Waspada, Provinsi NTT Penyumbang Penyakit Malaria Terbesar di Indonesia

oleh -349 views
Dari kiri ke kanan : Dece Mery Pay, S.K.M., M.Kes (Staf P2PM Dinas Kesehatan Provinsi NTT), Agusthina Rosphita, S.Gz., M.M (Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Malaria (P2PM) Dinas Kesehatan Provinsi NTT), Yane Ndapaole, S.K.M., M.Sc, Antoninho Soares, S.H.

KUPANG, suluhdesa.com – Malaria adalah salah satu penyakit prioritas untuk diperangi. Saat ini Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara penyumbang penyakit Malaria di Asia. Sedangkan di Indonesia, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menempati posisi kedua sebagai provinsi penyumbang penyakit Malaria terbesar. Itu berarti bahwa Provinsi NTT memiliki “andil besar” sebagai penyumbang pasien Malaria di Indonesia juga Asia.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT menunjukan bahwa dari 22 Kabupaten di NTT, tiga kabupaten di Pulau Sumba adalah penyumbang paling besar pasien Malaria.

Penyumbang terbesar adalah Sumba Barat Daya 3.660 kasus, lalu disusul Kabupaten Sumba Barat dengan 2.367 kasus, lalu diikuti Kabupaten Sumba Timur 1.094 kasus. Sumba Tengah sendiri memang kasusnya relatif kecil, yakni 55 kasus. Namun karena berada di antara ketiga kabupaten yang lain, resiko penambahan kasusnya akan tetap tinggi.

Baca Juga:  Soal ADD Oematnunu, Kajari Shirley Manutede; Saya Akan Tindak Tegas

“Kita membutuhkan perlawanan kolektif terhadap penyakit malaria ini. Karena penyebaran malaria tidak mengenal batas wilayah administrasi, maka membebaskan masyarakat dari malaria (eliminasi malaria) memerlukan komitmen bersama, mulai dari tingkatan yang paling bawah hingga di level global,” ungkap Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Malaria (P2PM), Agusthina Rosphita, S.Gz., M.M.

Untuk memberantas malaria di Sumba, Dinas Kesehatan (Dinkes) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengumpulkan empat bupati dan Dinas Kesehatan di Pulau Sumba, juga Unicef untuk membahas pembentukan konsorsium eliminasi malaria, pada Jumat (24/05/2019). Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, juga Wakil Gubernur Drs. Josef Nae Soi, M.M.

Baca Juga:  Herman Man; Pesparani Menjadi Ajang Promosi Kota Kupang

“Eliminasi malaria di Sumba, saat ini, berada dalam wadah Konsorsium Eliminasi Malaria itu. Karena Sumba merupakan salah satu fokus upaya pemberantasan malaria oleh Dinas Kesehatan NTT, maka dalam mempercepat eliminasi malaria di daerah itu program ini dievaluasi setiap enam bulan,” katanya.

Rosphita juga menambahkan, “saat ini kita memang lagi fokus dengan Covid-19, namun perhatian kita terhadap penyakit yang lain, terutama malaria ini tidak boleh ditinggalkan.”

Sementara itu, Dece Mery Pay, S.K.M., M.Kes, salah satu Staf P2PM Dinas Kesehatan Provinsi NTT, juga mengimbau agar masyarakat rajin membersihkan tempat- tempat yang bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Anopheles yang menjadi sumber penyebaran penyakit malaria.

Baca Juga:  Peduli Covid-19 di NTT, Bank NTT Serahkan Rp 540 Juta

“Hampir di seluruh Kabupaten di Sumba kita sudah bagikan kelambu, terutama di tempat-tempat yang banyak kasusnya malarianya. Namun kita berharap semoga geliat itu lebih kuat lagi oleh masyarakat sendiri,” ungkap Dece.

Lebih lanjut, Dece menguraikan bahwa ke depan Dinas Kesehatan NTT sudah merencanakan untuk pelatihan kader yang akan memantau perkembangan kasus malaria. Para kader itu juga akan dibekali dengan pengetahuan tentang cara penanganan penyakit malaria secara sederhana. Dengan adanya para kader itu, diharapkan segala informasi perkembangan kasus malaria bisa dipantau setiap hari. (JR/JR)