Kristiana Muki dan Yosef Tanu akan Lakukan Pemberdayaan Perempuan di TTU

oleh -991 views
Kristiana Muki (Calon Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara) yang berpasangan dengan Yosef Tanu (Calon Wakil Bupati Timor Tengah Utara).

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Upaya untuk meningkatkan partisipasi dan kapasitas perempuan di ruang publik harus terus dilakukan. Kebijakan pembangunan yang berkeadilan gender dan mendapat dukungan multipihak dapat mengatasi kesenjangan gender yang terjadi selama ini.

Hal ini disampaikan Kristiana Muki, Bakal Calon Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) periode 2021-2024 dari Partai Nasdem kepada Media SULUH DESA di kediamannya, di Kelurahan Liliba, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (25/08/2020).

Kristiana mengatakan, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan akan  menjadi bagian dari rencana pembangunan di Kabupaten TTU saat dirinya dan Yosef Tanu dipercayakan oleh masyarakat TTU menjadi pemimpin.

“Selama ini pemerintah daerah juga menjadikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai fokus untuk meningkatkan derajat kehidupan perempuan. Namun, beberapa permasalahan pembangunan yang berhubungan dengan perempuan, perlu penanganan yang lebih serius, dan itu butuh sinergi dan kerja sama multipihak. Diantaranya menghilangkan budaya kekerasan terhadap perempuan, kemiskinan perempuan, dan menghilangkan perkawinan anak yang sebagian besar mengorbankan anak-anak perempuan, yang seharusnya anak-anak tersebut masih duduk di bangku sekolah,” kata Anggota DPR RI dari Partai Nasdem Dapil II NTT.

Baca Juga:  Para Cabup dan Cawabup TTU Lakukan Penarikan Nomor Urut

Istri dari Bupati TTU Ray Fernandes ini mengungkapkan, jika Tuhan berkenan, Kehadirannya bersama Yosef Tanu diharapkan dapat mengatasi permasalahan stunting, kematian ibu, kematian bayi, kekerasan terhadap perempuan dan permasalahan lainnya terkait isu kesetaraan gender di Kabupaten TTU.

Wanita berkaca mata ini menyampaikan bahwa, yang akan dibuat nanti minimal di setiap OPD ada program yang tidak bias gender.

“Pertama yang saya lihat masih banyak lintas OPD yang sangat ego ketika ada anggaran khusus yang diplotkan khusus kepada perempuan. Beberapa waktu yang lalu saya mendorong teman-teman perempuan dan aktivis perempuan. Saya mendorong supaya setiap OPD harus ada program yang tidak boleh bias gender. Minimal pemberdayaan perempuan itu harus ada dan kita harus kawal,” jelas Kristiana yang akrab disapa Irna ini.

Baca Juga:  Bonsai Kelapa Indonesia Korda Lampung Selatan Kalianda Warnai Rajabasa Expo 2019

Kristiana juga menandaskan, bicara tentang pengalokasian dana, masih sangat kecil khususnya untuk kelompok perempuan, serta tenun ikat anggarannya juga sangat kecil.

“Saya menginginkan ada kelompok anak-anak muda yang minimal habis kuliah jangan hanya menambah jumlah pengangguran saja tetapi ketika ada lapangan pekerjaan, kelompokan mereka sesuai minat dan bakat mereka lewat OPD terkait sehingga anggaran terserap. Jangan sampai kita hanya mengajarkan tetapi kita tidak menyiapkan fasilitas. Kita berusaha untuk memfasilitasi mereka sesuai apa yang diinginkan masyarakat. Kita juga menginginkan di Kabupaten TTU, jika saya dan Yosef Tanu yang memimpin, maka kami akan membuka atau membangun satu gedung sehingga bisa kita minta untuk melakukan pelatihan-pelatihan berdasarkan bakat apa yang dimiliki perempuan-perempuan TTU. Kedepan, dengan gedung yang sudah ada kita memfasilitasi untuk mereka lebih maju lagi,” ujar ibu dari enam anak ini.

Baca Juga:  Bupati Malaka dan Kapolres Malaka Sambangi Masyarakat Desa Tunmat

Kristiana menambahkan, “kalau melihat persoalan-persoalan yang terjadi, sebagai seorang ibu, saya harus sanggup dan bisa melihat semua apapun yang terjadi. Minimal kita memberikan respon yang baiklah untuk masyarakat sehingga mereka pulang dengan harapan, jika mereka datang mengeluh kepada saya. Sebagai seorang ibu tidak mungkin bawa anak-anak masuk jurang. Yang pasti terbaiklah yang kita berikan. Masa sih ada ibu yang memberikan batu atau kalajengking saat anak-anaknya minta roti,” tutup wanita cantik ini. (vrg/vrg)