Kampanye di Biboki Moenleu, Yosef Tanu; Kembangkan Program TANGGAP

oleh -845 views
Masyarakat di Kecamatan Moenleu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sedang mengikuti kampanye Yosef Tanu Calon Wakil Bupati TTU dari Paket KITA SEHATI nomor urut 1, pada Selasa (03/11/2020).

KEFAMENANU, suluhdesa.com –  Yosef Tanu Calon Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU) dari Paket KITA SEHATI nomor urut 1 melakukan kampanye di empat titik di Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (03/11/2020). Empat titik itu di Desa Kaubele (pukul 12.00 Wita), Desa Matabesi (pukul 14.30 Wita), Desa Luniup (pukul 16.30 Wita), dan di Desa Tunbes (pukul 18.00 Wita). Dalam kesempatan kampanye itu, Yosef Tanu didampingi Brando Sambiko Anggota DPRD Kabupaten TTU dari Partai Nasdem dan beberapa Kader Partai Nasdem TTU.

Yosef Tanu yang mengenakan pakaian adat motif Biboki itu setiap kali masuk ke tempat kampanye selalu mencuci tangan dan mengukur suhu tubuh dengan thermo gun yang disiapkan petugas sebagai bentuk taat pada protap kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Namun, sebelumnya Yosef Tanu diterima dengan takanab yang dibawakan tetua adat yang hadir. Masyarakat sangat antusias menyambut Calon Wakil Bupati TTU yang masih muda itu. sesekali teriakan palate membahana mengiringi langkah kaki Yosef Tanu saat masuk ke dalam tenda kemenangan. Yosef Tanu tidak segan-segan menyalami semua masyarakat yang hadir sambil tersenyum manis.

Pantauan Media SULUH DESA, di empat desa tempat kampanye itu, Yosef Tanu sebelum memaparkan visi misi Paket KITA SEHATI, menyerahkan kabi nok tua kepada tetua adat yang hadir sambil mengungkapkan niat kedatangannya di hadapan ratusan masyarakat yang memenuhi tenda kemenangan.

“Ibu Kristiana Muki dan saya datang ke hadapan bapak mama sekalian untuk mengundang supaya hadir di tanggal 9 Desember mendatang dalam Pilkada TTU. Pada saat itu Paket KITA SEHATI nomor urut 1 hadir bersama dua paket lainnya. Oleh karena itu, kami minta kesediaan bapak mama sekalian untuk hadir dan mencoblos Paket KITA SEHATI nomor urut 1. Ini saya serahkan kabi nok tua kepada bapak mama sekalian sebagai tanda ikatan kasih persaudaraan,” ujar Yosef Tanu.

Baca Juga:  Dinas Pertanian Provinsi NTT dan BPTP NTT Gelar Temu Lapang Jagung Hibrida

Tetua adat yang menerima kabi nok tua itu menjawab bahwa, mereka semua akan memilih dan memenangkan Paket KITA SEHATI, sebab, Kristiana Muki dan Yosef Tanu lebih layak memimpin Kabupaten TTU.

Selanjutnya, Yosef Tanu memaparkan program kerja yang bakal Paket KITA SEHATI kerjakan jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati TTU.

Yosef Tanu menekankan program pertanian. Dalam Program ini, dirinya bersama Kristiana Muki akan mengembangkan  dan  memanfaatkan  teknologi  modern  dan  tepat guna  dalam  upaya  peningkatan  produksi  pertanian melalui pemberian  sarana  produksi  pertanian  GRATIS  dan  dukungan penyuluh pertanian.

Program  ini  berupa  pemberian  bantuan  traktor  kepada kelompok tani,  1  (satu)  Kelompok  Tani  1  (satu)  Traktor, selain itu bantuan lain berupa  pupuk gratis dan pelatihan pembuatan pupuk  organik.  Untuk  menjamin  terwujudnya  pertanian  dengan memanfaatkan  teknologi  modern  dan  tepat  guna,  maka  bantuan diatas didukung dengan adanya  program 1 (satu) Desa, 1 (satu) Penyuluh Pertanian.

Program kerja dalam bidang pertanian ini, menurut Yosef Tanu harus dilakukan sebab, memberdayakan ekonomi kerakyatan berbasis potensi unggulan daerah yang berwawasan lingkungan  hidup secara sinergis dan berkelanjutan.

“KITA SEHATI akan memberdayakan  lahan  kosong/tidur  sebagai  lahan  pertanian dengan menerapkan sistem dan teknologi pertanian lahan kering melalui sistem irigasi tetes. Selain itu, KITA SEHATI akan memberikan penguatan kegiatan  pembinaan, pendampingan, penyuluhan dan kelembagaan pertanian dan peternakan di tingkat desa,” jelas Yosef Tanu diiringi tepuk tangan meriah semua masyarakat.

Yosef Tanu menambahkan bahwa, KITA SEHATI mendorong dan mendampingi semua petani di TTU untuk mengembangkan produk unggulan kabupaten melalui  Program TANGGAP (Tanam Jagung, Kacang Tanah Lurik dan Porang) Tuai Rupiah.  Dalam program  ini  petani  diberikan  bibit  gratis,  pendampingan  dan penyuluhan dan akses pemasaran yang baik.

