Ansy Lema dan KLHK Bantu 9 Kelompok Kebun Bibit Rakyat di NTT Senilai 450 Juta

oleh -268 views
Kelompok Tani Hutan

JAKARTA, suluhdesa.com – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) memberikan bantuan Kebun Bibit Rakyat kepada 9 kelompok Tani Hutan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut berupa uang tunai sebesar Rp 50 juta bagi tiap kelompok, dan saat ini pencairan tahap pertama sebesar Rp 20 juta telah dilakukan.

Bantuan Kebun Bibit Rakyat (KBR) diberikan oleh Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial KLHK kepada Kelompok Tani Hutan sesuai usulan anggota DPR RI. Bantuan berupa uang ditransfer secara langsung oleh KLHK ke rekening masing-masing kelompok penerima dalam dua tahap. Selanjutnya, bantuan digunakan masing-masing kelompok untuk mengembangkan usaha pertanian mereka.

“Pencairan bantuan Kebun Bibit Rakyat tahap pertama sebesar Rp 20 juta telah masuk ke rekening masing-masing kelompok minggu lalu. Pencairan tahap berikut akan dilakukan setelah ada evaluasi kinerja. Penerima saat ini telah menggunakan uang untuk mengadakan bibit dan membantu pembiayaan operasional selama pembibitan di lokasi-lokasi sementara. Setelah bibit-bibit itu siap ditanam, maka akan dipindahkan ke lahan milik sendiri ataupun lokasi-lokasi yang telah ditentukan,” ujar politisi muda yang akrab dipanggil Ansy Lema di Jakarta, Rabu (29/07/2020).

Baca Juga:  Satgas Pamtas RI-RDTL, Bagikan Pakaian Layak Pakai Kepada Masyarakat Perbatasan

Untuk memastikan bantuan keuangan tidak disalahgunakan, Ansy mengaku telah menegaskan agar bantuan KBR dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya, yakni rehabilitasi hutan maupun lahan kritis dan tidak produktif serta penghijauan. Ansy juga menegaskan bahwa bantuan diberikan secara gratis sehingga tidak diperkenankan untuk melakukan pungutan sebagai balas jasa.

“Bantuan berasal dari uang rakyat yang langsung ditransfer ke rekening kelompok. Saya tegaskan tidak boleh ada pihak-pihak yang melakukan pungutan dan meminta uang jasa administrasi. Saya berharap bantuan dapat digunakan kelompok KBR sesuai peruntukkannya,” tegas Ansy.

Ansy menjelaskan, bantuan KBR bertujuan melakukan rehabilitasi hutan dan lahan kritis, lahan kosong dan lahan tidak produktif, juga di beberapa wilayah dimanfaatkan untuk pemulihan atau penghijauan Daerah Aliran Sungai (DAS). Pembiayaan KBR bersumber dari dana pemerintah. Diharapkan kelompok penerima KBR dapat menyediakan bibit tanaman kayu-kayuan atau tanaman serbaguna dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melestarikan lingkungan, dan bisa juga mendukung pemulihan fungsi dan daya dukung DAS. Masyarakat diajak dan diberdayakan untuk melestarikan hutan, lahan kritis dan lahan tidak produktif, atau bisa juga melakukan penghijauan DAS serta lingkungan pada fasilitas umum/fasilitas sosial.

Baca Juga:  Pemuda Muhammadiyah Kota Kupang Imbau Warga Cegah Covid-19

“Kebun Bibit Rakyat dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok masyarakat. Jadi skemanya adalah program rehabilitasi hutan dan lahan kritis-non produktif, DAS, ataupun fasilitas umum dengan skema pemberdayaan masyarakat. Jadi tidak hanya berdampak ekonomis (membantu para petani), tetapi terutama memiliki dampak ekologis (untuk kelestarian lingkungan). Kelompok penerima bantuan sudah mengirimkan ke saya foto rekening sebagai bukti bantuan uang tahap pertama sudah masuk ke rekening mereka, juga video aktivitas mereka menjalankan program KBR,” papar Ansy.

Baca Juga:  Tiwan Tally Juara I Putra Pariwisata TTU, Promosikan Budaya Biinmaffo

Adapun 9 kelompok penerima adalah sebagai berikut: Kabupaten Kupang 2 Kelompok, Kabupaten TTS 5 Kelompok, dan Kabupaten Belu 2 Kelompok. Saat ini 9 kelompok penerima sudah mengadakan bibit dan melakukan pembibitan di persemaian sementara. Setiap kelompok diharapkan menghasilkan minimal 20.000 batang bibit. Lokasi persemaian bibit dekat dengan areal yang akan ditanami; berukuran kecil dan sederhana; dikelola pada saat produksi bibit. Tahapan-tahapan yang perlu dilalui kelompok penerima adalah persiapan lahan pembibitan, simulasi pengisian polibek dan jaring-jaring atau paranet pembibitan.

Mantan Dosen ini menyadari bahwa total nominal bantuan KBR Rp 450 juta adalah jumlah yang sangat fantastis untuk masyarakat. Kalau bukan sebagai anggota DPR, ia tidak mungkin bisa membantu rakyat NTT dengan uang sebanyak itu. Dengan berpolitik secara baik dan benar, ia bisa membantu banyak masyarakat. Hakekat politik adalah menggunakan otoritas yang dimiliki untuk bekerja membantu rakyat. Kekuasaan adalah alat untuk bekerja dan melayani rakyat. (JR/red)