Simon Nahak dan Kim Taolin Mengenal dan Dikenal Masyarakat Malaka

oleh -107 views
Pasangan Calon (Paslon) Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H dengan Calon Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin, S.Sos.

MALAKA, suluhdesa.com – Mantan Politisi Partai NasDem, Yosep Ama Bere Seran dalam kata penyambutannya mengatakan Paket SN-KT, dua calon pemimpin yang populis. Hal ini disampaikan Yosep Ama Bere Seran atau yang akrab disapa Ko Ama pada kampanye Pasangan Calon (paslon) Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H dengan Calon Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin, S.Sos yang akrab dikenal Kim Taolin dengan tagline Paket SN-KT di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, Minggu (25/10/2020).

“Pak Simon dan Pak Kim mengenal dan dikenal masyarakat. Bagaimana kita memilih pemimpin, setelah itu tidak datang. Ini tidak bisa, ini berarti orang yang kita pilih tidak mengenal kita,” kata Ko Ama disambut tepuk tangan hadirin.

“Tapi saya yakin, Pak Simon dan Pak Kim bukan tipe orang begitu,” tambahnya.

Baca Juga:  Ribuan Massa Penuhi Lapangan Haitimuk Hadiri Deklarasi Paket SBS-WT di Malaka

Dikatakannya, warga Aintasi akan memilih pemimpin yang tepat untuk menjamin pembangunan yang merata dan adil bagi seluruh masyarakat Kabupaten Malaka.

“Dan itu ada pada Pak Simon dan Pak Kim,” tandas Ko Ama.

Calon Wakil Bupati Kim Taolin dalam kesempatan itu mengatakan, sejelek apapun rumah kediaman yang sudah ditempati selama ini, yang beralamat di Kecamatan Malaka Tengah, terbuka bagi siapa saja yang datang.

Baca Juga:  Yosef Tanu: Seluruh Masyarakat Insana Pasti Pilih KITA SEHATI

“Rumah saya di Tubaki dan Bapak Simon punya rumah di Weleun. Sangat dekat dengan bapak-mama. Pintu rumah selalu terbuka bagi bapak-mama,” jelas Cawabup Kim Taolin.

Demi kepentingan masyarakat, kata Cawabup Kim Taolin, dirinya bersama Cabup Simon tidak akan menyewakan rumah pribadi. Anggaran sewa rumah sebaiknya dipakai untuk mendukung program pembangunan agar masyarakat bisa sejahtera.

Sedangkan, Cabup Simon dalam orasinya mengatakan tetap mempertahankan lokasi pembangunan Kantor Bupati Malaka, rujab dan gedung perkantoran di wilayah Kecamatan Malaka Tengah sesuai undang-undang pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Malaka.

Baca Juga:  Musyawarah Desa Saenama Sepakati 114 KK Terima BLT

Simon mengemukakan pendapatnya berdasarkan alasan tidak ada satu gedung perkantoran Kabupaten Malaka yang dibangun hingga saat ini.

“Pusat pemerintahan harus dibangun di Kecamatan Malaka Tengah,” tegasnya.

Kedua, kata Cabup Simon, ada isu terkait rencana pemindahan pusat pemerintahan ke wilayah kecamatan lain. Mudah-mudahan isu tidak benar, karena pemindahan pusat pemerintahan seperti yang diisukan menyalahi aturan. Itulah sebabnya, Paket SN-KT tetap mempertahankan pusat pemerintahan dan pembangunan gedung-gedung perkantoran untuk pelayanan yang efektif dan efesien sesuai undang-undang yang sudah ditetapkan. (tjkl/im)