Dalam kesempatan itu, Yosef Tanu menjabarkan struktur perekonomian Daerah TTU dalam beberapa tahun terakhir yang masih didominasi oleh bidang pertanian (dalam arti luas).

Baca Juga:  Ray Fernandez; Program Bangun Rumah Serta Isi Perabot Itu Pembohongan

“Hal ini diindikasikan oleh kontribusi sektor pertanian terhadap total PDRB yang mencapai 42%. Sektor pertanian menjadi sektor unggulan daerah (core  competence) terutama sub sektor pertanian tanaman pangan dan peternakan. Dengan menyandang predikat sebagai sektor primadona, pertanian menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Pertanian ditempatkan sebagai lokomotif bagi sektor-sektor lainnya. Asumsinya bahwa pertanian yang maju akan mampu  menarik perkembangan bidang lainnya, pendidikan akan menjadi maju, kesehatan akan lebih baik, koperasi dan UKM pun akan menjadi lebih maju,” imbuh Yosef Tanu.

Yosef Tanu juga menandaskan, Kabupaten Timor Tengah Utara merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam bidang pertanian, tanah  yang subur, luas serta memiliki iklim yang cocok merupakan faktor yang mendukung kemajuan pertanian di Kabupaten TTU.

“Tanaman yang merupakan produk unggulan di Kabupaten TTU adalah jagung,  kacang tanah, kacang hijau, porang dan padi. Berdasarkan data BPS (2019) pada Tahun 2018, luas lahan produksi di Kabupaten TTU sebesar 192.994  hektar. Produksi jagung pada tahun 2018 adalah sebesar 55.660 ton dan meningkat menjadi 113.712 ton pada akhir 2019. Produksi kacang tanah juga mengalami peningkatan sebesar 310 ton pada tahun 2018 menjadi 1.711,8 ton pada akhir 2019. Produksi padi juga meningkat dari 38.721 ton menjadi 67.280 to pada akhir 2019. Pada tahun 2019 produksi hortikultura meliputi kacang panjang meningkat dari 8 ton menjadi 276 ton; kangkung meningkat dari 157 ton menjadi 605 ton, kentang meningkat dari 10 ton menjadi 45 ton; ketimun meningkat dari 20 ton menjadi 395 ton; kubis meningkat dari 344 ton menjadi 435 ton, labu siam meningkat dari 8 ton menjadi 103 ton, petsay meningkat  dari 109 ton menjadi1.349 ton; terung meningkat dari 50 ton menjadi 93 ton,  tomat meningkat dari 1.313 ton menjadi 2.473 ton; wortel meningkat dari 7 ton  menjadi 26 ton, bawang daun meningkat dari 15 ton menjadi 21 ton, bawang  putih meningkat dari 5 ton menjadi 84 ton, buncis meningkat dari 31 ton menjadi  315 ton; sedangkan produksi bawang merah menurun dari 654 ton menjadi 244 ton, cabai rawit menurun dari 435 ton menjadi 208 ton, dan semangka menurun dari 776 ton menjadi 632 ton,” papar Yosef Tanu.

Baca Juga:  Atasi Masalah Air di TTU, KITA SEHATI Berdayakan ‘Faut Kanaf’ dan ‘Oe Kanaf’

Sedangkan permasalahan yang dihadapi saat ini adalah beberapa komoditas  pertanian masih rendah tingkat produksi dan produktivitasnya. Hal ini terlihat  dari harga beberapa komoditi pertanian yang masih cukup mahal di pasaran seperti komoditi sayur-sayuran dan buah-buahan.  Pada  tahun  2018,  luas  lahan produksi yang dimanfaatkan hanya sebesar 86.140 hektar (44,6%) dari  192.994 hektar lahan yang ada.

“Hal ini menunjukkan bahwa masih tersedia lahan seluas 106.859 hektar  (55,4%) yang belum dimanfaatkan dan dapat digunakan untuk meningkatkan  produksi pertanian,” ungkap Yosef Tanu.

Beberapa warga Desa Kaubele saat berbincang dengan Media SULUH DESA mengaku sangat kagum dengan penjabaran program kerja dari PAKET KITA SEHATI nomor urut 1 di bidang peternakan, pariwisata, perikanan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, kesehatan, dan lain sebagainya.

“Kami pilih Kristiana Muki dan Yosef Tanu. Kristiana Muki itu perwakilan perempuan yang harus menjadi sejarah dalam memimpin TTU. selain itu Kristiana Muki itu istri Bupati TTU saat ini yang kami masih ingat jasanya. Bupati Ray Fernandez sudah berbuat banyak untuk kami masyarakat Biboki. Jadi kami tidak bisa lepas dong. Kalau Yosef Tanu itu perwakilan anak muda yang sangat tepat mendampingi Kristiana Muki. Sosok ini sangat luar biasa, visioner, dan berani melawan arus. Bagaimana tidak? Saat semua orang sudah nyaman dengan jabatannya di PNS, malah Yosef Tanu memilih berhenti di usia yang sangat muda hanya untuk melayani masyarakat dalam skala yang lebih besar. Jadi pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang kami akan memilih mereka berdua,” jawab mereka bangga. (fwl/fwl)