Konten Dalam Kasus Wartawan Sergap.id di Malaka Sudah Terungkap

oleh -338 views
Seldi Berek (Jurnalis Sergap.id yang bertugas di Malaka) bersama Tim Kuasa Hukumnya.

BELU, suluhdesa.com – Salah satu Kuasa Hukum Wartawan Sergap.id, Wilfridus Son Lau, S.H., M.H, menerangkan bahwa, pihaknya melihat terhadap penghinaan atau pencemaran nama baik, ada dua unsur yaitu, konten dan konteks. Dan dari hasil pemeriksaan keempat saksi dalam kasus Seldi Berek bahwa kontennya sudah terungkap. Konten dalam kasus ini, seolah-olah para saksi yang merasa dirugikan, terutama saksi Charles Dupe. Hal ini disampaikannya ketika ditemui Tim Wartawan di halaman Pengadilan Negeri (PN) kelas I B Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada hari Kamis (17/09/2020).

Dikatakan Son Lau bahwa, konten itu tertuju kepada Lorens L Haba, jadi yang jelas orang yang dirugikan itu adalah Lorens L Haba.

“Kita Tim Kuasa Hukum melihat terhadap penghinaan atau pencemaran nama baik ada dua unsur yaitu, konten dan konteks. Selama pemeriksaan saksi kontennya sudah terungkap bahwa seolah-olah para saksi terutama saksi Charles Dupe merasa dia yang dirugikan, kontennya itu tertuju pada Lorens Haba, jadi, jelas orang yang dirugikan itu Lorens Haba,” kata Son Lau

Baca Juga:  Satgas Pamtas RI-RDTL Gelar Pelayanan Posyandu di Desa Alas Utara

Son Lau juga mengatakan, keterangan saksi yang ada diBAP, semuanya berisi pendapat, padahal itu sudah diatur dalam KUHP pasal 185 ayat 5 sudah menyatakan dengan jelas.

“Kalau dalam hal konteks itu, nanti akan ada ahli yang menilai secara objektif. Dari keterangan saksi yang ada di BAP, semuanya berisi pendapat, padahal itu sudah diatur dalam KUHP pasal 185 ayat 5 sudah menyatakan dengan jelas bahwa baik pendapat atau rekaan yang diperoleh dari pemikiran sendiri bukan keterangan saksi, melainkan itu pendapat dari diri sendiri dan itu dilarang oleh undang-undang. Sehingga, dengan menghadirkan ahli, akan memberikan penjelasan lebih jelas terkait dengan konteks dari postingan seldy tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:  Paket SN-KT di Malaka Datang Membawa Kebebasan

Dijelaskan pula Son Lau bahwa, saksi tidak punya kapasitas untuk memberikan keterangan soal konteks karena mereka bukan ahli, mereka hanya bisa memberikan keterangan apa yang mereka lihat, mereka alami dan apa yang mereka dengar sendiri dan itu sudah diatur di KUHP juga pasal 1 angka 26 dan angka 27 KUHP.

“Jelas apa yang dimaksud dengan saksi, apa yang dimaksud dengan keterangan saksi sehingga mereka tidak punya kapasitas untuk menjelaskan. Konteks itu Ahli yang menjelaskan,” ketus Son Lau.

Sementara itu, Ferdinandus E.Tahu Maktaen, S.H, mengatakan, untuk pasal-pasal penerapan yang diterapkan oleh Jakasa Penuntut Umum terhadap dakwaan dalam dua kali persidangan sudah ada titik terang dan itu akan disimpulkan di pembelaan nanti.

Baca Juga:  Bupati Malaka Hadiri Rakor Investasi Tahun 2020 di Jakarta

“Dan terkait dengan pengakuan-pengakuan saksi, sebagai Tim, kami sangka tadi sudah jelas bahwa Lorens Haba mengatakan Charles Dupe yang mengirim screenshot untuk dia (Lorens L Haba). Pengakuan itu juga dari Charles Dupe saat dalam persidangan,” ucapnya.

Ia menambahkan, untuk pengakuan itu dibawah sumpah, artinya bahwa dugaan Tim Kuasa Hukum terkait orang yang mentransmisikan peryataan itu adalah Charles Dupe menurut tim kuasa hukum itu sudah benar. Untuk lanjutannya seperti yang sudah sampaikan tindakan apa yang Tim lakukan nanti, Tim akan diskusikan bersama terkait dengan apa yang harus dilakukan dengan peryataan ini.

“Artinya bahwa, menurut kami sudah benar bahwa dugaan kami terkait orang yang mentransmisikan adalah Charles Dupe. Jadi untuk lanjutannya seperti apa yang kami sampaikan sebelumnya, kami akan diskusikan,” pungkasnya. (tim/red)