oleh

Punya Tambak Ikan di Wini, Yosef Tanu Ingin Berdayakan Masyarakat

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Tidak puas dengan usaha kebunnya, Yosef Tanu yang menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ini merambah perikanan dengan tanpa mengabaikan tugas- tugasnya. Hal ini dibuktikan dengan terwujudnya impian Yosef Tanu untuk mempunyai tambak dengan luas kurang lebih tiga hektar di Pantai Utara Wini, Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Diungkapkannya kepada Media SULUH DESA beberapa waktu lalu di lokasi tambak ikan bahwa keinginan mempunyai tambak itu sudah dari dulu sebelum menikah. Kebetulan ada yang menjual dan harganya terjangkau, maka pada pertengahan tahun 2019 ia pun membeli tambak tersebut dan melepaskan 106.000 bibit ikan bandeng.

“Tidak salah kalau hasil kerja keras sebelumnya bisa ada tanda mata untuk saya kembangkan usaha tambak ikan bandeng ini dan saya mulai eksekusi bulan Desember tahun lalu dengan melepas 106.000 ekor bibit ikan bandeng,” terangnya.

Dia mengatakan, awalnya melakukan budidaya ikan bandeng karena motivasi untuk meningkatkan usaha sebab hasilnya menjanjikan.

Baca Juga:  Viktorinus Salu, Menjadi MC Adalah Panggilan Hidup

Dijelaskannya juga stok pasaran ikan bandeng di kota Kefamenanu selalu kurang dan kalau ada harganya pasti mahal.

“Harga beli Rp 50.000 per kilogram jika beli di tempat, tetapi kalau sudah sampai di Pasar Kefa harganya naik bisa Rp 60.000 sampai Rp 70.000 dengan per kilo hanya 3 atau 4 ekor ikan bandeng. Bila dibudidayakan dengan serius dan tekun akan menopang ekonomi keluarga,” jelasnya.

Untuk melakukan pemeliharaan atau budidaya ikan bandeng sangat mudah dan tidak terlalu sulit. Menurut Yosef Tanu, selain pengaturan air yang cukup juga pemberian pakan sesekali saja.

“Mereka cari makan sendiri,” tambahnya.

Ayah dari Maria Naibobe, Peter Naibobe dan Leonarda Putri Dhae mengelola tambak ikan setelah sebelumnya mengelola kebun pertanian yang ada di KM 6, Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, Provinsi NTT.

“Kadang kerja keras saja tidak cukup. Sesekali kita perlu keberuntungan dalam usaha itu,” tutur Bakal Calon Wakil Bupati TTU yang akan mendampingi Kristina Muki ini.

Baca Juga:  Ratusan Mama di Maumolo Minta KITA SEHATI Berdayakan Kelompok Tenun

Soal pemberdayaan masyarakat di sekitar Pantai Utara Wini harus diaktifkan kembali karena masyarakat mempunyai tambak tetapi tidak dimanfaatkan, karena itu, kata Yosef Tanu, untuk usaha di bidang pertanian tidaklah memungkinkan.

“Lahan tambak sudah diresapi air laut sehingga lahan itu tidak bisa digunakan untuk menanam tanaman lainnya,” ungkapnya.

Ditambahkannya juga, rencana ke depan di dalam tambak yang area tanahnya  masih kosong akan dibuat tambak garam.

“Dibuatkan patok kayu, pasang terpal supaya air yang di dalam bisa mengalir dan kurang lebih delapan hari sudah jadi garam mentah,” jelas Pria sederhana ini.

Menurutnya, sektor laut sudah terbuka besar dan kita akan mendorong orang-orang asli Kefamenanu untuk masuk laut, selain mengelola tambak garam juga tambak ikan. Hal ini memiliki dampak positif dalam membuka lapangan pekerjaan.

“Jika Tuhan berkenan saya terpilih jadi Wakil Bupati TTU mendampingi Kristina Muki sebagai Bupati TTU, saya ingin membangun usaha yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Kami akan urus sampai pemasaran garam ke luar daerah dan kami akan menggandeng investor untuk membantu memaksimalkan potensi yang ada. Mereka tidak hanya mengelolah tetapi ada di tengah masyarakat sehingga masyarakat tidak dikorbankan dan bisa sejahtera,” ujar suami dari Fridolin Marlyn Dhae itu.

Baca Juga:  Karang Taruna di Desa Banain B Perbaiki Jalan Rusak

Yosef Tanu berharap kepada orang muda tentang pengembangan ekonomi mandiri.

“Anak muda harus jadi motor penggerak, tulang punggung bangsa di sektor-sektor yang belum tersentuh. Kelompok muda dan perempuan yang sering terabaikan akan kita dorong. Anak-anak muda dan kaum perempuan akan kita libatkan di bidang-bidang spesifik penting.Anak muda dan kaum perempuan menjadi bagian penting dalam pembangunan. Kalau kita beri ruang, beri regulasi, teman-teman muda akan mau berusaha. Kita tidak boleh menganggap kelompok orang muda dan perempuan bukan bersaing dengan masyarakat, tetapi kelompok ini bersama masyarakat akan mengalami pertumbuhan yang baik,” tutupnya sambil mengajak Media SULUH DESA untuk memancing ikan bandeng di tambaknya dan memanggang pada arang membara yang telah disiapkan. (vrg/vrg)

Komentar

News Feed