Yosef Tanu Cawabup TTU Itu Selalu Lolos dari Hantaman Ranting Asam Sang Mama

oleh -1.645 views
Mama Elisabeth Nesi istri dari Bapak Silvester Atini Naibobe (orang tuanya Yosef Tanu Calon Wakil Bupati TTU)

KEFAMENANU, suluhdesa.com –  Sosok Yosef Tanu Calon Wakil Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang mendampingi Kristiana Muki Calon Bupati TTU dari Paket KITA SEHATI nomor urut 1 tak akan pernah habis ditulis. Sosoknya yang pekerja keras, penyayang keluarga, ulet, rajin, lemah lembut, serta rendah hati rupanya merupakan hasil didikan kedua orang tua, Bapak Silvester Atini Naibobe dan Mama Elisabeth Nesi. Yosef Tanu yang dilahirkan di Kampung Sipi, Kabupaten TTU empat puluh tahun yang silam telah melewati proses pembentukan diri yang berharga dalam keluarga. Sikap hidupnya yang bersahaja dan apa adanya bukan merupakan kamuflase murahan. Akan tetapi itu adalah gambaran pribadinya yang tidak pernah menutup diri kepada siapapun. Yosef Tanu ibarat emas yang telah dibentuk dalam tanur api. Sekalipun berada di dalam lumpur, emas tetaplah emas.

Pada hari Jumat (04/09/2020) pukul 15.00 Wita, Media SULUH DESA berkesempatan mengobrol dengan sang mama tercinta, Elisabeth Nesi saat berada di Desa Nansean, Kecamatan Insana, Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur, ketika Yosef Tanu melakukan ritual adat memohon restu dan dukungan leluhur untuk dirinya maju di Pilkada TTU mendampingi Kristiana Muki.

Mama Elisabeth Nesi dengan terbata-bata menuturkan bahwa, lelaki kelahiran 01 Juni 1980 ini sudah dikenal ulet sejak kecil. Sikapnya yang ramah penuh sopan santun menjadi keindahan tersendiri yang menyelinap dalam pundi keberhasilannya.

Baca Juga:  Ray Fernandes; Pagi Jadi Bupati TTU, Sore Urus Kebun dan Ternak

“Yosef Tanu itu sejak kecil sangat rendah hati dan suka mendengarkan orang lain. Ia tidak banyak bicara namun banyak kerja. Semenjak Sekolah Dasar memang sikapnya sudah seperti itu. Dulu saat pulang dari sekolah, dia langsung pergi ke kebun ikut bapaknya. Selesai dari kebun, ia ikut lagi menengok sapi. Malam harinya ia sibuk mengerjakan tugas sekolah atau membaca lalu pergi diam-diam ke tempat tidur. Makanya Yosef Tanu jarang ditabok dengan ranting asam seperti saudara-saudaranya,” kisah Mama Elisabeth dalam bahasa Dawan.

Mama Elisabeth menambahkan, sejak kecil Yosef Tanu tidak pernah dipukuli dengan rotan. Kecuali saudara-saudaranya yang sering dipukuli dengan kayu api yang masih bernyala. Yosef Tanu itu anak yang tidak suka bertengkar dengan orang lain. Di rumah pun ia selalu bekerja dengan bapaknya, pergi memberi makan sapi. Dia tidak malas.

Sambil mengunyah sirih pinang, Mama Elisabeth mengisahkan pula, dulu ketika masih kecil berusia lima tahun, Yosef Tanu pernah memarahi Kepala SD Sipi karena namanya tidak terdaftar sebagai siswa kelas satu SD. Padahal waktu itu Yosef Tanu sangat tertarik dengan kakak-kakaknya yang selalu memakai seragam merah putih dan memegang buku sekolah. Melihat semangat belajar yang ada dalam diri Yosef, Kepala Sekolah Sipi kala itu menyusun siasat untuk mendaftarkan Yosef sebagai siswa pendengar. Setelah satu tahun berlalu, barulah Yosef Tanu didaftarkan sebagai siswa kelas satu. Semangat belajar ini kemudian menjadikannya sebagai anak cerdas sekampungnya.

Baca Juga:  Anak Bupati TTU Kerja Kebun dan Dapat Uang Jajan Dua Ribu Rupiah

“Selain cerdas, ia juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan murah senyum. Itulah sebabnya Yosef selalu lolos dari hantaman ranting asam milik sang mama,” imbuh Magdalena warga Nansean yang saat itu juga bersama Mama Elisabeth.

Selain itu, Mama Elisabeth juga menceritakan bahwa Bapak Silvester Atini Naibobe, suaminya, merupakan sosok yang tenang dan rendah hati. Bapak Silvester sangat penyayang dan penuh kasih, juga sangat ulet dalam bekerja. Ia tidak pernah memukul anak-anaknya dengan rotan, meski nakal sekalipun. Sifat ini rupanya diturunkan secara utuh kepada putranya, Yosef Tanu.

“Saya memukul mereka (anak-anaknya kecuali Yosef Tanu) dengan kayu api yang sedang bernyala, tetapi ayah mereka tidak pernah memukul mereka. Jika sudah kelewat batas dia akan marah, lalu selesai. Sesudah marah, ia (Bapak Silvester) memilih pergi kebun atau menengok sapi),” tandas Mama Elisabeth sambil tertawa lepas, mengenang sikapnya dulu yang sangat tegas terhadap anak-anaknya.

Ketika ditanyai mengenai prestasi anaknya, Mama Elisabeth mengungkapkan, Yosef Tanu itu anak pintar dan hebat di bagian pertanian. Kuliahnya di STPDN tetapi sangat kreatif di dalam hidupnya. Bahkan petani tulen yang hidup sehari-hari mengurus kebun juga belum tentu mendapat hasil sebanyak yang ia panen.

Baca Juga:  Cegah DBD, Satgas Pamtas RI-RDTL Bentuk Tim Juru Pemantau Jentik

“Dia tidak pernah menceritakan niatnya menjadi Wakil Bupati TTU. Dia hanya berpikir untuk sekolah dan kerja. Tapi kita berdoa kepada Tuhan dan Bunda Maria supaya menunjukkan jalan yang benar menurut kehendak-Nya,” lanjut Mama Elisabeth sambil menyeka air mata yang jatuh di pelupuk matanya yang kian menua namun masih membekas kecantikannya.

Terkait anaknya Yosef Tanu yang maju di Pilkada TTU sebagai Calon Wakil Bupati TTU mendampingi Kristiana Muki sebagai Calon Bupati TTU, Mama Elisabeth Nesi mengaku, keluarga besar sangat bangga dan menyatakan sikap secara total mendukung Paket KITA SEHATI.

“Orang lain saja masih kita dukung, apalagi anak sendiri yang punya pertalian darah sangat terat. Kami sangat yakin Ibu Kristiana Muki dan Yosef Tanu bakal menang. Namun saya pesan untuk anak saya Yosef Tanu, kamu harus tetap rendah hati dan selalu melibatkan Tuhan dan leluhur dalam setiap proses sampai ke hari puncak nanti. YaTuhan, Engkau yang memilih dia (Yosef Tanu) mengikuti jalan emas ini. Semoga Engkau menguatkan hati dan pikirannya untuk tidak menggubris omongan tidak baik atau fitnah kepadanya,” tutup Mama Elisabeth dengan senyum lirih. (seko/seko)