oleh

Yosef Tanu Urus PJU Maka Kota Kefamenanu Saat Malam Jadi Terang Bikin Nyaman

-Berita, Daerah, Tokoh-1.801 views

SOSOK, suluhdesa.com – Menengok sejarah perjalanan karier Yosef Tanu, Calon Wakil Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang mendampingi Kristina Muki Calon Bupati TTU adalah hal yang sangat menarik. Banyak orang tak menyangka, selain dirinya sebagai Aparatur Sipil Negara(ÀSN, seorang Yosef Tanu adalah sosok pribadi yang berjiwa mulia dan memiliki komitmen terhadap pembangunan daerah TTU yang dicintainya dengan seluruh jiwa dan raganya.

Kepada Media SULUH DESA, melalui sambungan telepon pada Kamis (13/08/2020) Yosef Tanu yang ramah ini sedikit berbagi soal pembangunan di Kabupaten TTU dan apa saja yang telah ia lakukan selama dirinya menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten TTU.

Yosef Tanu menuturkan sepak terjangnya dalam mengadakan lampu-lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). “Sejak bertugas di Bagian Umum Setda Kabupaten TTU, lampu jalan yang ada baru dari KM 6 ke arah Kota Kefamenanu di sepanjang Jalan Eltari sampai Tugu HKSN, dan dari Tugu HKSN menuju ke arah Atambua di sepanjang jalan dua jalur sampai di depan Laat Manekan. Dan dari samping Kantor DPRD ke Unimor dan berhenti di depan Yonif. Sedangkan jalan yang masuk ke gang-gang dan sisa jalan protokol belum tersentuh penerangan jalan, serta gang-gang di dalam kota belum ada,” tutur Yosef.

Yosef melanjutkan, “saya berpikir Kota Kefa harus dibuat terang, tinggal dari kita berusaha melakukan dengan maksimal untuk Penerangan Jalan Umum(PJU). Sehingga tahun 2018, kita bangun PJU di dalam Kota Kefa yang kita lakukan secara swadaya.”

Dijelaskannya bahwa, karena banyaknya Permintaan Penerangan Jalan Umum dari masyarakat, maka ia melakukan dengan cara swadaya karena tidak dianggarkan pemerintah daerah pada saat itu.

“Ketika saya punya rejeki sedikit, saya beli kabel dan bila ada yang jual besi bekas, saya dan tim, kami minta  beli dan ada yang disumbangkan saja lalu di bawa ke bengkel untuk dibuatkan bentuk tangkai lampu, dicat bagus-bagus , dan kap-kap lampu jalan bekas renovasi yang tidak digunakan kami cuci, lap itu bersih-bersih,renovasi kembali kabel mungkin ada yang putus untuk digunakan,” kata Mantan Camat Noemuti Timur ini.

Ditambahkannya juga, Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dilakukan swadaya ada 84 titik lampu dengan lokasi mulai dari Jalan Kenari ke arah atas tembus depan Polres TTU sampai terus ke depan ruangan jenasah RSU Daerah TTU dan terkoneksi kembali ke Jalan Kartini tembus ke atas pasar lama. Kemudian di perempatan cabang Polres ke arah pertigaan Bansone dan naik ke Kampung Famili lalu terkoneksi ke samping  Rumah Jabatan Wakil Bupati TTU.

Baca Juga:  Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 132/BS Mengecek Kesehatan Masyarakat Perbatasan

“Dari pertigaan Bansone  turun ke Bansone dan ke arah Koko. Dari pertigaan Koko tembus ke belakang Kantor Daerah atau Kantor Bupati TTU. Lokasi berikutnya di perempatan Gereja Naisleu ke Pertamina Kota Kefa  tembus ke SMAN 1 Kefa dan masuk SD Maol,” ujar Yosef.

“Sedangkan di KM 7 dari samping rumah Bapak Asisten III masuk ke Kantor Lurah Sasi ke arah dalam dan berhenti di samping rumah Kepala Dinas PU, Yani Salem. Ada 84  titik lampu kita pasang sampai menyala,” sambung Yosef.

