SMPK Sto Yoseph Naikoten Kupang: Utamakan Pendidikan Karakter

oleh -352 views
Kepala SMPK Santo Yoseph Naikoten Kupang, Romo Fransiskus Amandus Ninu, Pr

KUPANG, suluhdesa.com – Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Santo Yoseph Kupang adalah salah satu sekolah swasta yang bernaung di bawah Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang dan berada di Jln. Herewila, No 27, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepala SMPK Santo Yoseph Naikoten Kupang, Romo Fransiskus Amandus Ninu, Pr kepada  Media SULUH DESA, Sabtu (18/07/2020) di ruang kerjanya, mengatakan proses belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19 dengan cara proses pembelajaran jarak jauh menggunakan aplikasi. Hal ini dilakukan agar seluruh pembelajaran tetap berjalan sebagaimana biasa.

“Saat ini kami menggunakan pembelajaran dengan menggunakan media daring. Semua Anak-anak di sini sudah mempunyai handphone android sehingga pelajaran luring tidak perlu dilaksanakan. Hari Senin ini kami mulai mengadakan google meet dan kami rencana awal bulan Agustus nanti sudah bisa tatap muka, tentu dengan mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah. Sejauh ini tidak ada hambatan kecuali jaringan,” ujar Romo pencipta lagu Adik Menangis Satu Malam ini.

Menurut Romo Amance, out put atau kualitas sekolah harus tetap dipertahankan dengan prestasi-prestasi, selain peningkatan mutu pendidikan potensi karakter atau pengembangan diri dalam proses belajar, proses harian, harus tetap diutamakan. Kelima penguatan pendidikan karakter seperti: religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas.

“Lima nilai utama pendidikan karakter yang berbasis kelas yaitu lewat pembelajaran. Lewat tradisi sekolah yaitu melalui upacara bendera, doa pagi, kegiatan-kegiatan keagamaan, seni budaya, olahraga. Terus yang berbasis masyarakat yakni kerja sama dengan komunitas-komunitas seni yang ada di masyarakat seperti untuk sastra kita kerja sama dengan Sastra Dusun Flobamora untuk film atau shooting video,” urainya.

Baca Juga:  Mahasiswa dan Seluruh Anak Muda NTT Harus Membaca Buku

Lebih lanjut dijelaskannya, kegiatan pengembangan diri dengan literasi, menulis, buletin sekolah, olahraga, paduan suara, orkestra, drum band, futsal, tarian, paduan suara, band, pramuka yang dilakukan anak-anak dengan penuh tanggung jawab mendapat banyak prestasi di tingkat Kota, Provinsi dan Nasional.

Di tingkat Nasional, karya tulis siswa memperoleh medali emas, lomba bercerita di Festival Nasional mendapat juara satu, lomba penelitian tingkat nasional memperoleh medali emas, lomba Badan POM juara satu, finalis lomba menulis essay dan olimpiade memperoleh medali emas dan perunggu. Sedangkan video kreatif dengan  BNN Kota Kupang memperoleh juara satu dan tiga kerja sama Pos Kupang dengan Komunitas Film Kupang dan Mozaik.

Baca Juga:  KUB St. Teresa Avila dan St. Polikarpus Dikukuhkan, Layani Umat Dengan Persaudaraan

“Menjadi kebahagiaan jika anak-anak mendapat prestasi di sekolah, menjadi anak yang baik yang kreatif, dan memiliki integritas moral, serta karakter yang bagus,” ucap mantan Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang ini.

Terkait Hari Anak Nasional(HAN), Romo Amance menyatakan bersyukur karena itu momentum untuk kita menyadari bahwa anak adalah pemilik masa depan. Semua anak Indonesia harus diperhatikan teristimewa hak hidup, hak pendidikan, hak mendapat perlakuan layaknya sebagai anak. Jadi, anak adalah anak dengan sifat dan kondisi yang memiliki dinamika sebagai anak baik di sekolah, di keluarga, atau orang tua atau pihak -pihak tertentu supaya anak tidak menjadi obyek keinginan. Teristimewa anak-anak yang berada di jalan.

“Menjadi perhatian kita bersama khususnya anak-anak yang ada di NTT karena di Kupang sudah mulai muncul. Kita harus bersama memperhatikan anak-anak yang putus sekolah, putus harapan karena kondisi ekonomi, sosial budaya yang mengekang mereka. Inilah yang menjadi kerja sama baik orang tua, guru, dan Gereja,” jelasnya.

Baca Juga:  Perangi COVID-19, Lembaga Asuransi Syariah Bagikan Hand Sanitizer untuk Masyarakat Probolinggo

Alumni Seminari Oepoi Kupang ini berpesan, anak-anak harus tetap sehat, menjaga kesehatan jiwa dan raga, tetap semangat untuk belajar. Ada banyak cara untuk belajar. Bahkan dari rumah anak-anak bisa belajar dengan keluarga, rutinitas keluarga, kebersamaan bersama keluarga bisa dipelajari di lingkungan rumah, tetangga. Kalau keluar rumah supaya tetap mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak.

“Anak-anak harus tetap membaca dan tetap kreatif. Nanti bilamana virus ini berlalu, kita bisa kembali bersekolah seperti dulu,” tutupnya.

Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Santo Yoseph Kupang kini telah berusia lebih dari 50 tahun. Ribuan alumnus telah dilahirkan dan kini menduduki sejumlah posisi penting di dalam negeri maupun luar negeri. Sekolah ini telah melahirkan ribuan alumnus dan menduduki jabatan penting di pemerintahan, baik di lingkup provinsi NTT, nasional, maupun luar negeri. Contohnya Sonny Keraf, Chris Rotok, Simon Tokan, dan lain sebagainya. (vrg/vrg)