Patuhi Protokol Kesehatan di Era Kebiasaan Baru, ASN Jadi Role Model

oleh -122 views
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyelenggarakan seminar dengan tema Pancasila dalam Tindakan Gotong Royong Meningkatkan Peran ASN dalam Adaptasi Kebiasaan Baru, Senin (14/09/2020).

YOGYAKARTA, suluhdesa.com – Deputi Pengendalian dan Evaluasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyelenggarakan seminar dengan tema Pancasila dalam Tindakan Gotong Royong Meningkatkan Peran ASN dalam Adaptasi Kebiasaan Baru, Senin (14/09/2020).

Seminar yang dihadiri oleh perwakilan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Yogyakarta ini menerapkan protokol kesehatan ketat bagi semua peserta yang hadir untuk membiasakan dalam kebiasaan baru di masa pandemi.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo menjelaskan bahwa gotong royong adalah kekuatan bangsa dalam membangun kedaulatan bangsa.

“Gotong royong adalah kemampuan dan kekuatan kita dalam membangun kedaulatan,” jelas Romo Benny.

Benny menjelaskan ancaman selanjutnya dari pandemi ini pangan.

“Ancaman krisis ini adalah pangan. Kedaulatan dalam bidang mampu mengolah sumber daya alamnya dan memenuhi kebutuhan pangannya,” tambahnya.

Baca Juga:  Heboh Melelang Keperawanan Mulai Dari 2 M, Sarah Salsabila Akhirnya Minta Maaf

Adaptasi kebiasaan di masa pandemi ini masyarakat termasuk ASN harus bergotong royong dalam membantu kehidupan satu sama lain.

“Di diera pandemi ini perlu bergotong royong, bisa membeli dan mengedukasi produk lokal kearifan disini penting, karena kalau kita konsumsi maka satu sama lain akan bisa saling mencukupi kebutuhan. ASN harus membantu dalam mengedukasi ini,” jelasnya.

Benny menjelaskan jika mencintai gotong royong maka kita bisa menyelesaikan permasalahan bangsa ini termasuk Covid-19. Kesadaran yang kuat ini yang harus diutamakan termasuk ASN yang menjadi role model atau teladan bagi masyarakat.

ASN harus menjadi insan pancasila yang berkeadaban, berkebudayaan, kesadaran keberagaman, hingga bekerja untuk membangun dan merawat bangsa.

Kepala Kantor Regional I Yogyakarta Badan Kepegawaian Negara (BKN), Anjaswari Dewi menjelaskan bahwa sistem kerja ASN di era new normal memberlakukan work form home sehingga segala pekerjaan dapat terselesaikan walaupun dalam masa pandemi. Memberikan reward dan punish bagi pegawai teladan agar memberikan semangat bagi para ASN.

Baca Juga:  Pemerintah dan Gereja Perang Bersama Melawan Covid-19

Anjaswari menjelaskan bahwa pola layanan ASN kepada masyarakat tetap harus maksimal dan mematuhi protokol kesehatan.

“Dalam pola layanan ASN meminimalisir tatap muka, dukungan teknologi,  dan gotong royong dan bisa dilakukan dengan kemajuan teknologi atau daring,” ucapnya.

ASN harus mampu multitasking dan jangan egois hanya dengan tugasnya masing-masing.

ASN  harus melakukan pelayanan yang prima harus responsif dan reaktif bagi masyarakat.

Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP, Rima Agristina menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan tugas dan fungsi ASN khususnya di masa pandemi tidak hanya sekadar penyerapan anggaran saja, tetapi juga dampak positif bagi masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Malaka; Pemandangan di Desa Sisi Sangat Indah, Cocok Jadi Tempat Wisata

“Tugas kita melayani, sehingga kita harus siap  melayani bukan memerintah. Tidak cukup anggaran terserap dan lain sebagainya. Akan Tetapi apa dampak positif yang didapatkan oleh masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Rima menjelaskan bahwa pandemi menujukan persatuan bangsa Indonesia.

“Pandemi ini menunjukan persatuan indonesia yang kuat dibantu dengan kemajuan teknologi disini terjalin terajut rasa satu sama lain,” ujarnya.

Rima berharap ASN mampu memberikan teladan dan aktif dalam menyuarakan pesan positif untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Marilah bersemangat dan  produktif menyuarakan pesan singkat dan dapat dengan mudah dimengerti masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan di era kebiasaan baru ini,” tutupnya. (fwl/fwl)