Pernyataan Wakil Bupati Malaka Tak Punya Kuasa, Mengoyak Nurani Warga Sasitamean

oleh -261 views
Pasangan Calon (paslon) Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H berpasangan dengan Calon Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin, S.Sos yang akrab dikenal Kim Taolin.

MALAKA, suluhdesa.com – Pernyataan wakil bupati tidak punya kuasa, mengoyak nurani adab warga Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka. Nampaknya, warga tidak sanggup mendengar pernyataan itu terus menggelinding di hadapan publik. Warga Sasitemean tidak ingin “hilang muka” dalam percaturan politik jelang Pilkada Malaka, 9 Desember mendatang.

Kalimat itu terus disentil para juru kampanye (jurkam) dalam orasi saat kampanye Pasangan Calon (paslon) Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H berpasangan dengan Calon Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin, S.Sos yang akrab dikenal Kim Taolin dengan tagline Paket SN-KT di Desa Manulea, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (21/10/2020).

Jurkam, Emanuel Seran dalam orasinya mengatakan warga Sasitamean khususnya dan Daerah pemilihan 3 Malaka perlu melihat kembali pasca berpulangnya Wakil Bupati Malaka, Drs. Daniel Asa, putera asal Kecamatan Sasitamean. Jabatan Wakil Bupati Malaka masih kosong dan tidak terisi hingga saat pilkada ini. Kondisi ini mengoyak nurani adab masyarakat.

Baca Juga:  Satgas Pamtas RI-RDTL Kunjungi Polsek Kobalima, Bangun Sinergitas

Masyarakat kembali terpukul hatinya ketika kalimat wakil bupati tidak punya kuasa. Emanuel mensinyalir jabatan wakil bupati itu masih kosong mungkin disebabkan wakil bupati tidak punya kuasa. Pernyataan Emanuel membuat warga Sasitamean terharu sambil bertepuk tangan. Warga Sasitamean komit memilih Pasangan Calon SN-KT untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Malaka lima tahun mendatang.

Baca Juga:  60 Unit Traktor Milik Pemkab Malaka Diperbaiki

Calon Bupati Malaka, Simon Nahak dalam orasinya mengatakan pernyataan wakil bupati tidak punya kuasa sebagai sesuatu yang keliru dan konyol. Sesuai hukum tata negara, wakil bupati punya kuasa. Pernyataan itu tidak benar secara hukum, politik dan kemasyarakatan.

Tak hanya bicara, tetapi menunjukkan dalam sikapnya. Simon memberi kesempatan kepada Kim Taolin selaku calon wakil bupati untuk menarik undian nomor urut saat usai tahapan penetapan paslon oleh KPU Kabupaten Malaka, belum lama ini. Selain itu dalam orasinya, Simon mempercayakan Kim Taolin untuk mengurus pembangunan di Dapil 3 Kabupaten Malaka. (htu/tim)