Perkuat Nasionalisme Dengan Olahraga

oleh -203 views
Webinar yang diselenggarakan oleh Deputi Hukum, Advokasi, dan Pengawasan Regulasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Sabtu (18/07/2020).

JAKARTA, suluhdesa.com – Pembumian Pancasila Melalui  Olahraga” menjadi topik utama dalam Webinar yang diselenggarakan oleh Deputi Hukum, Advokasi, dan Pengawasan Regulasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Sabtu (18/07/2020). Acara ini dibuka oleh Wakil Kepala BPIP, Hariyono. Dalam sambutannya dirinya menjelaskan bahwa olahraga harus menjadi kebiasaan bagi masyarakat Indonesia.

“Olahraga harus menjadi kebiasaan bangsa Indonesia karena dampaknya yaitu produktivitas dan sehat tentunya. Dengan sehat ini akan mengurangi juga biaya kesehatan masyarakat,” jelas Hariyono.

Disiplin dan sportivitas  juga menjadi karakter dalam olahraga. Memperlakukan orang lain juga sebagai subjek dijunjung tinggi dalam olahraga ini.

Baca Juga:  Jadi Persoalan Adalah Memanipulasi Agama untuk Merebut Kekuasaan

“Subjektivitas dan sportivitas merupakan ciri khas dalam olahraga. Pancasila tidak akan mungkin bisa disosialisasikan dengan mudah tanpa adanya literasi dan inovasi. Olahraga ini salah satu caranya,” ungkap Hariyono.

Naila Novaranti yang merupakan Instruktur Sky Diving mengutarakan bahwa miniatur Pancasila tercermin dalam olahraga.

“Miniatur Pancasila dapat terlihat dalam sepakbola. Selain itu, jika ingin mempunyai prestasi dalam bidang olahraga internasional maka harus mengenyampingkan ego diri masing-masing,” jelas Naila yang juga merupakan Ikon Prestasi Pancasila Tahun 2019.

Nilai-nilai Pancasila harus dituangkan dalam kurikulum olahraga termasuk sepakbola. Hal ini dijelaskan oleh Direktur Teknik Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Indra Sjafri.

Baca Juga:  Petrus Selestinus; Bareskrim Mabes Polri Harus Tangani Kasus Di Polda NTT

“Nilai Pancasila harus ditanamkan dalam diri Pribadi, Keluarga, dan Pekerjaan,” ujar Indra Sjafri.

Indra Sjafri yang juga merupakan Ikon Prestasi Pancasila Tahun 2019 ini menjelaskan bahwa dalam rekruitmen tim nasional  sepakbola juga dilakukan dengan memegang  teguh nilai Pancasila yaitu memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa untuk berpartisipasi tanpa memandang suku, ras, etinis, dan agama.

Hal senada ditegaskan oleh Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo. Menurutnya dunia olahraga tidak memandang suku, ras, atau agama dalam suatu negara.

Baca Juga:  Malaka VS Bima Malam Ini, Bupati SBS Minta Masyarakat Nonton

“Olahraga tidak memandang suku, ras, dan agama. Juga memperkokoh persatuan dan membangkitkan rasa nasionalisme,” tegas Benny.

Olahraga juga membentuk karakter bangsa dan nilai-nilai Nasionalisme.

“Atlet yang diberikan kesempatan untuk membela bangsa secara psikis bahkan merasakan sebagai seorang pahlawan bangsa yang sedang berjuang,” tambah Rohaniwan Katolik ini.

Plt. Deputi Hukum, Advokasi, dan Pengawasan Regulasi, Ani Purwanti menyampaikan bahwa BPIP akan memilih Ikon Prestasi Pancasila, baik itu insan maupun kelompok yang dapat membumikan nilai Pancasila dalam profesi dan aktivitas sehari-hari dan memberikan dampak besar kepada masyarakat. (viona/fwl)