oleh

Merasa Terancam, Tutty Nule Laporkan Sekelompok Pemuda Maubesi ke Polres TTU

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Agustinus Nule atau Tutty Nule (31) salah satu warga Kensulat, Rt 013 Rw 005, Kelurahan Kefamenanu Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara  melapor ke Polres Timor Tengah Utara lantaran merasa tidak nyaman karena diancam oleh sekelompok pemuda Desa Maubesi lewat media sosial Facebook. Kelompok pemuda itu diduga menyebarkan sebuah video ancaman lewat postingan akun Facebook Edd Raya di sebuah Group Facebook pada Sabtu (31/10/2020) pukul 22.00 Wita. Video ancaman itu viral dan beredar luas juga di Group-group WhatsApp.

Pantauan Media SULUH DESA, dihantar oleh Kristiana Muki Calon Bupati TTU dan Yosef Tanu Calon Wakil Bupati TTU dari Paket KITA SEHATI nomor urut 1 beserta semua tim Paket KITA SEHATI pada pukul 23.00 Wita ke Polres TTU, Tutty Nule melaporkan tindakan yang mengancam dirinya dan disebar lewat postingan akun facebook Edd Raya itu. Postingan yang mengancam dirinya itu diduga bermula dari postingan Tutty Nule terkait sejumlah paku yang disebar di sepanjang jalan dari Desa Fafinesu A sampai ke wilayah Desa Maubesi, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Postingan pada  sebuah Group Facebook atas nama akun Tutty Nule terkait sejumlah paku yang disebar di jalanan dan disertai foto itu berbunyi, “ternyata di maubesi sepanjang jalan ada jual paku dgn batang pisang ow. Politik yang santun sedikit. Jangan jadi pengecut.” Hasil postingan inilah yang diduga menjadi dasar pijak pemuda Maubesi membuat video dan menyebarkan ancaman terhadap korban Tutty Nule.

Merasa tidak nyaman dengan postingan akun Facebook yang mengancam privasinya, Tutty mendatangi SPKT Polres TTU dan melapor terkait video yang membuatnya tidak nyaman. Tutty mengaku tidak nyaman dengan postingan yang mengancam dirinya.

Agustinus Nule (Tutty) melaporkan tindakan tidak beretika yang disebar lewat media sosial Facebook itu SPKT Polres TTU pada pukul 23.30 Wita. Selanjutnya pada pukul 23.40 Wita Tutty diarahkan untuk melapor ke Reskrim Polres TTU. Didampingi oleh Ervira Naro dan Wartawan, Tutty Nule melaporkan kasus pengancaman terhadap dirinya tersebut.

Dalam video yang diposting oleh akun Facebook Edd Raya tampak pemuda-pemuda Maubesi menyebut nama Tutty Nule dengan ancaman. Postingan itu disebar dengan caption, “kami pemuda maubesi menunggu saudra tutty nule untuk mengklarifikasi hasil postingan saudra yg mengatakan kami banci, pengecut & bangsat…” Video itu diduga dibuat menggunakan android pada malam hari sehingga latar videonya tampak gelap.

Dalam video yang diposting di sebuah group Facebook itu terdengar sekelompok pemuda yang menamakan diri mereka Pemuda Maubesi mengatakan, “kami Pemuda Maubesi menunggu saudara Tutty Nule dan yang lain untuk mengklarifikasi postingan saudara yang mengatakan kami banci, pengecut, dan bangsat. Kami bukan kaleng-kaleng brow…” Terdengar juga ada yang meneriakkan dukungan kepada salah satu paket yang diduga ikut dalam Kontestasi Pilkada TTU.

“Menyangkut postingan yang ada di Facebook itu saya merasa sangat tidak nyaman, tidak aman, dan merasa diintimidasi. Postingan atas nama Edd Raya yang mengancam itu saya laporkan karena menyebut nama saya. Video itu baru saya ketahui setelah mendapatkan pemberitahuan dari teman. Dan menyangkut pernyataan yang mereka tuduhkan kepada saya itu tidak benar. Saya tidak mengatakan mereka banci, pengecut, dan bangsat,” ujar Tutty kepada Anggota Unit Tipidter Bripka Edison Tefa saat diambil keterangannya.

