partai Golkar Malaka Barat), dan Yohanes Seran (Anggota Angkatan Muda Partai Golkar atau AMPG).

Kata Jhon Henuk, salah satu tuntutan PWOIN adalah bahwa Polda NTT sebagai institusi kepolisian wilayah yang membawahi Polres Malaka segera mengambil alih kasus pengeroyokan terhadap Wartawan Gardamalaka.com, jika Polres Malaka lamban dalam menangani kasus tersebut.

Terpisah, Selasa (03/11/2020) Tim Penasihat Hukum Wartawan Gardamalaka.com melalui Yulianus Bria Nahak, S.H., M.H menyampaikan bahwa pihaknya akan melayangkan surat kepada Polres Malaka untuk meminta perlindungan hukum terhadap kliennya, Yohanes Seran Bria alias Bojes.

Selain itu, agar kasus pengeroyokan terhadap Wartawan Gardamalaka.com di Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka pada Kamis (15/10/2020) lalu segera ditindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan dan penahanan terhadap ketiga tersangka.

Untuk diketahui, kasus pengeroyokan terhadap Wartawan Media Gardamalaka.com telah menjadi kasus yang mendapat atensi publik Indonesia.

Untuk itu, Ketua DPP PWOI Nusantara pun membuka suara sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya.

Sementara itu, melalui rilis persnya, Ketua Umum DPP PWOI Nusantara, Feri Rusdiono juga mengecam keras tindak kekerasan yang dilakukan oleh massa pendukung salah satu paket Calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka juga Pengurus Anak Cabang Partai Golkar di Kabupaten Malaka pada Kamis (15/10/2020) lalu.

“Sebagai Ketua DPP PWOIN saya minta Pimpinan Kepolisian Wilayah Hukum Provinsi NTT memberi tindakan yang tegas kepada pelaku sesuai hukum yang berlaku,” tegas Feri Rusdiono.

Menurutnya, penganiayaan atau pengeroyokan dan perampasan barang milik wartawan tersebut saat melakukan tugas jurnalistik merupakan selain pelanggaran terhadap Undang-Undang Pers No 40 Tahun 1999, juga adalah pidana yang diatur dalam KUHP. (fgt/tim)

DomaiNesia

Komentar

News Feed