Kampanye SN-KT di Wewiku, Program SAKTI Menyentuh Masyarakat

oleh -119 views
Pasangan Calon (Paslon) Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H berpasangan dengan Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin, S.Sos yang akrab dikenal Kim Taolin dengan tagline Paket SN-KT melakukan kampanye di Wanibesak Desa Lorotolus Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (24/10/2020).

MALAKA, suluhdesa.com – Dua kali kampanye, Pasangan Calon (Paslon) Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H berpasangan dengan Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin, S.Sos yang akrab dikenal Kim Taolin dengan tagline Paket SN-KT di Wanibesak, Desa Lorotolus, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (24/10/2020) menggetarkan masyarakat yang hadir.

Warga turun di jalan dan meneriakan yel-yel kemenangan dan seruan ganti bupati di bawah terik panasnya matahari ketika menyambut kedatangan Paket SN-KT di Kecamatan Wewiku untuk kedua kalinya.

Beberapa warga Kecamatan Wewiku yang ditemui wartawan secara terpisah di sela-sela kampanye Paket SN-KT mengakui secara jujur aksi turun di jalan saat menyambut kedatangan Paket SN-KT untuk melaksanakan kampanye di Wanibesak karena mencintai paket tersebut.

Baca Juga:  Yosef Tanu Kampanye di Nunhala, Maksimalkan Irigasi untuk Pertanian

Salah satu warga, Gregorius Klau mengatakan, sudah saatnya masyarakat Malaka membutuhkan pemimpin baru. Pemimpin yang memperhatikan masyarakat secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan satu sama lain. Karena semua masyarakat Malaka punya hak yang sama dalam pelayanan pemerintahan dan pembangunan.

Warga lain, Yosep Seran menilai program SAKTI dalam kampanye Paket SN-KT selama ini begitu menarik simpati masyarakat karena sederhana, mudah dipahami dan bisa dikerjakan. SN-KT tidak menebar janji tetapi menawarkan program-program pembangunan yang menjawab kebutuhan masyarakat yang konkrit.

Yosep cukup mengetahui SAKTI sebagai program kepemimpinan SN-KT meliputi Swasembada pangan, Adat dan agama, Kualitas, Tata kelola dan Infrastruktur. Hal menarik lainnya, rancangan induk (grand design) program SAKTI begitu sederhana yang meliputi cukup makan, cukup sehat, cukup pendidikan dan berbudaya sangat menyentuh perasaan dan tujuan Malaka membangun lima tahun ke depan. Masyarakat Malaka ingin hidup berkecukupan, adil dan merata dalam pembangunan.

Baca Juga:  Masyarakat Desa Maubesi; Kami Pilih KITA SEHATI, Tidak Pilih yang Lain

Demikian pula Benediktus Y. Bria mengingatkan filosofi pemekaran daerah otonomi baru. Filosofi pemekaran di antaranya tidak boleh mencuri uang rakyat. Uang rakyat tidak boleh dicuri agar masyarakat bisa sejahtera. Masyarakat bisa miskin karena korupsi, sehingga sudah saatnya rakyat memilih pemimpin yang bersih dan bebas dari KKN.

Paket SN-KT nampaknya mengetahui keinginan masyarakat sehingga selalu mengampanyekan program dan grand design pembangunan Malaka dalam setiap kampanye. SN-KT tidak muluk-muluk membuat program apalagi janji.

Calon Wakil Bupati (Cawabup), Kim Taolin memberi makna terhadap simbol nomor urut satu ketika kampanye di semua lokasi selama ini.

Baca Juga:  Bupati Malaka; Kami Tidak Akan Membagikan Periuk Kepada Korban Bencana

“Angka satu itu lurus, tidak bengkok-bengkok. Mau dikasi melintang, mau kasi terbalik, tetap lurus,” kata Cawabup Kim Taolin dalam orasinya saat kampanye di Desa Lorotolus.

Cawabup Kim Taolin ingin menjelaskan menjadi pemimpin itu untuk membantu masyarakat.

“Jadi, jangan rampas hak rakyat. Bantu rakyat jangan bengkok-bengkok,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Calon Bupati Simon Nahak mengatakan, pemimpin yang tidak terlibat korupsi akan mengabdikan diri seutuhnya kepada masyarakat secara keseluruhan.

“Kalau Ahok di Jakarta, bisa. Mengapa kita tidak. KKN perlu kita hilangkan supaya Malaka bisa membangun dan sejahtera,” tutup Cabup Simon. (hjk/tim)