Kades Alas di Malaka Terlibat Politik Praktis dan Intimidasi Warganya

oleh -574 views
Foto Ilustrasi.

MALAKA, suluhdesa.com – Beberapa warga Desa Alas menyampaikan bahwa Kepala Desa (Kades) Alas Cyprianus Nahak Bauk diduga terlibat politik praktis. Sebab sebelumnya, Kades Alas memanggil para penerima bantuan yang merupakan Kelompok Penerima Manfaat, lima-lima orang untuk masuk ke ruangan dan pintu dikunci, lalu sang kades menyampaikan kepada mereka untuk memilih salah satu bakal calon pemimpin (Bupati) dalam Pilkada Malaka nanti.

Hal ini disampaikan beberapa warga Desa Alas yang merupakan Kelompok Penerima Manfaat (KPM) kepada media ini saat ditemui di Dusun Fatuleki 1, Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin (14/09/2020).

Pengakuan beberapa warga penerima manfaat mengatakan, selama ini mereka seolah-olah diintimidasi oleh Kades Alas.

“Selama ini kami ditekan oleh kades dan babru-baru ini, sebelum sampai penerimaan bantuan, kami dipanggil kades, lima-lima orang masuk ruangannya lalu pintu dikunci dan kades omong ke kami pakai bahasa daerah, ‘Atu hili itak Ulun, Ita hili mak ema tuan, Ita labele hili ema foun. Ita hili Ema foun ne’e matebian, labele halo matebian sia hafaur emi. (Untuk pilih pemimpin kita, kita pilih orang yang lama, kita tidak boleh pilih orang baru. Orang baru itu Arwah/leluhur, tidak boleh suruh arwah/leluhur membodohi kalian),” kata salah seorang mama bernama Herikulana Rafu meniru kata-kata Kades Alas dengan bahasa daerah Tetun).

Baca Juga:  Kemenag Belu Gelar HAB Ke 74: Pelayanan untuk Semua Agama

Samea ne ulun nikar nebe ida, ikun mesti tuir, Ikun nikar nebe ida, ulun mesti tuir. Emi labele tuir ema seluk, emi mesti tuir hau dei, hau ne’e  emikan ulun, hau kepala desa, jadi simu bantuan (PKH, BLT) sia ne’e hau bele hasai, bele hatama’ (Ular itu kepala ke mana, ekor juga ikut, ekor kemana kepala ikut. Kalian tidak boleh ikut orang lain, kalian harus ikut saya, saya kan Kepala Desa, jadi untuk terima bantuan PKH, BLT dan bantuan lainnya saya bisa kasih masuk dan kasih keluar nama),” lanjut Mama Herikulana meniru penyampaian dari kades.

Baca Juga:  Polres Malaka dan Dandim 1605/Belu, Apresiasi Pemda Malaka Dalam Mencegah Penyebaran Corona

Hal senada juga disampaikan Yohanes Luan, bahwa betul mereka dipanggil lima-lima orang oleh kades masuk dalam ruangannya untuk menyampaikan hal yang sama.

“Waktu itu itu pas kami kerja bakti di Kantor Desa Alas. Setelah selesai kerja, kami dipanggil lima-lima orang masuk ke ruangan kades. Waktu itu, saya dan empat orang teman saya dipanggil ke ruangan dan kades mengatakan untuk saya bahwa jangan ikut kamu punya bapak, kamu punya bapa itu stress. Jadi ‘hili toos tuan, labele hili toos foun’ (Pilih kebun lama, tidak boleh pilih kebun baru),” beber Yohanes.

Yohanes melanjutkan, malam harinya dia sampaikan kepada Bapaknya Nikodemus Leki dan malam itu juga bapaknya langsung ke rumah Kades Alas, untuk menanyakan kata stress yang disampaikan kades.

Pengakuan Yohanes, ia dan bapaknya merasa dirugikan. Yohanes akan mempolisikan Kades Alas karena dinilai telah mencemarkan namanya.

Baca Juga:  DPP PKB Berikan SK Kepada Paket Sakti untuk Bertarung di Pilkada Malaka

“Saya merasa dirugikan karena sudah mencemarkan nama baik saya. Dia sudah mencemarkan nama saya di media bahwa saya membuat keonaran di Desa Alas ini. Padahal selama ini saya tidak pernah buat masalah sekecil apapun. Saya akan lapor ke polisi terkait hal ini,” tandas Yohanes.

Terkait membuat keonaran dikampung, salah satu kepala dusun yang saat itu ada di lokasi, mengatakan bahwa selama ini Yohanes Luan tidak pernah membuat keonaran.

Secara terpisah, Kepala Desa Alas, Cyprianus Nahak Bau, ketika dihubungi lewat ponselnya pada hari Senin (14/09/2020) malam, belum sempat menjawab pertanyaan dari wartawan terkait hal ini.

Dirinya hanya menjawab, “saya masih nonton anak bermain futsal di batas Motamasin, nanti saya hubungi lagi,” jawabnya.

Selanjutnya wartawan berusaha mengirim pesan lewat WhatsApp, namun Kades Alas belum membalas pesan walaupun sudah membaca pesan yang dikirim. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan dari Kades Cypri. (fecos/fecos)