KITA SEHATI Diterpa Isu Miring, Yosef Tanu Klarifikasi di Desa Kiusili

oleh -1.193 views
Ratusan masyarakat Desa Kiusili, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sedang mendengarkan kampanye yang dilakukan Yosef Tanu Calon Wakil Bupati TTU dari Paket KITA SEHATI nomor urut 1, pada hari Rabu (14/10/2020) pada pukul 16.00 Wita.

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Yosef Tanu Calon Wakil Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dari Paket KITA SEHATI nomor urut 1 melakukan kampanye di Desa Kiusili, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada hari Rabu (14/10/2020) pada pukul 16.00 Wita. Yosef Tanu didampingi Yoseph Tasi Ketua DPD Partai Nasdem TTU, Yoseph Nube Anggota DPRD TTU dari Partai Nasdem, Hendrikus Bana Ketua DPRD TTU dari Partai Nasdem, Lexi Pontus Ketua Bapilu, Agustinus Ndun Sekretaris Partai Nasdem TTU, Yanti Aton Pengurus Partai Nasdem TTU.

Kampanye yang dipandu oleh Rosalia Muda ini dimulai dengan penyerahan kabi dan sopi kepada para tua ada usai Yosef Tanu diterima dengan takanab oleh para tua adat dan dikalungi selendang oleh mama-mama yang sudah menunggu sejak pukul 15.00 Wita.

Saat menyerahkan kabi dan sopi, Yosef Tanu menyampaikan bahwa Kristiana Muki Calon Bupati dan dirinya meminta restu dan dukungan semua masyarakat Desa Kiusili agar dapat memilih Paket KITA SEHATI nomor urut 1 pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Hendrikus Bana Ketua DPRD Kabupaten TTU dalam sambutannya mengatakan bahwa, “kami sudah bawa Kristiana Muki Calon Bupati TTU dan Yosef Tanu Calon Wakil Bupati TTU di desa ini untuk kita berjalan searah. Kita harus memenangkan Paket KITA SEHATI. Kami buat acara adat disini untuk terima calon wakil bupati. Kita pilih dia supaya kita bisa bangun desa ini ke depan. Mau jadi baik, anak sekolah mau baik, kesehatan baik, dan semuanya baik itu hanya ada pada keputusan politik. Jadi kita harus menangkan Paket KITA SEHATI. Kami datang mau beritahu dan kami undang kita semua untuk kita bersatu membangun desa ini. Mari kita mendukung Paket KITA SEHATI nomor urut 1.”

Yosef Tanu Mantan Camat Noemuti Timur ini saat memaparkan visi misi dan program kerjanya menandaskan jika Kristiana Muki dan dirinya dicalonkan oleh Partai Nasdem.

“Kami maju dalam pilkada kali ini sebab kami ingin membangun Kabupaten TTU. Kami ingin membangun semua desa di TTU ini supaya semakin baik dan melanjutkan pembangungan yang sudah dilakukan pemerintah sebelumnya. Oleh karena itu, jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati, Paket KITA SEHATI akan memperhatikan kebutuhan masyarakat Desa Kiusili akan infrastruktur dan air. Kami bertekad melanjutkan roda pembangunan yang sudah ada. Selain itu Kader Posyandu akan diperhatikan secara khusus, akan diberikan insentif 500.000 rupiah setiap bulan,” ungkapnya sambil menambahkan program kerja di bidang pertanian, peternakan, kesehatan, pariwisata, pemasaran, perikanan, infrastruktur, dan lain-lain.

Baca Juga:  Satgas Pamtas RI-RDTL Berikan Kado Televisi untuk Masyarakat Perbatasan

Di akhir kampanyenya, Yosef Tanu mengklarifikasi beberapa isu miring yang dihembuskan untuk menjatuhkan Paket KITA SEHATI. Salah satu isu miring itu adalah, Paket KITA SEHATI melakukan kampanye di Oelami dan sekitarnya beberapa waktu lalu dan di hadapan masyarakat serta di hadapan salah satu pemuka agama, Paket KITA SEHATI berkampanye dan menjelekkan para Pastor, Biarawan, serta Biarawati. Isu ini beredar masif di grup-grup facebook, dan WhatsApp beberapa hari belakangan ini, sehingga memantik reaksi keras dari beberapa Tokoh Agama Katolik. Padahal kampanye yang dilakukan oleh Paket KITA SEHATI di Oelami, Kiusili, dan sekitarnya baru dilakukan kali ini.

Memang SMS dan WA serta di beberapa grup Facebook yang beredar itu kurang lebih empat atau lima hari lalu. Bahwa dalam kampanye Paket KITA SEHATI di Oelami bersama para Pendeta, dari Paket KITA SEHATI sampaikan bahwa jangan mengikuti para Pastor dan Suster. Dan perlu saya klarifikasi bahwa itu merupakan salah satu bentuk fitnah dan pembohongan yang sangat besar sekali. Dan tindakan seperti itu sangat disayangkan. Kenapa demikian? Karena kita baru kampanye hari ini di area itu. Kok, informasi itu sudah beredar lima hari lalu keluar mendahului bahwa kita menyatakan jangan percaya para Pastor, Suster, dan lain-lain. Ini merupakan salah satu bentuk fitnah dan penghinaan yang tidak baik dalam dunia yang seperti sekarang ini. Kita hormati cara setiap orang dalam berpolitik tetapi jangan dengan cara murahan, dangkal, dan memalukan seperti itu. Masa, menyebar SMS dan WA sampai ke para Pastor dan Suster yang sangat kami hormati itu kan sangat tidak baik. Itu berdosa! Saya tidak takut manusia, saya takut dengan Tuhan kalau kita sampai berbuat hal seperti itu,” tegas Yosef Tanu.

