Ada Oknum Gunakan Mobil Tangki Pemda Malaka untuk Jual Air di Desa Lakekun Utara

oleh -687 views
Diduga mobil tangki milik Pemda Malaka tersebut digunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menjual air kepada warga Dusun Wekakeu, Desa Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sehingga menyebabkan beberapa warga melakukan protes, Rabu (29/07/2020).

MALAKA, suluhdesa.com – Beberapa Warga Dusun Wekakeu, Desa Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, melakukan protes karena mobil tangki air milik Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka mendistribusikan air ke bak penampung air milik pribadi salah satu warga dan tidak untuk masyarakat pada umumnya, Rabu (29/07/2020). Diduga mobil tangki milik Pemda Malaka tersebut digunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menjual air kepada warga dan uang hasil penjualan air tersebut masuk saku pribadi oknum tersebut.

Menurut Maria Goreti Hoar yang mewakili beberapa warga itu mengatakan, “padahal bak yang dibuat pemerintah desa menggunakan anggaran Dana Desa itu ada, tetapi, mobil tangki itu tidak isi air di bak umum itu malah isi di bak milik pribadi salah satu warga. Lalu air tersebut hanya dipakai oleh pemilik bak itu saja, bukan untuk semua masyarakat Wekakeu.”

Hal senada disampaikan oleh seorang anak muda yang bernama Agus bahwa, selama ini sudah terjadi berulang kali. Mobil tangki milik Pemkab Malaka ini, selalu mengisi air di tempat dan pada orang-orang yang sama, yakni Gabriel Manek, Benediktus Dasi, dan Adi Kolo.

Baca Juga:  Dapat Bantuan Ventilator, Bupati Malaka; Terima Kasih Melki Laka Lena

Agus sangat menyayangkan, sebab air yang sebenarnya didistribusikan itu untuk kepentingan umum masyarakat Dusun Wekakeu, namun nyatanya hanya diisi di bak penampung milik pribadi beberapa warga dan air tersebut dan hanya digunakan secara pribadi bukan untuk masyarakat yang lainnya.

“Kejadian ini sudah berulang-ulang, maka, hari ini kami protes,” ucap Agus.

“Sebelumnya, kami sudah tanya sopir, apakah air itu dibeli oleh orang-orang yang saya sebutkan itu. Awalnya dia mengatakan ia, namun akhir-akhir ini sopir sudah mengelak dan  mengatakan tidak bayar, makanya hari ini warga protes karena air tersebut untuk semua masyarakat Wekakeu,” tambahnya.

Baca Juga:  Pemkab Malaka Alokasikan Dana Pengadaan Masker untuk Seluruh Desa, Masyarakat Wajib Pakai

“Saya peribadi tidak terima bila mobil tangki air milik pemerintah itu yang seharusnya melayani secara keseluruhan masyarakat yang membutuhkan air malah diperuntukkan kepada orang-orang tertentu, sedangkan bak yang dibuat dari Dana Desa dibiarkan kosong, tidak terisi. Sampai pada hari ini, Rabu (29/07/2020,  red) baru diisi karena adanya komplain masyarakat,” tegas Agus.

Agus berharap, agar kejadian ini menjadi pengalaman untuk tidak terulang di hari lain. Ia meminta dinas terkait untuk mengawasi setiap pendistribusian air kepada masyarakat sehingga tepat sasaran dan tidak digunakan untuk kepentingan orang tertentu.

“Informasi yang kami dapat bahwa para sopir itu menjual air kepada warga lain dengan menggunakan tangki air milik Pemda Malaka. Lalu ada juga yang gunakan mobil tangki air milik Pemda Malaka itu untuk mengangkut air jika sopir tersebut membuat acara di rumahnya. Ingat! Jangan menunggu pengeluhan baru sadar atau sengaja sadar,” kata Agus.

Baca Juga:  Polisi Bubarkan Kerumunan Nasabah Pegadaian di Kabupaten Malaka  

Setelah kejadian tersebut, berdasarkan informasi yang diperoleh Media SULUH DESA, masyarakat sempat hubungi menghubungi Kepala Desa Lakekun Utara lewat telepon untuk mengadu dan sang kades hanya mengatakan, “tidak boleh seperti itu.”

“Air harus diisi di bak yang sudah dibuat Pemdes Lakekun Utara untuk kepentingan umum,” jawabnya.

Secara terpisah, Kepala Desa Lakekun Utara (Lakut), Ignasius Bau, S.H, ketika dihubungi Media SULUH DESA lewat pesan WhatsApp menyampaikan, “menyangkut tangki air kemarin itu tanpa sepengetahuan dirinya dan jadwal untuk pengisian di bak umum biasanya hari Jumat.”

Kejadian kemarin itu tanpa sepengetahuan saya, jadi saya tidak tahu dan jadwal untuk desa kita (Lakekun Utara, red) biasanya setiap hari Jumat dalam pekan,” tutup Kades Bau. (fecos/fecos)