KPU Malaka Deklarasi Kampanye Damai Bersama Para Cabup dan Cawabup

oleh -119 views
Deklarasi kampanye damai yang dilakukan KPU Malaka bersama para pasangan Calon Bupati Malaka dan Calon Wakil Bupati Malaka ini disaksikan langsung Ketua KPU NTT, Thomas Dohu juga Ketua Bawaslu Malaka, Petrus Nahak Manek dan juga dihadiri pengurus partai politik pengusung kedua paslon yang berlangsung si Kantor KPU Malaka pada hari Jumat (25/09/2020).

MALAKA, suluhdesa.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malaka bersama dua pasangan Calon  Bupati dan Wakil Bupati Malaka yang bertarung di Pilkada Malaka tahun 2020, menggelar deklarasi kampanye damai. Deklarasi bersama ini disaksikan langsung Ketua KPU NTT, Thomas Dohu juga Ketua Bawaslu Malaka, Petrus Nahak Manek dan juga dihadiri pengurus partai politik pengusung kedua paslon yang berlangsung si Kantor KPU Malaka pada hari Jumat (25/09/2020).

Pantauan tim media, pasangan calon yang hadir lengkap yakni paslon nomor urut 1 (satu) atas nama Calon Bupati Dr. Simon Nahak, S.H., M.H berpasangan dengan Calon Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin atau yang akrab disapa Kim Taolin.

Sementara pasangan calon (paslon) nomor urut 2 (dua) atas nama Calon  Bupati, dr. Stefanus Bria Seran, M.P.H berhalangan hadir. Deklarasi hanya dihadiri calon Wakil Bupati, Wandelinus Taolin.

Baca Juga:  Pastor Yudel Apresiasi Bupati Malaka yang Anggarkan Dana Beli Masker untuk Masyarakat

Disampaikan Ketua KPU Malaka, Makarius Bere Nahak, bahwa pada tanggal 24 September dr. Stefanus Bria Seran, M.P.H selaku bupati petahana telah mengajukan surat permohonan izin berkaitan dengan persiapan pengukuhan Pjs Bupati Malaka serta serah terima tugas dari Bupati Malaka ke Pjs Bupati Malaka di Kupang pada Sabtu (26/09/2020).

Selama 71 hari masa kampanye, Ketua KPU Malaka, Makarius Bere Nahak meminta beberapa hal penting yang wajib ditaati setiap paslon.

Baca Juga:  Bantuan Rumah dari Pemdes Raimataus Hanya Fondasi, Warga Mengadu ke DPRD Malaka

Makarius menegaskan kembali bahwa penyelenggaraan kampanye sudah diatur dalam PKPU nomor: 11 yang mana dilaksanakan selama 71 hari. Pengaturan waktu dan  tempat tentu diatur secara seimbang bagi kedua paslon oleh KPU Malaka.

“Metode kampanye nanti berupa tatap muka, pertemuan terbatas, kampanye melalui media massa dan debat publik antar calon,” jelas Makarius.

Makarius juga menyampaikan soal larangan yang wajib diperlu diperhatikan paslon saat kampanye,  seperti, tidak boleh menghina antar paslon, tidak boleh membawa isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA), tidak menghasut, mengadu domba,  ancaman kekerasan kepada per seorangan atau kelompok masyarakat atau parpol. Tidak mengganggu  kamtibmas, menghilangkan alat peraga paslon dan merusakan fasilitas umum, dilarang pawai, dan tidak boleh gunakan tempat pendidikan atau rumah ibadah sebagai tempat kampanye.

Baca Juga:  Ribuan Massa Penuhi Lapangan Haitimuk Hadiri Deklarasi Paket SBS-WT di Malaka

“Manfaatkan kampanye dengan baik. Sampaikan visi misi yang langsung sentuh kebutuhan warga,” pesan Makarius.

Makarius juga berharap semua pihak diharapkan jaga proses pilkada sehingga berjalan aman,  tertib, lancar dan damai. Semangat kedewasaan berpolitik.

“Hindari black campaign dalam melaksanakan tahapan kampanye,” tutupnya. (fecos/red)