Pengembangan Ekonomi Pesisir oleh Paket SN-KT di Malaka Ramah Lingkungan

oleh -142 views
Calon Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H.

MALAKA, suluhdesa.com – Rencana Program Pembangunan SAKTI yang dikampanyekan Pasangan Calon (Paslon) Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H yang berpasangan dengan Calon Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin, S.Sos yang akrab dikenal Kim Taolin dengan tagline Paket SN-KT mendapat antusias dan simpati masyarakat.

Secara khusus, pembangunan ekonomi di bidang pengembangan ekonomi pesisir, Paket SN-KT begitu menaruh perhatian dan berbasiskan daya dukung lingkungan dan pelestarian budaya.

Pernyataan ini disampaikan Cabup Simon Nahak ketika menyikapi potensi pemberdayaan ekonomi pesisir wilayah Kabupaten Malaka kepada wartawan di Betun, Selasa (27/10/2020).

Simon mengatakan, semua pihak perlu menaruh perhatian terhadap pengembangan ekonomi wilayah pesisir. Sehingga, dirinya pernah terlibat dalam advokasi perlindungan wilayah pesisir pantai selatan Laut Timor dan hak masyarakat hukum adat sepanjang Tasi Tuik Metik Tuik (sebutan adat wilayah selatan pesisir pantai Laut Timor).

Baca Juga:  Dr. Yohanes Bernando Seran, SH., M. Hum; Tidak Ada Larangan Bagi ASN untuk Berpolitik

Melalui Program SAKTI, SN-KT sebagai calon bupati dan wakil bupati akan mengoptimalkan pengembangan ekonomi pesisir yang berbasiskan daya dukung lingkungan dan pelestarian nilai budaya dan tradisi adat setempat. Kegiatan pengembangan ekonomi pesisir dilakukan untuk mendukung Program SAKTI dengan salah satu rancangan induk (grand design) cukup makan, pelestarian adat-budaya dan tata kelola yang baik dan benar.

Program SAKTI mengembangkan ekonomi pesisir dengan mengutamakan penyelamatan alam pesisir pantai. Hutan bakau (mangrove) di pesisir pantai selatan di Kabupaten Malaka perlu dijadikan hutan wisata yang dikolaborasikan dengan kegiatan ekonomi kuliner lokal maupun perikanan tangkap nelayan untuk mendukung pariwisata hutan bakau di Malaka.

Baca Juga:  Bupati SBS Senang 674 Peserta Tes CPNS Kabupaten Malaka Lulus Passing Grade

Program pengembangan ekonomi pesisir yang ramah lingkungan dan budaya dilakukan melalui langkah-langkah konkrit. Pertama, ekonomi mangrove dilakukan sebagai upaya penghijauan kembali pesisir selatan Malaka dengan hutan mangrove dan pengembangan wisata mangrove sekaligus perlindungan terhadap situs-situs adat yang bersejarah di pesisir pantai selatan Kabupaten Malaka.

Kedua, ekonomi garam rakyat dipandang sebagai pengembangan kualitas produksi garam rakyat yang ramah lingkungan mulai dari proses produksi dengan pengeringan sistem terpal, packaging yang menarik hingga bisa menguasai pasar lokal.

Ketiga, garam industri dikembangkan dengan memastikan aspek-aspek triple bottom line terpenuhi, yang mana aspek ekonomi tidak dapat menafikan kepentingan daya dukung lingkungan dan aspek sosial budaya masyarakat setempat.

Baca Juga:  Di Bidang Pendidikan, KITA SEHATI akan Pasang Wifi di Sekolah-sekolah

Ditegaskan, SN-KT mendukung investasi yang dilakukan dengan benar dan mensejahterakan rakyat tanpa merusak daya dukung lingkungan serta secara sosial tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat setempat. SN-KT berkomitmen mengembangkan ekonomi pesisir yang ramah lingkungan dan menjunjung tinggi hak-hak komunal masyarakat adat setempat.

Selanjutnya, pandangan dan rencana pengembangan ekonomi pesisir itu dilaksanakan atas pertimbangan Malaka sebagai  kabupaten yang memiliki garis pantai yang memiliki peranan sangat penting baik secara ekonomis, lingkungan dan sosial kemasyarakatan. Karena itu, penanganan yang komprehensif sangatlah dibutuhkan agar memberi dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (tim/htl)