Kasus Wartawan Sergap di Malaka, Lorens Haba Diduga Berikan Keterangan Palsu

oleh -145 views
Seldi Berek (Jurnalis Sergap.id yang bertugas di Malaka) bersama Tim Kuasa Hukumnya.

BELU, suluhdesa com – Sidang lanjutan pemeriksaan Saksi atas nama Aris Bria Seran, bertolak belakang dengan keterangan dari Lorens Haba. Sehingga saat itu juga tim kuasa hukum mengira bahwa data yang disampaikan oleh Lorens Haba itu penuh dengan rekayasa. Ketua Tim Kuasa Hukum Melkianus Conterius Seran S.H ketika ditemui tim media pada hari Kamis (24/09/2020) mengungkapkan, dalam persidangan pemeriksaan saksi sudah terungkap fakta bahwa Aris Bria Seran yang mendampingi dia (Lorens Haba) waktu melaporkan Wartawan sergap.id (Seldi Berek) pertama kalinya terkait mangkraknya proyek jalan segmen I Weliman yang di tulis Seldy Berek tahun 2018.

“Setelah kita konfirmasi di persidangan ternyata keterangan dari saksi pada Aris Bria Seran bertolak belakang dengan keterangan dari Lorens Haba, sehingga saat itu juga kami mengira bahwa data yang disampaikan oleh Lorens Haba itu penuh dengan rekayasa. Dia meyebutkan di sidang kali lalu, Lorens Haba menyebut bahwa dia pernah melaporkan Seldy Berek, tetapi ketika dia melaporkan seldi dia (Lorens Haba) mengatakan tidak ada Aris Bria Seran waktu itu,” jelas Melki.

“Makanya kami minta supaya kalau sudah terjadi seperti ini, yah tentunya Lorens Haba juga harus bertanggung jawab karena dia memberikan keterangan itu dibawah sumpah. Ingat bahwa berlaku ketentuan pasal sumpah palsu keterangan palsu apabila memang terbukti  demikian telah adanya putusan itu maka dia harus bertanggung jawab karena dia mengatakan seperti itu, ada konsekuensi hukum ketika dia bersumpah,” tambahnya.

Baca Juga:  Simon Nahak Optimis Dirinya dan Kim Taolin Menang di Pilkada Malaka

“Tadi kita sudah sampaikan di Majelis Hakim untuk dihadirkan kembali Lorens Haba, sehingga kita konfrontir antara keterangan saksi Aris Bria Seran dengan Lorens Haba sehingga sinkron tidak?,” ucapnya.

Melki mengatakan, masing-masing harus bertanggung jawab karena dia dibawa sumpah. “Jadi, yang kita cari tadi itu demikian dan menyangkut hal-hal lain tadi saudara Aris banyak cerita proyek-proyek yang ada di Malaka dan dia mengakui betul bahwa saudara Seldi Berek itu seorang Jurnalis dan membaca banyak berita dari Seldy Berek. Jadi yang dicari adalah unsur-unsur dari postingan itu, maksud dan tujuan belum terbuka dan terungkap, karena pertanyaan itu apakah untuk mencari informasi atau menghina seseorang belum terungkap,” kata Melki.

Baca Juga:  Gubernur NTT; Harus Bangkitkan Orang Bodoh Masuk Surga

Ia menandaskan pula, “ini harus jelas dulu, ketika sudah ketahui maksud dan tujuan itu baru kita pasang ini melawan hukum, lalu termasuk kategori penghinaan. Karena namanya Ahli itu dia tidak bisa menerangkan kasus konkrit dia boleh berpendapat menurut keahliannya, nanti baru disimpulkan didalam fakta itu supaya kita bisa tahu ada penghinaan ada pencemaran nama baik.Setelah kita pelajari semua berkas itu ternyata Ahli yang dipakai oleh jaksa penuntut umum atau penyidik waktu itu hanya Ahli ITE dengan Ahli bahasa.”

Baca Juga:  Puluhan Rumah Warga di Malaka Rusak Dihantam Angin Puting Beliung

“Pertanyaanya, paham tidak Ahli bahasa dan Ahli ITE  untuk menkonstruksikan unsur-unsur pidana yang ada? Tidak bisa kita pakai mereka untuk bisa konstruksikan itu, mereka hanya menyampaikan, yang memiliki kewenangan itukan Ahli Hukum Pidana. Seharusnya itu Ahli ITE, Ahli Bahasa, Ahli Hukum Pidana bila perlu dari jaksa hadirkan, supaya komplit. sehingga bisa menganalisa unsur-unsur pidananya,” sergahnya. (tim/red)