Dicoret dari Daftar Penerima BLT, Kades Alas Dipolisikan Warganya

oleh -300 views
Salah satu warga Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yohanes Luan (kanan) bersama Dedy Mao.

MALAKA, suluhdesa.com – Salah satu warga Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yohanes Luan, mempolisikan Kepala Desa (Kades) Alas Cyprianus Nahak Bauk, lantaran namanya (Yohanes Luan) dicoret dari penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan juga mencemarkan nama baiknya, di Polsek Kobalima pada hari Kamis (17/09/2020).

Kepada media ini, Yohanes menyampaikan bahwa, dirinya melaporkan hal itu ke polisi karena tiba-tiba namanya dicoret dari penerima BLT. Selain itu juga, Yohanes merasa dirugikan karena dalam pemberitaan media lain, Kades Alas mengatakan bahwa namanya dicoret dari penerima BLT sebab dirinya membuat keonaran.

“Keonaran apa yang saya buat? saya merasa dirugikan sekali karena nama saya sudah dicemarkan oleh Kades Alas. Padahal selama ini saya tidak pernah buat onar di dalam kampung apalagi di wilayah Desa Alas. Silahkan tanya mulai dari RT, RW, dusun, tua adat dan tokoh pemuda, keonaran apa yang saya buat,” sergah Yohanes.

Baca Juga:  ITAKANRAI Kupang Bagikan Masker Untuk Warga di Pasar Kaputu

“Sehingga saya lapor ke polisi karena nama saya dicoret dan saya di fitnah. Jadi saya berharap pihak berwajib dalam hal ini pihak kepolisian dapat menindaklanjuti laporan saya ini sehingga menjadi efek jera atas kelakuannya ini,” sambungnya.

Sementara itu, Kapolsek Kobalima, Abilio Tefa, ketika dikonfirmasi pada hari Sabtu (26/09/2020), membenarkan bahwa, sudah ada pengaduan dari Yohanes tertanggal 17 September 2020.

Baca Juga:  Kepala BP4D Malaka Ikuti Vicon, Koordinasi Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah

Disampaikan Kapolsek Kobalima bahwa pihaknya akan mengeluarkan surat kepada pihak korban dan Kepala Desa Alas, Camat Kobalima Timur, PMD Malaka untuk melakukan klarifikasi.

“Hari Senin kita akan keluarkan surat kepada pihak-pihak yang disebitkan itu untuk klarifikasi bersama pada hari Rabu (30/09/2020). Nanti  kita hubungi lagi,” imbuh Kapolsek Kobalima.

Sementara itu, salah satu pemuda pemerhati sosial politik asal Desa Alas, Deddy Mau mengatakan, “kasus ini kita percayakan kepada pihak kepolisian. Diharapkan untuk mencari jalan yang terbaik sehingga tidak saling merugikan,” ucap Dedy.

Baca Juga:  KPU Malaka Umumkan Pendaftaran Balon Bupati dan Wabup, Unduh Berkasnya Ini

“Kasihan warga sangat dirugikan, karena itu saya meminta kepada kepolisian untuk usut tuntas masalah ini,” tandas Dedy. (fecos/fecos)