BNNP NTT Menangkap 7 Orang Penyalahgunaan Narkotika

oleh -121 views
Kepala BNNP NTT, Brigjen Pol. Teguh Imam Wahyudi didampingi Plt Kabid Pemberantasan AKP Yuliana Beribe dan Kepala Bagian Umum, Anwar Gemar saat jumpa pers dengan awak media di kantor BNNP NTT, Kamis (08/10/2020).

KUPANG, suluhdesa.com – Badan Narkotika Nasional NTT sejak Bulan Januari sampai dengan pertengahan Oktober 2020 telah menangkap tujuh orang penyalahgunaan narkotika. Hal ini disampaikan Kepala BNNP NTT, Brigjen Pol. Teguh Imam Wahyudi didampingi Plt Kabid Pemberantasan AKP Yuliana Beribe dan Kepala Bagian Umum, Anwar Gemar saat jumpa pers dengan awak media di kantor BNNP NTT, Kamis (08/10/2020).

Menurut Teguh, target yang diberikan dari Pusat kepada BNNP NTT 6 Laporan Kasus Narkotika (LKN) sejak 1 Januari 2020 sampai Desember 2020.

“Dari 6 Laporan kasus narkotika (LKN) sampai pada pertengahan Oktober 2020, BNNP NTT sudah mengerjakan sebanyak 4 Laporan Kasus Narkotik (LKN) dengan jumlah tersangka sebanyak 7 orang. 4 tersangka masih dalam proses penyidikan dan masih  belum P21,” jelas Teguh.

Baca Juga:  Dua Alumnus SMPN 2 Bajawa Yang Sering Membuat Guru Pusing Kepala Go Nasional

Dijelaskannya, barang bukti berupa  sabu sebanyak 0,5885 gram, untuk tembakau Brasil 5 gram, non narkotika 3 buah handphone. Dan pasal yang dikenakan yaitu pasal 114, 112, 127 UU nomor 35 tahun 2009.

Tujuh tersangka  6 laki-laki berinisial IS, AS, DS, RS, LL, DP dan 1 wanita berinisial AL.

Ditambahkan pula, sampai saat ini setiap melakukan pengungkapan masih sebatas penyalahgunaan bukan pengedar. Semua pengedar berada di luar NTT.

Barang yang diperoleh melalui pemesanan WhatsApp lalu barang dikirim melalui ekspedisi, dimasukkan dalam barang elektronik, di dalam buah, melalui kapal laut. Ada juga yang melalui jasa JNE, JNT, Kontainer.

Baca Juga:  PERADI Adakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat Bekerja Sama Dengan FH Undana

“Selama ini kami belum menangkap pengedar di wilayah  Provinsi NTT. Pengedar banyak yang dari luar NTT seperti  Surabaya, Jakarta, Bandung. Dari 7 tersangka yang proses hukum sebanyak 4 orang. Sedangkan yang 3 orang direhabilitasi karena tidak cukup bukti hanya urin positif,” tandas Teguh.

Plt Kabid Pemberantasan, AKP Yuliana Beribe, S.H menguraikan rincian TKP kasus penyalahgunaan Narkoba di NTT yaitu: tujuh tersangka tersebut pertama TKP di Kabupaten  Belu bulan April 2020, TKP Kota Kupang Juni 2020, TKP Kabupaten Sikka Juli 2020, Kabupaten TTS Agustus 2020 dan TKP TTS juga pada September 2020,” tegas Yuliana.

Baca Juga:  Soal ADD Oematnunu, Kajari Shirley Manutede; Saya Akan Tindak Tegas

Ditambahkan juga, masa pengintaian ada yang 3 bulan, 6 bulan, setahun tergantung informasi yang diperoleh kebenarannya dari masyarakat. Diharapkan juga para awak media bisa memberikan informasi agar penyebaran narkotika di Indonesia khususnya di Provinsi  NTT bisa dicegah.

“Untuk mencapai 6 LKN sampai akhir tahun, kami yakin bisa, untuk itu kerja sama semua instansi terkait termasuk awak media, penegak hukum, semua elemen masyarakat, jasa ekspedisi sangat kami harapkan karena dalam situasi pandemi Covid -19 penyalahgunaan narkotika semakin meningkat,” tutup Teguh. (vrg/vrg)