Kades Alas Coret Warganya Tak Terima BLT dan Usir dari Kantor Desa

oleh -853 views
Foto Ilustrasi.

MALAKA, suluhdesa.com – Beberapa warga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengeluhkan sikap dan kinerja Kepala Desa Alas Cyprianus Nahak Bau yang mencoret nama mereka dari daftar penerima BLT.Mereka menduga Kades Alas Cyprianus Nahak Bau menilep atau menyolong uang BLT yang menjadi hak mereka.

Salah satunya ialah Yohanes Luan yang mengaku merasa tidak puas karena haknya sebagai salah satu penerima Bantuan Langsung Tunai tidak diakomodir dan namanya dicoret oleh Cyprianus Nahak Bau Kepala Desa (Kades) Alas tanpa sebab. Kepada Media SULUH DESA, Yohanes Luan mengaku merasa dirugikan sebab dalam beberapa media mengatakan, dirinya dan keluarganya membuat kegaduhan di desa Alas.

Hal ini disampaikan Yohanes Luan saat ditemui Media SULUH DESA di Dusun Fatuleki 1, Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin (14/09/2020).

Menurut Yohanes Luan, dirinya tidak tahu apa alasan dasarnya, sampai namanya dicoret dari penerima BLT.

“Saya tidak tahu alasannya apa sampai nama saya dicoret dari penerima BLT. padahal periode pertama tahap 1, 2 dan 3 terima tapi pembagian periode kedua ini nama saya dicoret. Dan saya juga tidak pernah buat keonaran seperti pemberitaan media lain,” kata Yohanes Luan.

“Bahkan sebelum nama saya dicoret dari BLT, saya juga diberhentikan dari Hansip dan honor saya belum di bayar selama 4 bulan dan saya diganti sepihak oleh Kades Cyprianus Nahak Bau. Saya dikeluarkan dari Hansip lalu diganti dengan Marius Hale,” sambungnya.

Yohanes juga menyampaikan bahwa, dari penerima BLT sebanyak 110 KK, kamudian namanya dicoret dan muncul nama yang baru yakni Marius Hale, orang yang menggantikannya sebagai Hansip.

Baca Juga:  Gaji Guru Tak Dibayar, Diduga Mantan Kepala SMKN Kobalima Gelapkan Dana BOS

“Karena nama saya tidak ada, tentu yang menggantikan saya Marius Hale, karena penerima BLT periode pertama, tahap 1, 2 dan 3 kami 110 KK yang terima, sedangkan periode kedua ini tahap 1 saya tidak terima lagi karena nama saya sudah dicoret,” ungkap Yohanes Luan.

Kepada media ini, Mamanya Yohanes Luan yang bernama Emirensiana Rafu mengungkapkan jika ia merasa tidak puas nama anaknya sudah tidak ada dalam daftar penerima BLT. Oleh karena itu bersama anaknya Yohanes Luan, mereka pergi ke Kantor Desa Alas untuk meminta kejelasan, namun sayangnya jawaban Kades Cyprianus Nahak Bau tidak memuaskan mereka bahkan mereka diusir pulang.

“Saya dengan anak saya ke kantor untuk meminta pertanggungjawaban dari kades kenapa nama anak saya tidak ada lagi. Padahal sebelumnya ada dan sudah terima 3 kali, kenapa untuk terima yang keempat ini, nama anak saya tidak ada?,” tanya Emirensiana.

“Saat mendengar hal itu Kades Cyprianus Nahak Bau tidak menjawab dan langsung dia usir kami sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas,” tambah Emirensiana.

“Kami diusir oleh Kades Cyprianus Nahak Bau dengan bahasa daerah, ‘fila, moe lalek, moe la no, naran hau coret tian mos sei mai no no dei’ (pulang, tidak tau malu, saya sudah coret nama juga masih datang lagi),” cerita Emirensiana meniru ucapan Kades Cyprianus Nahak Bau.

Dan saat itu Emerensiana menjawab, “kami tidak malu karena ini uang negara dan itu hak kami. Kades menjawabnya, pulang sudah, kalian mau lapor saya kemana lapor saja,” tambah Emirensiana meniru lagi ucapan Kades Cyprianus Nahak Bau.

Sementara itu, korban lainnya adalah Yakobus Lau yang menyampaikan bahwa BLT periode pertama tahap ke 2 tidak ia terima dan Almarhum Suri Lebo yang dialihkankepada isterinya Rosalia Bui.

