110 KK di Desa Babotin Terima BLT Tahap II

oleh -133 views
Pemerintah Desa Babotin, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyalurkan dana bantuan langsung tunai (BLT) tahap II kepada 110 Kepala Keluarga.

MALAKA, suluhdesa.com – Pemerintah Desa Babotin, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kembali menyalurkan dana bantuan langsung tunai (BLT) tahap II kepada 110 Kepala Keluarga (KK) dengan nominal per KK Rp 600.000. Hal ini disampaikan penjabat Kepala Desa Babotin, Dominggus Manek, S.T.P, Selasa (07/07/2020).

Pantauan media ini, pembagian dana Bantuan Langsung Tunai tetap mematuhi protokol Covid-19 dan juga diawasi langsung oleh anggota kepolisian Polsek Sasitamean.

“Dalam pembagian tahap II ini kita mengutamakan janda dan duda bahkan orang yang mengalami gangguan jiwa juga mendapatkan bagian dari dana BLT,” jelas Minggus.

Baca Juga:  Tambah Pasien Positif Covid-19 di NTT, Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Lebih lanjut dijelaskan Minggus, situasi pandemi ini mengancam mata pencaharian masyarakat. Dengan sendirinya perputaran ekonomi rakyat macet. Dirinya berharap agar bantuan dana ini dimanfaatkan dengan baik.

Minggus mengatakan, uang rakyat tetap dikembalikan untuk rakyat, bukan untuk pejabat desa dan aparat desa.

“Kami hadir untuk melayani masyarakat”, katanya.

Ditegaskan Minggus, uang Rp 600.000 itu digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. “Jangan main judi dan minum mabuk,” tambahnya.

Hal senada disampaikan tokoh Pemuda Babotin, Yanuarius Linus Un kepada awak media.

“Sebagai pemuda di Desa Babotin kita sangat memberikan perhatian yang serius untuk pemanfaatan Dana Desa khususnya untuk BLT DD. Saya atas nama pemuda sangat berterima kasih kepada pemerintah desa yang mana sangat terbuka membuka forum untuk berdiskusi sehingga kita dapat selesaikan beberapa persoalan kecil mengenai realisasi tahap pertama,” ucapnya.

Baca Juga:  Perwira Polda Sulteng Bagikan Masker dan Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Linus juga mengapresiasi Penjabat Desa Babotin yang serius mendengar banyak keluhan dari masyarakat. Sebab, waktu penerimaan BLT tahap I data penerima sebanyak 110 KK, namun karena ada pendobelan nama di Bantuan Sosial Tunai (BST) sebanyak 43 KK, sehingga  hanya 67 KK yang terima. Sehingga tahap II ini di ganti kembali 43 KK sebagai pengganti sesuai usulan.

Baca Juga:  Penyaluran BLT di Desa Naitimu Salah Sasaran, yang Terima Istri Aparat Desa

Dikatakan Linus, pergantian 43 KK tersebut tetap menerima Rp 1.200.000 (tahap I dan tahap II).

“Penjabat Desa Babotin sangat responsif dengan keluhan masyarakat sehingga pembagian BLT tahap II ada pergantian kembali 43 KK yang namanya dobel di BST, dimana ada 22 lansia yang kita data dapat akomodir dalam penerimaan BLT hari ini. Kita berharap pemdes dan semua elemen kawal terus dana BLT ini sehingga uang yang masyarakat terima bisa bermanfaat dengan baik,” tutup Linus. (fecos/fecos)