Orang Muda PDKK St. Cecilia Berkatekese dan Dalami Kitab Suci

oleh -168 views
Orang-orang muda Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) St. Cecilia bersama narasumber pendalaman kitab suci, Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang, Romo Sipri Senda.

KUPANG, suluhdesa.com – Kegiatan katekese dan pendalaman kitab suci yang berlangsung di Gereja Kuasi Paroki St. Petrus dan Paulus Oesapa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (10/09/2020) merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh kelompok orang-orang muda Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) St. Cecilia, dalam mengisi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2020. Hadir sebagai pemandu katekese dan narasumber pendalaman kitab suci, Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang, Romo Sipri Senda.

Dalam kegiatan katekese, Rm. Sipri Senda sebagai pemandu mengajak seluruh peserta untuk merenungkan tema Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN)  2020 yaitu Mewartakan Kabar Baik di Tengah Krisis Iman dan Identitas. Subtema pertemuan pertama katekesese BKSN ini adalah Mewartakan Kabar Baik di tengah Krisis Cinta Kasih.

Teks yang menjadi basis permenungan adalah 1Yoh 4:7-21, yang berbicara tentang Allah adalah kasih. Allah mengasihi manusia maka manusia hendaknya mengasihi sesamanya. Dengan mengacu pada teks tersebut, orang-orang muda yang berasal dari beberapa paroki se-Kota Kupang ini tampak antusias mendalami teks dan menemukan pesan yang sesuai dengan pengalaman hidup mereka.

Baca Juga:  RD Sipri Senda Sharing Kitab Suci Bersama Umat Stasi Oekabiti

Dalam sesi sharing, beberapa orang di antaranya tampil menceritakan pengalaman iman mereka berkenaan dengan pengalaman dikasihi Allah dan mengasihi sesama. Mereka menceritakan bagaimana mereka merasakan kasih Allah yang begitu besar kepada mereka dalam berbagai situasi. Bertolak dari pengalaman dikasihi Allah, mereka juga menceritakan pengalaman bagaimana mengasihi Allah melalui mengasihi sesame, terutama yang susah dan menderita.

Sesudah kegiatan katekese, pertemuan dilanjutkan dengan diskusi kitab suci. Tiga penanya bertanya tentang pesan teologis dari teks kisah Lazarus yang miskin dan orang kaya, makna teologis dari tinggal dalam kasih Allah dan Allah dalam diri kita, serta kaitan dengan orang yang membenci.

Baca Juga:  Gubernur NTT: ASN Wajib Berkontribusi Dalam Pembangunan

Dalam penjelasannya, Rm. Sipri yang adalah Dosen Kitab Suci di Fakultas Filsafat Unika Widya Mandira Kupang itu menguraikan pesan teks sesuai konteks mengenai Lazarus yang miskin, bahwa Yesus mengajarkan para muridnya untuk mewaspadai mentalitas egoistik yang menolak kasih Allah dalam sesama, dengan konsekuensi mendapat hukuman sesuai perbuatan ketika berhadapan dengan pengadilan ilahi.

“Tuhan menghendaki agar manusia hendaknya saling mengasihi. Orang yang mengasihi tinggal dalam Allah dan Allah dalam dia, karena kekuatan kasih Allah bersemayam dalam hatinya, sehingga ia terdorong untuk mengasihi, mengampuni, berelasi yang baik dengan sesamanya,” jelas Rm. Sipri.

Baca Juga:  Respon Virus Covid-19, Gubernur VBL Apresiasi Sikap Sinode GMIT dan KAK

Ketua PDKK St. Cecilia, Ivonia Mais, mengungkapkan kebahagiaannya seusai mengikuti kegiatan katekese dan pendalaman kitab suci ini. Ia mengutarakan bahwa kegiatan ini menambah wawasan dan pengalaman imannya. Selain itu kegiatan katekese dan pendalaman kitab suci ini juga mendorong dia untuk bersaksi mengenai kasih Allah dalam hidupnya. Ia juga diundang untuk semakin mendalami firman Tuhan.

Dia juga mengharapkan agar semakin banyak orang muda mau meluangkan waktu untuk mendalami kitab suci dan berbagi pengalaman iman.

“Semoga semakin banyak orang muda yang mau meluangkan waktu untuk merenungkan firman Tuhan dan berbagi pengalaman iman ketimbang melakukan kegiatan tidak berguna,” harapnya. (Fr. Yosef Uje Fernandez/Fr. Yosef)