Maksud dan Tujuan dari Postingan Seldi Bere Belum Terungkap dan Terbuka

oleh -186 views
Seldi Berek (Jurnalis Sergap.id yang bertugas di Malaka) bersama Tim Kuasa Hukumnya.

BELU, suluhdesa.com – Sidang lanjutan pemeriksaan saksi terakhir atas nama Aris Bria Seran dalam dugaan kasus pencemaran nama baik oleh Seldy Berek terhadap Lorens Haba melalui group WhatsApp antara Pers dan Polres Malaka di Pengadilan Negeri Atambua Kelas I B, menurut Tim Kuasa Hukum belum terungkap maksud dan tujuan dari postingan Seldi Berek (wartawan sergap.id yang bertugas di Malaka).

Kasus ini bermula dari Charles Dupe yang mendistribusikan pernyataan Seldy Berek ke Lorens Haba di dalam group WhatsApp yang menurut salah satu saksi (seorang wartawan yang ada dalam grup dan jadi admin grup) yang sudah diperiksa atas nama Jhon Germanus mengatakan bahwa pernyataan Seldy Berek itu membutuhkan jawaban.

Ketua Tim Kuasa Hukum, Melkianus Conterius Seran S.H ketika ditemui awak media Kamis, (24/09/2020) menyampaikan  sudah memberikan saksi dari penuntut umum yaitu saksi dari Aris Bria Seran dan diperiksa dipersidangan.

Baca Juga:  Kades Lakekun Utara; Saya Semangat Imbau Masyarakat Cegah Corona Karena Saya Sayang Mereka

“Saksi sudah menjelaskan tentang pernyataan itu benar atau tidak. Saksi sama sekali tidak tahu pernyatan itu. Itu kuncinya bahwa maksud dan tujuan dari saudara Seldy memosting tulisan itu untuk apa, saksi juga tidak tahu sampai hari ini pun belum terungkap,” ucap Melki.

Ini artinya apa, salah satu unsur penting didalam pasal yang dituduhkan oleh jaksa itu memang harus dibuktikan, cara konsep sengaja dalam hukum pidana tentunya berkaitan dengan maksud dan tujuan untuk apa. Tidak mungkin orang sekedar menulis dan memposting. Pasti ada maksud dan tujuan dan sampai hari inipun belum  terungkap  sampai saksi terakhir juga belum terbuka.

Baca Juga:  Pembinaan Rohani DWP Malaka, Bersukaria Melayani Sesama

“Nah, bagaimana dengan unsur sengaja akan dibuktikan tentunya kewajiban untuk membuktikan semua tuduhan-tuduhan itu ada pada jaksa. Karena jaksa harus wajib untuk membuktikan tuduhan tersebut ada pencemaran, ada pemfitnahan dan lain sebagainya. Jadi kita tidak berpatokan pada saksi korban sendri karena yang mengalami itu adalah saksi korban. Sampai hari ini kita melihat, katakan masih satu saksi karena keterangan dari LH itu setelah kita memeriksa beberapa saksi kemudian Charles Dupe, Karel dengan Jhon Germanus yah’sama sekali tidak ada, macam berdiri sendiri belum ada yang bisa mendukung pernyataan atau keterangan dari Lorens Haba,” pungkasnya. (tim/red)