Baca Juga:  Penyaluran BLT di Desa Naitimu Salah Sasaran, yang Terima Istri Aparat Desa

Yakobus Leki kepada media ini mengaku, untuk periode pertama tahap kedua tidak terima dan hasil print buku tabung dari BRI, uangnya tidak ada alias nihil.

“Tahap kedua punya saya sudah cek tapi tidak ada dan saya sudah print, namun uang itu tidak ada, uang yang masuk hanya untuk tahap pertama dan tahap ke tiga,” ucap Yakobus sambil memperlihatkan buku rekeningnya kepada wartawan.

“Saya sudah bolak balik ke bank, dari bank bilang ke Kepala Desa Cyprianus Nahak Bau dan sebaliknya. Jadi saya bingung uang ini dimana sebenarnya,” katanya penuh tanya.

Sedangkan korban yang lain lagi adalah Rosalia Bui yang menjadi ahli waris karena suaminya Suri Lebo sudah meninggal.

Kepada Media SULUH DESA juga ia mengatakan bahwa, walaupun buku rekeningnya ada, BLT tahap 1, 2 dan 3 tidak ia terima, tahap ke 4 baru diberikan langsung ke rumah, karena saat ini Rosalia Bui sedang sakit stroke.

Dengan kondisi sakit, Rosalia Bui dan keluarganya mendatangi Kantor BRI, namun pihak BRI menyampaikan untuk kembali ke Kepala Desa Cyprianus Nahak Bau.

Secara terpisah, Kepala Desa Alas, Cyprianus Nahak Bau ketika dihubungi Media SULUH DESA lewat sambungan seluler menjelaskan, terkait masalah BLT semua sudah dialihkan ke Dinas PMD. Waktu klarifikasi bersama Kepala Dinas PMD di Kantor Desa Alas, semua sudah diselesaikan dan dibuat berita acara.

“Pertemuan untuk klarifikasi itu langsung disaksikan Pendamping Desa, Tenaga Ahli pendamping Desa dan Kadis PMD bersama Kabid, namun Yohanes Luan  tidak hadir. Terkait masalahnya Yakobus Leki, uangnya ada di rekening, itu laporan bohong. Yakobus Leki uangnya ada di rekening. Kemarin juga saya sudah tunjukkan rekeningnya, tapi mereka yang tidak pigi (pergi) cek di bank dan waktu pembagian mereka tidak datang. Itu laporan bohong semua,” jawab Kades Cypri.

Baca Juga:  Pemkab Malaka Data Sejumlah Media Berita, Ketua FPRN Apresiasi

Sedangkan terkait Rosalia Bui, belum ada penjelasan, Kades Cypri belum sempat menjawab karena dirinya sibuk menonton pertandingan futsal.

“Nanti saja, hubungi lagi ya,” ketusnya sambil menutup telepon.

Media SULUH DESA mencoba mengirim pesan lewat WhatsApp, namun hanya dibaca dan belum ada jawaban hingga berita ini diturunkan.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) PMD Kabupaten Malaka, Agustinus Nahak, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler mengatakan bahwa, penerima BLT atas nama Yohanes Luan sudah diklarifikasi dan saat itu Yohanes tidak hadir, walaupun dipanggil oleh aparat beberapa kali. Tapi terkait masalah penerima BLT yang lain pihaknya tidak tahu.

“Kita sudah klarifikasi untuk kembalikan uang itu, tapi Yohanes Luan tidak datang. Jadi biar sudah e orang tidak mau butuh uang itu,” jawab Kadis PMD Agustinus.

“Dan untuk yang lain-lain kami tidak tahu, silahkan konfirmasi ke Kepala Desa Alas karena Kepala Desa Alas yang pegang uang, kami hanya memfasilitasi penyelesaian masalahnya,” tutur Kadis Agustinus.

Yohanes Luan yang dikonfirmasi ulang dan menanyakan alasan mengapa dirinya tidak hadir di Kantor Desa Alas, menjelaskan, dirinya tidak hadir saat itu karena namanya sudah dicoret dan diganti. Jadi tidak ada gunanya dia hadir saat itu.

“Karena Daftar nama sudah jelas yang terima BLT hanya 110 KK. Jika nama saya belum diganti maka yang terima saat itu 109 KK, tapi saya lihat sudah jelas 110 KK dan nama saya tidak ada. Berarti saya tidak terima lagi kan, karena sudah jelas nama saya dicoret dan diganti,” pungkas Yohanes Luan. (fecos/fecos)