Yosef Tanu Pakai Pakaian Insana Saat Kampanye Damai, Rangkul Semua Pihak

oleh -668 views
Kristiana Muki Calon Bupati TTU mengenakan kain adat Biboki dan Yosef Tanu Calon Bupati TTU mengenanakan pakaian adat dari Insana saat deklarasi kampanye damai dan pakta integritas di Balai Biinmaffo Kefamenanu, Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (25/09/2020).

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menggelar deklarasi kampanye damai dan pakta integritas, penerapan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Utara Tahun 2020 pada Jumat (25/09/2020) yang diikuti para pasangan calon bupati dan calon wakil bupati TTU bertempat di Balai Biinmaffo. Pasangan tersebut adalah Kristiana Muki dan Yosef Tanu (Paket KITA SEHATI) nomor urut 1, Frengki Saunoah dan Amandus Nahas (Paket Fresh), David Juandi dan Eusabius Binsasi (Paket Desa Sejahtera).

Pantauan Media SULUH DESA ketiga paket pasangan calon bupati dan wakil bupati itu sangat bersemangat dalam mengucapkan deklarasi kampanye damai dan menandatangani pakta integritas. Walaupun dalam acara yang berlangsung khidmat, sesekali para pasangan calon saling bergurau dan bercanda. Pemandangan yang meneduhkan.

Dalam deklarasi tersebut para penyelenggara pilkada itu semuanya mengenakan pakaian adat Kabupaten Timor Tengah Utara. Uniknya juga Paket KITA SEHATI (Kristiana Muki dan Yosef Tanu) mengenakan pakaian adat. Kristiana Muki mengenakan baju berwarna putih dipadu dengan kain adat dari Biboki, sedangkan Yosef Tanu mengenakan pakaian adat dari Insana.

Yosef Tanu Calon Wakil Bupati TTU dari Paket KITA SEHATI yang mendampingi Kristiana Muki sebagai Calon Bupati saat berbincang dengan Media SULUH DESA di rumahnya di Km 6, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara pada Jumat (25/09/2020) pukul 20.00 Wita menjelaskan bahwa, Paket KITA SEHATI menghargai acara yang deklarasi kampanye damai dan pakta integritas yang sifatnya formal, oleh karena itu, Paket KITA SEHATI yang bernomor urut satu memutuskan untuk memakai pakaian adat.

“Kami pakai pakaian adat dalam acara itu. Tidak ada pemberitahuan sama sekali kepada kita untuk menggunakan pakaian adat, tetapi kita berpikir bahwa biarlah nuansanya sedikit berwarna budaya sehingga kita mengenakan pakaian adat. Ini juga sebagai komitmen kita kedepan untuk mengangkat nilai-nilai budaya TTU dalam setiap kehidupan dan setiap kegiatan. Jadi kita mengenakan pakaian adat yang dikenakan ini. Semuanya standar tetapi yang membedakan adalah pilu atau mahkota yang biasa saya gunakan adalah destar, dan sekarang  saya memilih menggunakan selendang yang diikat, tandanya bahwa kita sedang bekerja. Atau dalam bahasa yang lebih tepat bahwa perang hari ini akan dimulai,” jelas Yosef Tanu.

Baca Juga:  Pilkada Malaka, DPP Golkar Resmi Berikan SK Kepada Pasangan SBS-WT

Yosef Tanu menambahkan prinsip yang mereka anut sejak zaman para leluhur.

“Adalah pedang yang telah dicabut, pantang untuk disarungkan kembali tanpa darah. Atau sekali pedang terhunus taka ada cerita untuk mundur, tetapi maju untuk menang. Itulah ajaran dari leluhur yang kami terima dan pegang hingga saat ini. Pakaian yang saya gunakan ini bermotif Insana. Saya kebetulan memiliki beberapa pakaian adat. Ada yang dari Noemuti, ada dari Biboki, ada dari Miomaffo, dan yang hari ini saya gunakan adalah motif Insana,” ujar Yosef Tanu.

Yosef Tanu juga menjelaskan alasan mengapa Kristiana Muki dan dirinya memakai baju putih. “Itu melambangkan rangkulan erat terhadap semua perbedaan. Bahwa hari ini kami memilih mengenakan baju putih dengan tujuan untuk mengajak semua masyarakat untuk KITA SEHATI berjuang bersama dengan Paket KITA SEHATI untuk membangun TTU,” tambahnya.

Saat ditanyai Media SULUH DESA, sanggupkah Paket KITA SEHATI selama kampanye menjaga perdamaian?

Yosef Tanu menjawab bahwa, “saya berpikir bahwa tujuan dari memilih Kepala Daerah esensinya bahwa hanya memilih dua orang pemimpin untuk membawa daerah ini makmur, aman, damai, tertib, tenteram, dan tenang sehingga tercapai kesejahteraan untuk seluruh rakyat. Dalam hal ini untuk masyarakat TTU. Sehingga kami sangat konsisten dan berkomitmen untuk menjaga apa yang tadi kita ikrarkan bersama, yakni pakta integritas untuk kampanye damai sehingga tidak saling menghujat dan taat dengan protokol kesehatan dan terutama bagaimana untuk menjaga supaya tidak terpecah belah karena pemilihan ini.”

