Yosef Tanu; Dari rahim Ibu, Saya Dibentuk Tuhan untuk Melakukan Sesuatu

oleh -1.574 views
Yosef Tanu (Calon Wakil Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara) dalam sebuah acara.

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Badan Kepegawaian Daerah ( BKD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) memproses surat pengunduran diri dari Yosef Tanu yang mengundurkan diri dari statusnya sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten TTU tersebut sudah menyatakan pengunduran diri dari statusnya sebagai seorang ASN untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten TTU pada tanggal 9 Desember mendatang.

Yosef Tanu sudah memantapkan dirinya maju menjadi Bakal Calon Wakil Bupati TTU berpasangan dengan Kristiana Muki Bakal Calon Bupati TTU yang diusung Partai Nasdem.

Melansir POS-KUPANG.com, Kepala BKD Kabupaten TTU, Fransiskus Tilis mengaku, saat ini surat pengunduran diri tersebut sudah berada di tangan Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, namun karena bupati sedang berada di luar daerah sehingga surat tersebut belum bisa ditandatangani.

“Besok setelah Pak Bupati ada, kami akan konfirmasi ke Pak Bupati supaya menjawab permohonan pengunduran diri dari ASN yang bersangkutan,” ujarnya kepada POS-KUPANG.com, Sabtu (29/08/2020).

Fransiskus menegaskan, dengan diajukan permohonan pengunduran diri tersebut, maka Yosef Tanu tidak memperoleh hak pensiunan karena yang bersangkutan tidak memenuhi syarat minimal 20 tahun masa kerja dan umur minimal 50 tahun.

“Dia baru 16 tahun kerja dan umur juga belum sampai 50 tahun. Jadi hak kepegawaian selanjutnya tidak ada lagi,” ungkapnya.

Fransiskus menjelaskan, Kabag Umum Setda Kabupaten TTU itu hanya mendapatkan hak taspen saja, sebab hak taspen melekat sejak ASN yang bersangkutan diangkat menjadi ASN.

“Sementara untuk hak pensiunnya sudah tidak ada lagi. Karena ASN yang bersangkutan belum sampai 20 tahun masa kerja dan umur belum sampai 50 tahun,” jelasnya.

Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes yang dihubungi Media SULUH DESA hari Sabtu (29/08/2020) lewat WhatsApp pukul 17.45 Wita menjawab bahwa surat pengunduran diri Yosef Tanu sedang diproses.

Selain itu saat ditanya bagaimana tanggapannya sebagai Kepala Daerah TTU menanggapi proses pengunduran dari Yosef Tanu dari ASN untuk mengikuti proses Pilkada di TTU yang akan dihelat, Ray Fernandes yang menjabat Bupati TTU dua periode ini mengatakan, “itu adalah hak setiap warga negara untuk ikut dalam proses politik. Oleh karena itu Pemerintah Daerah TTU memprosesnya sesuai ketentuan yang berlaku.”

Baca Juga:  Hardiknas di Tengah Covid-19, Tetap Semangat Belajar

Sedangkan Yosef Tanu yang dihubungi hari Minggu (30/08/2020) pukul 12.00 Wita lewat telepon oleh Media SULUH DESA, menegaskan hal penting terkait kemunduran dirinya dari ASN dan jabatan Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten TTU yang diembannya.

“Saya memang sudah mengajukan pengunduran diri saya dari ASN untuk mengikuti proses pilkada ini sesuai persyaratan. Ini konsekuensi bagi saya untuk ikut dalam pilkada ini. Terkait ini saya sudah ajukan ke pemerintah untuk saya menggunakan hak politik saya. Dalam aturan, jika ASN mau ikut dalam proses pilkada harus mengundurkan diri. Semua sudah berproses sehingga saya yakin akan mendapat SK pemberhentian sebelum melewati batas waktu yang ditentukan. Batas waktunya adalah 30 hari sebelum pencoblosan itu sudah harus ada SK Pemberhentian. Yah, paling lama tanggal 9 November 2020, itu batas paling lambat. Saya ajukan pengunduran diri ini dari awal Bulan Agustus,” jelas Suami dari Fridolyn Marlin Dhae ini.

Pria ramah dan suka berkebun ini juga menyampaikan bahwa, surat keputusan  miliknya sudah diproses Pemda TTU dan besok Senin (31/08/2020) ia akan menandatangani berita acara serah terima jabatan dirinya sebagai Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten TTU ke Asisten III Setda TTU Raymundus Thaal sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Umum yang akan menggantikan dirinya.

“Sebetulnya serah terima itu hari Selasa (25/08/2020) kemarin. Tetapi karena saya berada di luar kota sehingga saya tidak ada dan tidak dapat mengikuti proses itu. Seremonialnya dilakukan tetapi untuk penyerahan berita acara itu besok. Saya meyerahkan jabatan Kabag Umum yang saya emban,” tegasnya.