Baca Juga:  Kristiana Muki Cabup TTU, Gugat Stigma Pemimpin Perempuan di NTT

Yosef Tanu menyatakan bahwa isu itu sangat tidak benar, karena di area itu baru hari ini KITA SEHATI berkampanye.

“Bagaimana informasi itu sudah diedarkan melalui WA dan SMS dengan menyatakan seperti itu lima hari yang lalu. Jadi saya merasa ini salah satu bentuk fitnah dalam politik dengan menggunakan cara-cara kotor yang sangat tidak terpuji. Apalagi melibatkan para Klerus dalam hal ini para Pastor, serta Biarawan dan Biarawati. Ini sangat tidak baik, sehingga saran saya ke depan, mari kita berpolitik yang santun dan elegan. Jangan terlalu berambisi berlebihan. Saya ingatkan bahwa setiap kita sejak dari rahim ibu, Tuhan sudah tentukan bahwa ke depan kau akan menjadi apa. Sehingga tidak usah terlalu dikejar. Kalau kejar berlebihan itu yang kemudian merasa sudah tidak ada tempat atau berpeluang kalah sehingga menggunakan cara-cara seperti yang digunakan hari ini. Dan untuk penyebar itu saya mau sampaikan bahwa itu tanda-tanda kekalahan,” sergah Yosef Tanu.

Menurut Yosef Tanu, segala isu dan fitnah sudah digunakan mulai dari Pegawai Tidak Tetap, politik dinasti, sampai terakhir tidak ada ruang lagi dan terpaksa menggunakan isu murahan yang seperti ini.

“Memang terasa murahan tetapi dalam konteks kita di TTU ini ketika menyinggung soal pemuka agama menjadi hal yang sangat sensitif. Tetapi bagi Paket KITA SEHATI, kita tidak merasa terganggu sama sekali. Karena kampanye baru kita lakukan hari ini. Oleh karena itu kami mengimbau untuk pendukung Paket KITA SEHATI, mari kita tetap menjaga suasana persatuan, kesatuan, ketenangan, kedamaian, kekerabatan, persaudaraan bagi sesama anak Biinmaffo. Proses pemilu ini hanyalah sebuah bentuk seleksi terbuka yang dilakukan untuk menemukan pemimpin yang akan menggembalakan umat Tuhan di tanah ini untuk lima tahun ke depan. Jadi mari berpolitik yang santun dengan menjaga sendi-sendi persaudaraan yang sudah terbina dengan baik hari ini. Jangan karena ambisi, kita menggunakan akun palsu untuk memfitnah orang sesuka kita.  Jadi para pendukung KITA SEHATI tidak boleh seperti itu. Kita harus menjaga karena apa guna kalau kita menang tetapi sendi-sendi persaudaraan rusak. Hal itu akan meninggalkan PR besar untuk besok atau lusa kita yang capek untuk memperbaikinya. Jadi untuk para pendukung Paket KITA SEHATI saya tegaskan bahwa jangan khawatir dan jangan terpancing dengan isu-isu murahan yang dibuat untuk menyerang Paket KITA SEHATI. Hal itu hanya menunjukkan bahwa secara tidak langsung mereka sudah mengakui bahwa kitalah pemenangnya dan hanya tunggu waktu. Itu bentuk lain daripada pengakuan mereka bahwa kitalah yang menang dengan cara memfitnah dari segala arah. Ada satu pepatah bahwa hanya pohon dengan buah lebat yang sering dijolok dan dilempari dengan batu untuk mengambil buahnya,” ajak Yosef Tanu disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir.

Baca Juga:  Di Nansean, Masyarakat akan Memenangkan Kristiana Muki dan Yosef Tanu

Selain itu, Yosef Tanu juga mengharapkan masyarakat TTU untuk jangan mudah terprovokasi dan terpancing dengan isu-isu murahan dan negatif yang hari ini orang muat dengan mudah diedarkan melalui media sosial atau dengan WA, SMS dan lain-lain.

“Mari melihat sesuatu secara jernih karena hanya dengan hati yang jernih dan otak yang baik serta tenang sehingga segala hal dapat kita cerna dengan baik. Kenapa saya sampaikan seperti ini? Karena TTU ini merupakan rumah kita bersama . Dan kita bertanggung jawab untuk membuat TTU ini maju. Jadi siapapun yang terpilih itu adalah titipan untuk menggembalakan umat Tuhan di tanah ini. Dalam konteks gereja disebut umat, dalam konteks pemerintah disebut masyarakat, dan dalam konteks politik disebut konstituen. Basisnya sama namun penyebutan berbeda, maka saya mau tegaskan bahwa mari kita jangan terpancing dengan isu-isu negatif yang dengan mudah dihembuskan hari ini. Bahkan begitu banyak fitnah yang digunakan oleh banyak akun palsu. Jadi tugas kita bersama adalah bagaimana menjaga Biinmafo (Salu Miomaof, Kuluan Maubes) dengan utuh untuk tetap lestari dan baik untuk melanjutkan pembangunan TTU ke depan,” tutup Yosef Tanu. (fwl/seko)