Seldi Berek, Wartawan Sergap.id di Malaka Harus Dibebaskan

oleh -509 views
Seldi Berek (Jurnalis Sergap.id yang bertugas di Malaka) bersama Tim Kuasa Hukumnya.

BELU, suluhdesa.com- Hasil lanjutan sidang perkara kasus Wartawan sergap.id atas nama Oktovianus Seldi Ulu Berek (Seldi), pada hari Kamis, (17/09/2020) dengan agenda pemeriksaan saksi sebanyak 3 orang, yakni Charles Dupe, Jhon Germanus dan Karel. Sidang berlangsung selama kurang lebih 3 jam ini, merupakan lanjutan sidang dengan agenda pemeriksaan saksi yang sebelumnya telah diperiksa saksi korban atas nama Lorens L. Haba pada hari Selasa, (15/09/2020) kemarin. Dengan diperiksanya ketiga saksi tersebut maka sudah 4 orang saksi yang telah diperiksa dan tinggal 1 orang saksi yang belum diperiksa atas Nama Aris Bria Seran yang sudah dua kali mangkir dari panggilan jaksa. Sidang akan kembali digelar pada hari Kamis (24/09/2020) dengan agenda pemeriksaan Saksi dan keterangan saksi ahli.

Setelah selesai sidang, kepada Tim Wartawan, Ketua Tim Kuasa Hukum Seldi Berek, Melkianus Conterius Seran, S.H  mengatakan bahwa, sesuai dengan pemeriksaan saksi-saksi tersebut, “Tim hari ini kita maksimal, walaupun ada perdebatan dengan Majelis Hakim, kita mempertahankan kepentingan hukum dan klien terkait dengan siapa yang mentransmisikan dan mendistribusikan itu. Dan sudah terbukti bahwa dari kemarin saksi Lorens Haba juga sudah memberikan pengakuan secara tegas di persidangan bahwa yang mentransmisikan itu adalah saudara Charles Dupe. Dan bahkan di sidang pun sudah ada bukti jelas sekali. Ada beberapa saksi yang sudah diperiksa dan saksi Charles Dupe sendiri juga mengatakan dirinya yang mengirim screenshot itu sendiri.”

“Kata mengirim itu berarti dia yang mentransmisikan dan mendistribusikan kepada Lorens Haba sehingga timbul kasus ini,” katanya.

Baca Juga:  Ketua ARAKSI: Terkait Laporan Stefanus Matutina ke Polisi, Saya Siap Hadir dan Didampingi 23 Kuasa Hukum

Kemudian terkait dengan unsur melekat jabatan terhadap Lorens Haba sehingga dia diberlakukan pasal 207 KUHP itu juga, “kita sudah periksa beberapa saksi dan menurut kami tidak terbukti, karena berdasarkan tulisan Seldy dihasil screenshot itu tidak disebutkan jabatan dari saudara LH sebagai kepala Bidang Bina Marga PUPR Kabupaten Malaka. Bahkan saksi Jhon Germanus dan Karel tidak menyebut itu.”

“Sudah menyebutkan bahwa tidak ditemukan dan itu hanya secara pribadi LH sendiri jadi terkait dengan penghinaan melekat jabatan terhadap LH tidak terbukti menurut kami. Sehingga penampilan konten yang dipertontonkan ke publik membuat orang itu merasa malu dan terhina itu menurut kami tidak terbukti. Dan ada beberapa hal lain lagi yang kami ajukan keberatan  mengenai beberapa saksi yang seolah-olah memberikan pendapat padahal dia sebagai saksi. Harus diingat bahwa saudara Aris Bria Seran harus di periksa dan beban pembuktian ini ada pada Jaksa untuk membuktikan tuduhannya, karena ini melekat pada pertanggungjawaban pidana.”

Baca Juga:  Bupati Malaka Perintahkan Dinas PUPR untuk Perbaiki Jalan Longsor

“Karena apabila pengakuan dari saudara Aris sesuai dengan apa yang ditulis oleh Saudara Seldy maka Seldy tidak bisa diminta pertanggungjawaban pidana dan kita harus tahu itu dan ini masih misterius. Mudah-mudahan minggu depan Saudara Aris bisa dihadirkan dan ahli dalam persidangan untuk memberikan keterangan lebih lengkap lagi untuk mendukung pembelaan kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Silvester Nahak, S.H, menerangkan bahwa, tulisan terdakwa yang ada pada posting group tertutup itu, menurut saksi Jhon Germanus (sebagai Admin Group dan juga Wartawan) mengatakan, dalam tulisan itu merupakan pernyataan yang membutuhkan jawaban. Itu artinya bahwa, ini pertanyaan. Pertanyaan dari seorang wartawan untuk sama-sama menggali dari peristiwa itu.

“Dan kalau ini masih sebatas pertanyaan maka kami kira Undang-Undang Pers melindungi Seldi. Hal ini sudah terungkap dalam persidangan melalui keterangan saksi yang diungkapkan oleh saksi Jhon Germanus. Nah, kalau itu masih dalam bentuk pertanyaan untuk harus dicari kebenarannya, kami kira Seldi itu harus dibebaskan dari segala tuntutan ini. Karena Seldi sedang menjalankan pekerjaan Jurnalistik. Karena tadi dalam persidangan sudah disampaikan bahwa pernyataan yang butuh jawaban yang notabenenya menjadi perhatian kita bersama untuk menggali lebih jauh karena itu akan kita buktikan lagi pada saksi berikutnya yaitu Aris Bria Seran,” tandasnya.

Baca Juga:  Bupati SBS Minta Penambahan SPBU di Wilayah Kabupaten Malaka

“Toh kalau memang benar ada uang. Nah ini lanjutannya banyak, ada gratifikasi, tapi untuk sementara postingan Seldi di group tertutup ini masih dalam bentuk pertanyaan besar yang harus dicari dan itu sesuai dengan tupoksi sebagai seorang Wartawan untuk bagaimana bisa mendapatkan berita yang akurat, baik lewat teman-teman polisi itu sendri maupun lewat teman media yang ada dalam group itu. Karena tulisan itu tidak sebutkan jabatan seseorang, jadi 207 KUHP yang didobel, yang diterapkan dalam dakwaan ini, kami kira itu tidak terbukti, jadi kalau tidak terbukti yah klien kami harus bebas,” tutupnya. (tim/red)