“Sebab pemilihan ini hanya proses untuk menunjuk seorang Bupati atau mendapatkan seorang Bupati dan Wakil Bupati untuk melanjutkan proses pembangunan, pelayanan kemasyarakatan di Kabupaten TTU. Kalau dalam prosesnya kita merusak sendi-sendi persaudaraan, kebersamaan dan lain-lain. Maka itu akan menjadi PR untuk kita yang esok atau lusa terpilih untuk memperbaiki itu. Apalagi kita berproses di saat pandemi Covid-19 saat ini. Sehingga ke depan musuh bersama kita hanya Covid-19 dan bagaimana membawa masyarakat keluar dari kesulitan-kesulitan yang lain yang tentu intervensinya melalui berbagai program dan kegiatan yang telah kita siapkan dalam visi-misi kita,” urai Yosef Tanu.

Baca Juga:  Satgas Pamtas RI-RDTL Bersama Masyarakat Bangun Bak Penampungan Air Bersih

Pria yang suka berkebun ini memiliki imbauan untuk pendukung Paket KITA SEHATI. “Saya mengimbau untuk para pendukung Paket KITA SEHATI, yakni yang pertama bahwa mari kita berpolitik secara elegan. Hindari fitnah dan mencari kesalahan orang lain. Biarlah orang lain yang melakukan itu dan jangan sampai kita yang terlibat. Kita hanya fokus dan konsisten dengan perjuangan kita. Tidak usah terpancing jika teman-teman yang di media sosial yang selalu berusaha mencari kesalahan orang lain. Biarlah mereka melakukan itu, karena saya yakin kita yang akan menang kok. Daripada kita menang dan esok atau lusa kita berjuang untuk memperbaiki sendi-sendi yang rusak. Dan akhirnya kita tidak akan mencapai maksimalisasi roda pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten TTU,” terang Yosef Tanu.

Saat diminta untuk menjelaskan makna pelepasan balon dengan beragam warna di halaman Balai Biinmaffo, Yosef Tanu menyampaikan makna yang ada dalam hatinya.

“Saya waktu pelepasan balon sempat bisik ke Ibu Kristiana, saya bilang Ibu kalau didokumentasikan maka balon yang berwarna biru pasti terbang paling tinggi. Ibu Kristiana tertawa dan bilang saya juga punya keyakinan seperti itu. Sehingga saya menjawab bahwa anak-anak pasti akan dokumentasikan dan sebentar kita akan lihat. Dan ternyata betul, dua balon biru yang terbang paling tinggi di atas. Ini tanda alam. Tafsirannya bahwa warna biru itu kan saya dengan Ibu Kristiana yang lepas dan keduanya berada paling atas. Maka biru lah yang akan di atas. Kalau saya tidak salah, tadi ada beberapa warna lain yang tersangkut di kabel. Tapi warna biru tidak ada yang tersangkut. Jadi itu bukan sebuah kebetulan, tetapi lebih menjurus kepada tanda alam. Dan kadang kita yang lain kurang mengakui atau kurang sensitif terhadap tanda alam. Sebetulnya Tuhan dan alam menunjukkan kepada kita melalui cara-Nya. Dan semestinya yang sensitif atau yang sudah terbiasa mendengarkan suara hati pasti akan paham. Tidak mendahului kenyataan karena masih berproses,” tandas Yosef Tanu.

Baca Juga:  Antisipasi Terhadap Strategi Kuda Troya di Pilkada Belu

Selain itu, lanjut Yosef Tanu, “tapi boleh dicatat bahwa pada pilkada 9 Desember mendatang, urutan perolehan suara akan mengikuti urutan balon ini. Itu penafsiran dari balon yang dilepas hari ini. Karena balon-balon diisi dengan gas yang sama dan dilepas dalam waktu bersamaan. Dan kenapa yang biru saja yang di atas. Semua yang melepas balon tadi mengikuti warna dari identitas warna partainya. Dan faktanya warna biru yang berada paling atas. Atau mungkin ada yang akan bilang tadi itu ada yang sudah terbangkan lebih awal. Tapi nyatanya tidak seperti itu. Semuanya dilepas bersamaan.”

Yosef Tanu juga menyampaikan bahwa sebelum dan sesudah deklarasi kampanye damai dan pakta integritas, bahkan saat acara berlangsung, para pasangan calon bupati dan wakil bupati saling bercanda dan bergurau.

“Ini sementara terjadi pertarungan. Maka para kandidat harus membangun komunikasi yang baik dengan tutur kata dan saling sapa serta komunikasi yang lain sehingga tidak memicu ketegangan yang berlebihan di tingkat pendukung. Karena bukan sesuatu yang penting untuk memenangkan pertandingan ini tetapi yang lebih utama bahwa sendi-sendi persaudaraan seperti yang saya sampaikan tadi itu tidak boleh rusak. Untuk apa kita harus tegang dengan calon dari paket lain? Tidak ada untungnya. Karena ini hanya sebuah proses dan yang akan terpilih nanti sudah Tuhan gariskan. Kita hanya lalui prosesnya saja. Kecuali ada tulisan lain di Alkitab. Tetapi Alkitab sampai hari ini tulisannya masih sama bahwa setiap kita sejak di kandungan ibu sudah dibentuk oleh Tuhan untuk maksud tertentu. Kita semua ini Tuhan sudah kasih talenta serta tugas dan misinya masing-masing,” pungkas Yosef Tanu sambil membuka ikat kepalanya. (seko/fwl)