Viktorinus Salu, Menjadi MC Adalah Panggilan Hidup

oleh -1.155 views
Viktorinus Sesarius Salu (Pria muda yang menjadi MC hebat di Kota Kupang)

SOSOK, suluhdesa.com – Mungkin terlalu jumawa jika menyandingkan dirinya dengan Master Of Ceremony (MC) kawakan sekelas Choky Sitohang atau Daniel Mananta. Namun melihat rekam jejaknya di panggung seremoni, kiprah pria muda dan tampan serta pemilik senyum menawan ini juga tidak kalah mengkilap.

Memandu kurang lebih 150 an pasangan nikah saat resepsi, menjadi MC di berbagai kegiatan komunitas, menjadi MC juga dalam kegiatan-kegiatan politik (kampanye), adalah sebuah pembuktian akan jam terbang dan kualitas dirinya.

Kepada Media SULUH DESA, Viktor, demikian dirinya biasa disapa, mengungkapkan kisahnya dalam menekuni hobi “ba omong” di depan banyak orang itu.

Pria bernama lengkap Viktorinus Sesarius Salu ini mulai belajar menjadi Master of Ceremony saat dirinya masuk Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Di Undana Viktor memilih jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknik (FST).

“Saya bersyukur sekali karena di FST ada organisasi mahasiswa, yakni Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) St. Petrus Canisius MIPA FST UNDANA. Di komunitas itulah saya pertama kali mengenal dan belajar berorganisasi. Di tempat yang sama, saya juga belajar untuk belajar berbicara di depan teman-teman,” tutur Viktor.

Selain menjadi anggota KMK Petrus Canisius, pemuda kelahiran Kefa ini juga bergabung dengan organisasi KERAMAT (Kerukunan Mahasiswa Tunbaba), dan sempat didapuk menjadi Sekretaris.

Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Viktor. Di organisasi-organisasi itu Pria muda yang masih jomblo ini berusaha belajar sebaik mungkin tentang banyak hal, terutama mengenai kerja sama, kepemimpinan, serta bagaimana membangun argumentasi dan berbicara di depan banyak orang.

Baca Juga:  Film Luka Beta Rasa; Kisah Kombatan Anak Saat Konflik di Maluku

Belajar Menjadi MC

Pada Tahun 2012, seorang kakak kelas mengenalkan Viktor pada sebuah MLM (Multi Level Marketing). Di MLM itulah Viktor dibentuk menjadi seorang Master of Ceremony.

“Kala itu saya diminta mengumpulkan orang  di rumah karena  tim MLM akan turun untuk sosialisasi produk MLM itu. Pada kesempatan itu juga saya langsung diminta untuk menjadi MC. Saya tidak bisa menolak karena ditunjuk langsung oleh Upline Leader. Oleh karenanya saya sangat berterima kasih kepada Ibu Kristina Moi Nono, M.Si yang menjadi Upline Leader saya di MLM itu. Kebetulan juga Ibu Kristina adalah Pengajar di Jurusan Biologi FST Undana, sehingga meskipun dengan kaki gemetar, gugup,  dan jantung berdebar tak karuan, saya tetap berusaha untuk memandu acara itu,” ungkap Viktor.

Di akhir pertemuan, kata Viktor, dirinya diapresiasi oleh Ibu Kristina dan semua peserta pertemuan. “Saya bangga sekali saat itu,” ungkapnya lagi.

Lebih lanjut Staf Pengajar di SMPK Sta. Theresia 1 Kupang Timur ini menguraikan bahwa sejak saat itu Ibu Kristina selalu memberinya kesempatan sekaligus membimbingnya, sehingga dari hari ke hari kemampuannya sebagai MC semakin terasah.

Viktor juga mengisahkan, pada bulan September 2012 dirinya diminta untuk mengikuti training yang diselenggarakan oleh MLM tempatnya bekerja. Meskipun hanya dua hari tapi Viktor merasa bahwa dirinya mendapatkan banyak sekali pengetahuan baru yang berkaitan dengan dunia MC.

Baca Juga:  PGK Desak Polda NTT Copot Oknum Polisi yang Mengeroyok AM di Belu

“Sejak saat itu adrenalin saya semakin bergejolak. Keinginan menjadi MC semakin kuat sehingga mendorong saya untuk belajar lebih tekun agar bisa menjadi MC yang baik,” ujarnya.

Menjadi “Profesional”

Menghasilkan uang dengan menyalurkan hobby adalah impian banyak orang. Hal yang sama pula terjadi pada diri Viktor. Hobby “ba omong” nya di depan banyak orang telah menghasilkan pundi-pundi rejeki yang mencukupi dalam kantongnya.

“Saya bahagia dan bangga sekali, karena dengan menjadi MC saya sudah menghasilkan “doi” (uang) sendiri, bahkan bisa tabung sedikit-sedikit,” jelas alumni SMPN 1 dan SMA Negeri 1 Kupang Tengah ini.

Alumnus SDK Yaperna Jak tahun 2005 ini juga menuturkan bahwa dirinya sangat bersyukur karena ditempa dengan baik oleh para mentornya di MLM dulu. Di situ, Viktor melanjutkan, dirinya pernah dipercayakan menjadi MC dalam kegiatan-kegiatan akbar yang berlevel nasional. Pengalaman-pengalaman itulah yang memupuk rasa percaya diri dan kemampuannya saat berada di panggung yang besar.

Putra dari Bapak Sirilus Salu dan Mama Maria Nabu ini juga mengisahkan bahwa menjadi MC adalah pekerjaan yang amat menyenangkan. Dengan menjadi MC dirinya bisa mengunjungi dan menikmati suasana di tempat yang baru.

“Setelah sering tampil di berbagai resepsi pernikahan dan aneka kegiatan yang lain, permintaan menjadi MC datang dari mana-mana. Saya juga beberapa kali ke Flores untuk MC di sana. Senang sekali bisa mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya,” beber Viktor.

Baca Juga:  Sengketa dengan BPN Kota Kupang, Sofia Tomboy Miliki Bukti Hak Atas Tanah

Anak Muda Harus Punya Kemauan Untuk Belajar

Pria kelahiran Jak, Kabupaten Timor Tengah Utara, 25 Februari 1992 berharap agar teman-teman muda jangan takut untuk mengeksplorasi talenta yang Tuhan berikan.

“Sebagai anak muda kita harus berani melakukan sesuatu. Tidak semua hal bisa kita peroleh dengan mudah. Oleh karena itu jika kita ingin menekuni sesuatu, jangan pernah putus asa,” ajaknya.

Viktor juga mengharapkan agar anak-anak muda, terutama teman-teman mahasiswa juga berani mengembangkan hobi untuk menghasilkan uang. Guru IPA yang juga mengajar Seni Budaya di SMPK Sta. Theresia 1 Kupang Timur ini meyakini bahwa setiap orang yang berusaha dengan tekun akan memperoleh keindahan pada saatnya.

“Apa yang saya peroleh saat ini tidaklah instant, semuanya karena kemauan yang kuat dan keinginan untuk belajar yang tinggi. Saya suka belajar pada siapa saja, mendengarkan nasihat mereka yang paham tentang dunia MC. Meski tidak luar biasa sekali, paling tidak dunia MC ini sudah membuat saya punya relasi yang baik dengan banyak orang, menghasilkan uang, dan terutama membuat saya bahagia, karena saya sangat suka melakukannya. Bagi saya, menjadi Master of Ceremony adalah sebuah panggilan,” pungkas Viktor menutup kisahnya. (JR/JR)