Sesudah itu, Bripka Edison Tefa membuatkan surat laporan dan meminta Tutty Nule menandatangani surat laporan yang tertanggal 01 November 2020. Surat itu ditandatangani dengan meterai 6000. Selanjutnya, Tutty Nule di BAP pada pukul 00.30 Wita dan berakhir pukul 03.00 dini hari.

Diduga postingan Tutty Nule berkaitan erat dengan pemberitaan Media SULUH DESA sebelumnya pada Jumat (30/10/2020). Bahwa ada oknum tidak bertanggung jawab yang menyebar sejumlah paku di sepanjang jalan dari Desa Fafinesu A sampai ke wilayah Desa Maubesi dan hendak mencelakai Paket KITA SEHATI. Namun untungnya paku-paku tersebut dapat diamankan sehingga tidak membahayakan Paket KITA SEHATI dan tim yang melewati ruas jalan tersebut.

Kasat Reskrim Polres TTU AKP Sujud Alif Yulamlam, S.IK saat dimintai tanggapannya terkait laporan Tutty Nule menjawab, “tunggu dulu, yang dilacak itu kita akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Apakah sesuai dengan laporan itu terbukti atau tidak. Kalau terbukti kita akan lanjutkan ke proses hukum, tetapi kalau tidak kan kita hentikan.”

AKP Sujud Alif Yulamlam, S.IK juga mengimbau kepada semua pengguna media sosial untuk lebih berhati-hati. Kepada wartawan ia mengatakan, “saya juga mengimbau kepada pengguna media sosial jangan sampai postingan di Facebook dapat merugikan diri sendiri. Postingan yang dimaksudkan untuk menyerang orang lain tetapi justru merugikan diri sendiri.”

Laporan Tutty Nule kepada Reskrim Polres TTU ditanggapi oleh Calon Bupati TTU Kristiana Muki dan Calon Wakil Bupati TTU Yosef Tanu.

Kepada Media SULUH DESA, di halaman Polres TTU, Kristiana Muki menegaskan bahwa, laporan ini dibuat untuk memberikan efek jera bagi siapa saja yang dengan sengaja menyebarkan berita bohong.

“Selain itu, semoga dengan adanya laporan Tutty Nule ini, aparat kepolisian dapat menindak semua akun Facebook yang palsu yang suka memfitnah, maki-maki, dan menyebarkan berita bohong. Kami juga minta supaya aparat kepolisian bekerja maksimal dan profesional dalam menerima laporan semua masyarakat yang datang karena tidak nyaman dan merasa tidak aman dengan fitnah atas dirinya di media sosial. Kepada oknum-oknum yang melakukan politik kotor dan turut serta dalam penyebaran berita bohong sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat supaya segera berhenti. Kalau mau dukung paket yang lain silakan tanpa harus melukai orang lain,” tegas Kristiana Muki Calon Bupati Perempuan TTU ini.

Lebih lanjut, Calon Wakil Bupati TTU Yosef Tanu kepada Media SULUH DESA mengatakan, “kita tidak ingin membalas kejahatan dengan kejahatan. Kita hanya ingin agar teman-teman pemuda lebih etis dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai menyinggung privasi orang lain apalagi sampai mengancam. Perlu diingat bahwa kita semua bisa bermedia sosial tanpa dilarang, tetapi harus menggunakan sikap yang terpuji. Kita juga boleh saja fanatik terhadap salah satu Paket yang ikut dalam kontestasi Pilkada, tetapi jangan sampai kefanatikan kita menjadi bumerang untuk pribadi kita. Oleh sebab itu, saya mengajak teman-teman kaum milenial untuk menggunakan media sosial sebagaimana mestinya. Perlu menjaga kalimat yang digunakan itu sehingga tidak menyinggung pribadi orang lain, apalagi mengancam. Jadi kita perlu paham soal etika media sosial beserta aturan-aturan bermedia sosial. Ingat mulut jaga badan.”

Yosef Tanu menandaskan juga, “di zaman sekarang kamu bisa dengan bebas mengekspresikan pendapat melalui sosial media. Tapi ingat, dengan adanya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) kamu tidak bisa sembarangan dalam mengekspresikan pendapatmu. Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) mengatur berbagai perlindungan hukum atas kegiatan yang memanfaatkan internet sebagai medianya, baik transaksi maupun pemanfaatan informasinya.” (Seko/fwl)

Komentar

News Feed