Supaya bisa dirawat lebih lanjut, cerita Yosef, maka pilihannya, ia bersama teman-temannya yang merupakan Teknisi PJU harus menghibahkan ke Pemerintah Daerah TTU, sehingga dapat dilakukan pemeliharaan dengan biaya APBD.

“Jadi inisiatif awal ketika saya pindah masuk Bagian Umum Setda Kabupaten TTU tahun 2018 itu kan tidak ada program Penerangan Jalan Umum(PJU) karena saat saya masuk, APBD sudah ditetapkan. Supaya tidak kosong dan tetap ada pembangunan Penerangan Jalan Umum, maka kita lakukan dengan cara swadaya di beberapa titik,” urai Yosef.

Yosef mengungkapkan, yang dilakukan ini swadaya karena pada tahun itu tidak ada anggaran Penerangan Jalan Umum (PJU) sehingga kesulitan untuk mengisi pulsa listrik.

“Sehingga secara resmi saya hibahkan 84 lampu atas nama saya ke Pemerintah Daerah TTU, bulan September Tahun 2019. Itu sda berita acara yang dihibahkan. Jadi prinsip saya yaitu hidup ini harus sedikit berkorban, berkreasi untuk mendukung pembangunan daerah. Selain itu, lampu-lampu taman dipasang di sekeliling lapangan upacara Kantor Bupati TTU, di sekitar kolam air mancur, dan lampu hias juga dipasang di sepanjang jalan masuk Kantor Bupati TTU. Itu juga semua kita bangun secara swadaya,” ucap Yosef.

Lebih lanjut Yosef Tanu menjelaskan, supaya bisa ada pembangunan atau perluasan PJU maka pada anggaran tahun 2019 ia mengajukan pembangunan penerangan PJU. Sehingga pada pada tahun 2019, PJU dibangun dari depan Kantor DPRD TTU, ke KM 9 sampai KM 6 dan satu paket pekerjaan lampu PJU yang menyebar pada 25 titik lokasi. Dengan rincian, yakni 24 titik di dalam Kota Kefa. Sedangkan 1 titik di Gua Bitauni, Kecamatan Insana. Setiap titik 5 sampai 10 lampu PJU.

Baca Juga:  Kabupaten TTS Zona Merah Covid-19, Bupati SBS Minta Perketat Perbatasan

“Penempatan titik lokasi kita sesuaikan dengan kondisi tiang lampu PLN. Yang dimaksudkan titik itu dari cabang Upkasen terkoneksi masuk ke dalam. Yah itu dikatakan satu titik, datang ke belakang Puskesmas Sasi. Satu titik masuk ke cabang KM 6 depan Kantor Dinas Pangan ke Kantor Samsat, depan Kantor Kehutanan lama, sampai tembus di SD-SMP Maubeli, dan gang-gang lain di dalam Kota Kefa hingga berakhir di Kensulat. Kita maksudkan 1 titik adalah 1 rangkaian mata lampu. 24 titik di Kota Kefa dan 1 titik di gua Bitauni,” jelas Yosef.

Pada tahun 2018-2019, Yosef Tanu berkoordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi NTT sehingga mendapat 64 unit PJU yang tersebar di dalam Kota Kefamenanu. Sementara yang lain menyebar di jalur jalan negara seperti dari Nunpene ke Napan itu adalah program pemerintah pusat.

Ditambahkannya lagi, tahun 2020 ini akan dibangun perluasan Penerangan Jalan Umum tetapi difokuskan ke 4 ibu kota kecamatan yaitu: Kecamatan Biboki Feotleu, Insana Barat, Noemuti Timur, dan Miomafo Tengah.

