Hadapi Pilkada, Yosef Tanu Calon Wakil Bupati TTU Malah Santai Jualan Pepaya

oleh -2.186 views
Yosef Tanu Calon Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU) sedang berjualan pepaya dan beberapa hasil kebunnya di lapak sederhana miliknya di Pasar Baru, Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota kefamenanu, Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

KEFAMENANU, suluhdesa.com Yosef Tanu Calon Wakil Bupati Timor Tengah Utara dari Paket KITA SEHATI nomor urut 1 (TTU) di tengah kesibukan melakukan kampanye masih sempat menjual pepaya yang ia tanam sendiri di lahan yang ia namakan Kebun Eden di Km 6, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, pada Rabu (14/10/2020). Pepaya yang diisi dalam karung 100 kg itu dibawa dan dijual eceran di Lapak yang dibangun di Pasar Baru, Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pantauan Media SULUH DESA, Yosef Tanu sedang menjual pepaya di Pasar Baru Kefamenanu pada pukul 07.15 Wita. Mantan Camat Noemuti Timur ini tampak sedang asyik dengan jualannya dan sangat sederhana penampilannya. Ketika berinteraksi dengan pembeli yang datang Yosef Tanu selalu tersenyum dan bersikap ramah. Selain pepaya California yang dijual, di lapak itu juga Yosef Tanu menjual tomat, cabai, sayur mayur, bawang, dan beberapa ekor ayam potong.

Tampak Yosef Tanu meraih ponselnya menerima telepon sambil meneguk segelas kopi hitam di samping kirinya. Ia duduk santai di tengah hiruk pikuk dan lalu lalang kendaraan. Sikapnya yang santai membuat masyarakat yang melewati ruas Jalan Sisimangaraja terkagum-kagum. Beberapa warga turun dari kendaraan dan mengabadikan momen itu.

Baca Juga:  Kampanye di Maol, KITA SEHATI Diminta Perhatikan Orang Muda TTU

“Ini baru keren. Calon Pemimpin TTU yang tidak malu berdiri di pinggir jalan untuk berjualan. Bapak Yosef ini rupanya pekerja keras. Sudah ganteng, tinggi, manis, dan calon pemimpin namun tidak malu. Kita yang lain ini hanya gara-gara saja dan hanya bisa omong. Saya juga mau punya pacar yang suka bekerja dan tidak malu seperti Bapak Yosef Tanu,” ujar satu cewek cantik sambil melemparkan senyum manisnya kepada Yosef Tanu.

Beberapa dari pembeli baru menyadari bahwa penjual pepaya yang bersikap ramah di depannya ternyata adalah Calon Wakil Bupati TTU yang berpasangan dengan Kristiana Muki Calon Bupati TTU dari Paket KITA SEHATI nomor urut 1.

“Orang ini ternyata ada di foto-foto yang dipajang di pinggir jalan itu. Bapak Yosef Tanu ini ternyata yang Calon Wakil Bupati. Tapi saya pikir tidak mungkin, karena zaman macam sekarang ini ada pejabat yang mau jualan pepaya,” ucap Mama Agustina salah satu pembeli yang datang.

Dalam percakapan dengan Media SULUH DESA di lapaknya, pria kelahiran 01 Juni 1980 ini mengaku sangat suka bertani sejak kecil dan ia serius menekuni pekerjaan tersebut usai menamatkan pendidikannya di STPDN. Bahkan, saat diangkat menjadi Camat Noemuti Timur hingga menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten TTU, kebun di belakang rumahnya menjadi sasaran empuk untuk menyalurkan hobby bertaninya itu.

Baca Juga:  Polres Malaka Dapat Hibah 2,5 Miliar Dari Pemda Malaka

Kebun berukuran 1,5 hektare itu ditanami seluruhnya dengan pepaya California. Hasil dari jerih payahnya itulah yang dibawa untuk dijajakkan di lapak sederhananya di Pasar Baru di samping Salon Desy Rebo-Rebo.

“Saya memang suka bertani sejak kecil. Sehingga sekalipun dalam kesibukan bekerja di kantor, saya tetap mengisi waktu luang dengan berkebun. Hasil panennya selalu saya bawa ke sini untuk dijual. Yah, hitung-hitung hasilnya sangat lumayan untuk membantu ekonomi dalam rumah tangga,” imbuhnya sembari melambaikan tangannya kepada warga yang menegurnya.

Pepaya hasil panen dari kebunnya dijual dengan harga 12 ribu rupiah per kilo. Sebelumnya harga pepaya per kilonya 10 ribu rupiah. Namun, untuk menyesuaikan dengan harga pasar maka dinaikkan menjadi 12 ribu rupiah. Sehingga akumulasi jumlah perolehan dari hasil menjual pepaya minimal 500 ribu rupiah sampai satu juta rupiah per harinya. Jumlah yang sangat lumayan jika dibandingkan dengan gaji pegawai negeri untuk sebulan.

Berjualan pepaya baginya sangat asyik karena dapat menemukan berbagai macam pengalaman. Selain itu juga, Yosef Tanu ingin agar masyarakat dapat termotivasi untuk mengembangkan pertaniannya dan dapat meraup keuntungan yang luar biasa. Dengan begitu masyarakat semakin jeli dalam melihat peluang di pasar.

Baca Juga:  Di Desa Biloe, Masyarakat Sebut Yosef Tanu Visioner Muda untuk TTU

“Tidak perlu berpikir jauh-jauh tentang cara memperoleh uang karena sebenarnya pikiran kita saja yang rumit. Kita perlu memanfaatkan lahan-lahan kita untuk berkebun. Sesuatu yang luar biasa itu sebenarnya lahir dari hal-hal kecil. Tergantung bagaimana kita setia berproses dan tetap menjaga komitmen. Kalau sudah seperti itu, saya pikir tidak ada yang susah untuk didapatkan,” imbuh sambil tersenyum simpul.

Menurut suami dari Frydolin Marlin Dhae ini, tidak ada yang sulit kalau masing-masing individu tahu mengatur waktunya. Setiap pekerjaan yang dipercayakan harus dilaksanakan dengan baik. Tidak perlu berpikir tentang hasilnya, nikmati saja dulu prosesnya. Hasilnya pasti tidak mengkhianati proses.

“Saya tidak mau berpikir rumit mengenai apa yang saya kerjakan, tetapi saya yang paling penting dari mengerjakan sesuatu adalah mencintai prosesnya dengan memberi porsi tanggung jawab yang tinggi sehingga hasilnya paling tidak memuaskan. Tidak jarang juga kita akan menemukan kegagalan, namun bagaimana kita menjadikan kegagalan sebagai motivasi untuk mencapai hasil terbaik itu yang mesti dibiasakan. Karena tidak jarang orang-orang akan berhenti bekerja ketika menemui kegagalan,” tutup ayah dari Esa, Peter, dan Nada sembari bangkit melayani pembeli yang belanja 3 kilo pepaya. (Seko/Seko)