Baca Juga:  Listrik Padam Saat Ujian, Satgas Pamtas RI-RDTL Bantu Genset Untuk SMA Mutis

Ia menambahkan, dalam proses menyerahkan berita acara itu, ia menyerahkan jabatan, administrasi, keuangan, aset, dan semua hal yang berkaitan dengan administrasi ke Plt Kabag Umum yang adalah seorang Asisten III saat ini.

“Semua fasilitas dinas (aset) diserahkan ke pejabat yang baru. Sementara status saya sebagai ASN itu berakhir pada saat SK pemberhentian itu keluar. Artinya saya berhenti secara resmi saat ada SK,” tambahnya.

Saat dimintai tanggapannya, bahwa, jika sudah mundur dari ASN diusia yang masih muda maka tidak akan memperoleh tunjangan hari tua dari negara, Yosef menyampaikan jika hal tersebut adalah risiko dari sebuah pilihan yang dilakukannya.

“Iya, setiap pilihan ini ada risikonya. Memang saya sadar dan mau maju di politik sebagai Calon Wakil Bupati TTU di usia 40 tahun, saya tidak akan terima tunjangan hari tua. Itu risiko dari sebuah pilihan. Mungkin orang lain lihat menjadi ASN atau PNS ini satu-satunya sumber penghidupan. Tetapi bagi saya menjadi ASN atau PNS dan menjabat sebagai Kepala Bagian Umum adalah sebuah panggilan atau tugas untuk mengabdi. Ini risiko tidak apa-apa. Kalau tidak dipilih jadi Wakil Bupati TTU, saya tidak masalah. Saya akan memiliki waktu yang banyak untuk keluarga dan berusaha secara mandiri. Kalau saya direstui Tuhan dan dipilih masyarakat jadi Wakil Bupati TTU mendampingi Ibu Kristiana Muki, saya akan kerahkan semua kemampuan untuk mengabdi bagi masyarakat TTU. Jika tidak terpilih pun saya tidak ada beban. Puji Tuhan saya punya waktu untuk saya urus keluarga dan diri sendiri dan saya akan berkembang tanpa intervensi apapun dan siapapun. Nah saya akan maksimalkan jika terpilih seperti tugas-tugas lain yang pernah diberikan pemerintah kepada saya,” jawabnya.

Yosef Tanu meyakini bahwa dari rahim ibu, semua orang dibentuk oleh Tuhan untuk suatu maksud tertentu.

“Oleh karena itu, jika ini adalah rencana dan jalan Tuhan, maka saya yakin Paket KITA SEHATI (Paket Kristiana Muki-Yosef Tanu) akan terpilih menjadi Bupati TTU dan Wakil Bupati TTU, karena saya tidak pernah berambisi untuk kesana kemari mencari dukungan partai politik. Saya diminta secara terhormat dari partai untuk mendampingi Ibu Kristiana Muki. Jika ini bukan jalan Tuhan, maka situasi semudah apapun saya tidak akan terpilih jadi Wakil Bupati TTU. Saya yakin Paket KITA SEHATI (Paket Kristiana Muki-Yosef Tanu) akan terpilih menjadi Bupati TTU dan Wakil Bupati TTU, sebab, saya sangat percaya, dari rahim ibu, saya telah dibentuk Tuhan untuk melakukan sesuatu sesuai rencana Tuhan,” tandasnya.

Baca Juga:  Para Cabup dan Cawabup TTU Lakukan Penarikan Nomor Urut

Mantan Camat Noemuti Timur ini mengatakan juga bahwa, dirinya mengambil pilihan ini tidak dalam keadaan terpaksa atau dipaksa.

“Saya sudah mempertimbangkan dari segala aspek. Saya bergumul kurang lebih 3 bulan bersama istri dan keluarga, baru saya mengambil sikap. Saya tidak pernah pergi keluar masuk partai untuk minta direkomendasikan supaya saya bisa dicalonkan menjadi calon wakil bupati. Itu tidak pernah saya lakukan,” ujarnya.

Yosef Tanu diakhir pembicaraan menegaskan lagi bahwa, kepercayaan dan kehormatan yang diberikan kepadanya oleh semua masyarakat TTU melalui Partai Nasdem, diterima dan dilakukannya.

“Saya lakukan dengan maksimal ketika sudah terpilih bersama Ibu Kristiana Muki. Dengan iman yang teguh, saya yakin 100 persen dan saya percaya bahwa kami akan terpilih. Atas restu Tuhan kami akan terpilih,” pungkasnya.

Perlu diketahui Yosef Tanu adalah mantan Camat Noemuti Timur yang menjabat Sebagai Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten TTU dan pada hari Senin (31/08/2020) ia akan menandatangani berita acara penyerahan jabatannya ke Plt Kabag Umum yang baru. Selain itu, pada hari Kamis (06/08/2020) yang lalu, Yosef Tanu juga memilih untuk tidak dilantik Bupati TTU Ray Fernandes menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten TTU. (fwl/fwl)