“Tahun ini juga melalui biaya pemeliharaan PJU yang ada kita kembali memasang 8 tiang listrik PJU mengganti lampu-lampu yang sudah rusak, putus akibat kecelakaan lalu lintas. Sudah terpasang dan berfungsi kembali dengan baik. Itu berada dari KM 6 arah ke Kota Kefa. Kita maksimalkan kembali 8 tiang listrik PJU akibat kecelakaan. Kita punya tenaga teknis yang andal dan mereka kerja secara mandiri. Jasa galian, pemasangan, cor tiang lampu sampai lampu menyala murni dari tenaga kita sendiri. Sedangkan yang besar seperti kabel dan tiang PJU itu kita beli melalui biaya pemeliharaan,” tandasnya.

Saat ini Yosef Tanu mendorong Pemerintah daerah TTU supaya ke depan PJU tidak saja hanya di Kota Kefamenanu tetapi harus sampai ke semua kecamatan terutama tempat-tempat sepi, gelap, atau vital.

Selain upaya yang dilakukan melalui pembangunan PJU baik melalui APBD atau melalui swadaya, Yosef berpikir supaya ada regulasi yang melibatkan pihak di luar pemerintah daerah untuk bisa berpartisipasi dalam pembangunan PJU di Kabupaten TTU.

Baca Juga:  Yosef Tanu, Kabag Umum Kabupaten TTU yang Tidak Malu Berkebun

“Maka saat saya ikut Diklat PIM 3 tahun 2019, saya mendorong dan menginisiasi untuk membuat regulasi berupa Peraturan Bupati TTU Nomor 131 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan PJU Partisipatif, sehingga membuka ruang partisipasi untuk pembangunan Penerangan Jalan uUmum. Hal inipun menjadi dasar bagi saya untuk menghibahkan 84 unit PJU ke Pemda TTU. Dengan demikian ketika dihibahkan sah-sah saja dan sudah ada aturan pengelolaan Penerangan Jalan Umum secara partisipatif. Kita membuka ruang untuk semua orang  atau pihak lain seperti BUMN, Perbankan dengan dana CSR yang mereka punya, mereka bisa alokasikan membantu pembangunan PJU,” tegas Yosef.

Yosef memiliki prinsip yakni, pemerintah tidak bisa jadi spiderman yang bisa buat sendiri tetapi dibuat regulasi agar pihak lain ikut membantu PJU sehingga dapat dinikmati masyarakat.

“PJU harus dinikmati masyarakat karena saat membeli pulsa listrik sudah ada pajak PJU sebesar 10 persen. Dan jika terpilih jadi Wakil Bupati TTU mendampingi Mama Kristina Muki sebagai Bupati TTU, program yang sama akan dilanjutkan. Karena, jujur dari kecil kami selalu dalam kegelapan hanya menggunakan lampu pelita sehingga ketika dikasih ruang saya menjadi militan untuk urus ini,” papar Yosef.

Salah seorang Warga TTU yang tidak mau disebutkan namanya, saat berbincang dengan Media SULUH DESA lewat WhatsApp, mengatakan bahwa, Yosef Tanu sangat konsisten dengan tugas hingga akhir masa jabatan.

“Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Timor Tengah Utara melalui Bagian Umum Sekretariat Daerah TTU melakukan pemeliharaan dan pemasangan baru lampu jalan di lokasi Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu pada Kamis (13/08/2020). Pemasangan lampu jalan dilakukan setelah didata 8 titik tiang Penerangan Lampu Jalan Umum yang mengalami kerusakan akibat tertabrak kendaraan, baik roda dua dan roda empat. Kami lihat sendiri, hari ini, crew PJU bersama Pak Yosef Tanu melakukan pemeliharaan dan pemasangan baru lampu di Jalan Eltari KM 4 sampai KM 6. Semoga apa yang dilakukan ini memberi kenyamanan bagi masyarakat TTU pada malam hari. Benar kok, malam hari Kota Kefa jadi terang benderang dan kelihatan indah. Terima kasih Pak Yosef Tanu, engkau luar biasa. Berkat seorang Yosef Tanu yang mau urus PJU, maka Kota Kefamenanu jadi terang dan bikin nyaman,” tutupnya. (fwl/vrg)

Komentar

News Feed